tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan terus membenahi sistem Coretax yang hingga saat ini masih menuai banyak keluhan dari wajib pajak.
Dalam media briefing di Jakarta, Rabu (25/3/2026), Menkeu Purbaya mengakui bahwa persoalan pada sistem Coretax tak hanya disebabkan oleh kendala teknis, tetapi juga berkaitan dengan desain serta dugaan adanya celah yang bisa dimanfaatkan pihak tertentu.
Menkeu mengungkapkan hasil investigasi awal menemukan sejumlah kejanggalan pada sistem Coretax, termasuk gangguan berulang berupa proses yang berjalan tanpa kejelasan sebelum akhirnya keluar dengan sendirinya.
“Coretax itu agak aneh. Kemarin saya investigasi ada yang muter-muter. Tiba-tiba muter-muter, keluar lagi. Ada apa nih? Rupanya ada sistem yang masuk ke service-nya salah satu perusahaan yang saya udah bilang, jangan ke situ lagi. Dipakai lagi ke situ,” ujar Purbaya.
Persoalan tersebut tidak berdiri sendiri. Dia menilai sejak awal terdapat kelemahan dalam desain sistem Coretax yang kemudian diperparah oleh integrasi dengan layanan pihak ketiga yang tidak sepenuhnya terkontrol.
Purbaya menduga celah dalam sistem tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tertentu, terutama karena adanya akses vendor yang relatif bebas ke dalam sistem.
Meski demikian, Purbaya belum bisa memastikan apakah kondisi tersebut disengaja atau merupakan dampak dari lemahnya perencanaan.
Ke depan, pihaknya, khususnya jajaran Direktorat Jenderal Pajak akan membenahi Coretax secara menyeluruh, termasuk menata ulang integrasi dengan pihak luar serta memperbaiki struktur sistem yang dinilai masih bermasalah.
“Untuk yang kusut-kusut tadi yang muter-muter, kita akan pastikan dia tidak memakai service dari perusahaan yang lelet tersebut. Terus untuk software Cortex-nya sendiri nanti kan kita perlu perbaiki terus. Ini kan di sini ada tim untuk perbaiki terus-menerus,” katanya.
Selain itu, perbaikan juga menyasar aspek desain dan kemudahan penggunaan agar sistem dapat diakses lebih luas tanpa ketergantungan pada aplikasi tambahan.
Bendahara negara itu menegaskan pembenahan Coretax akan dilakukan secara bertahap, mengingat sistem tersebut merupakan program baru yang masih terus disempurnakan.
Menkeu juga menyoroti pengalaman pengguna yang dinilai belum ideal. Antarmuka Coretax disebutnya belum ramah, baik dari sisi bahasa maupun alur penggunaan sehingga menyulitkan wajib pajak dalam mengakses layanan.
“Itu kan interface ke publik, kenapa sulit? Kalau Anda pakai software yang itu, lancar," ujar Menkeu.
Masuk tirto.id






































