Menuju konten utama

Menkeu Purbaya Bakal Tindak Vendor Nakal Pemicu Coretax Lemot

Purbaya mengungkap penyebab Coretax lemot yang belakangan dikeluhkan masyarakat karena aksesnya melambat.

Menkeu Purbaya Bakal Tindak Vendor Nakal Pemicu Coretax Lemot
Purbaya Yudhi Sadewa di Kemenkeu, Jumat (27/3/2026). tirto.id/Nanda

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkap penyebab kendala teknis pada sistem coretax yang belakangan dikeluhkan masyarakat karena aksesnya melambat.

Purbaya menyebut gangguan itu disebabkan adanya pihak internal yang secara diam-diam kembali menggunakan jasa vendor yang kontraknya telah diputus akibat buruknya layanan.

"Tiba-tiba ada laporan lagi bahwa itu muter-muter coretax-nya. Padahal, sebelumnya sudah hilang. Rupanya di tempat kita juga ada yang nakal. Ada yang kontrak dengan satu vendor yang kita sudah berhenti karena lelet servisnya, dimasukin lagi diem-diem," ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Coretax sendiri merupakan sistem yang diluncurkan pemerintah untuk mengintegrasikan seluruh proses administrasi perpajakan secara digital guna mempermudah wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya.

Purbaya menegaskan akan melakukan pemeriksaan internal untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas kembalinya vendor tersebut.

Ia memastikan akan memberikan tindakan tegas terhadap pihak yang terlibat.

"Jadi, sekarang mereka enggak ngaku lagi siapa yang masukin. Nanti saya akan periksa lagi siapa yang masukin lagi vendor itu, kita akan tindak," tegas Purbaya.

Selain masalah vendor, Purbaya menyoroti desain antarmuka (interface) coretax yang dinilai tidak efisien.

Menurutnya, terdapat pihak yang sengaja membuat kerumitan pada sistem agar muncul celah menciptakan aplikasi antarmuka pihak ketiga yang bisa dijual ke perusahaan-perusahaan besar.

"Ini Coretax desainnya agak aneh. Harusnya kan ketika baru, kan, dibuat langsung interface dengan nasabah masyarakat biar gampang. Rupanya dibuat agak rumit supaya di tengahnya ada aplikasi interface sendiri. Ini ada yang jual ke perusahaan-perusahaan besar. Saya baru tahu," ungkapnya.

Terkait upaya perbaikan, Purbaya memastikan pihaknya akan melakukan pembersihan sistem secara bertahap.

Fokus jangka pendek pemerintah saat ini adalah memastikan layanan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) tetap berjalan lancar bagi masyarakat.

"Saya akan beresin itu di dalam. Tapi nggak bisa sekarang kan karena sudah lagi jalan kan. Nanti ke depan tahun ke depan kita beresin itu," tutur Purbaya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang tenggat waktu pelaporan SPT selama satu bulan.

"Setahu saya, kan, sudah 9 juta yang masuk, kan, masih ada 7-8 juta lagi yang mesti masuk. Jadi masih cukup panjang jadi kita perpanjang satu bulan," kata Purbaya.

Baca juga artikel terkait CORETAX atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama