Menuju konten utama

Menhub Sebut 42 Korban KMP Tunu Jaya Sudah Berhasil Dievakuasi

Dengan perpanjangan waktu evakuasi oleh Basarnas, Dudy berharap akan ada lebih banyak korban yang ditemukan.

Menhub Sebut 42 Korban KMP Tunu Jaya Sudah Berhasil Dievakuasi
Proses pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya hari kelima, Senin (07/07/2025). (Foto: Humas SAR)

tirto.id - Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkapkan sampai saat ini sudah ada sebanyak 42 korban berhasil dievakuasi dari kecelakaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Di mana dari jumlah tersebut, 30 ditemukan selamat dan 12 dalam keadaan meninggal dunia.

Berdasarkan data manifes penumpang KMP Tanu Pratama Jaya, ada 65 orang di kapal tersebut, termasuk di antaranya adalah 12 kru kapal, 53 penumpang dan 22 unit kendaraan.

"Hari ini ditemukan lagi dua, jadi dari 65, baik jumlah kru maupun penumpang, 30 ditemukan selamat, kemudian 12 meninggal dunia. Jadi, 42 yang sudah kita temukan,” kata dia, dalam Media Briefing, di Aroem Resto & Café, Jakarta Pusat, Rabu (9/7/2025).

Dengan perpanjangan waktu evakuasi oleh Badan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) di Selat Bali selama tiga hari ke depan, Dudy berharap akan ada lebih banyak korban yang ditemukan, khususnya dalam kondisi selamat. Dia pun meminta kepada masyarakat untuk memberikan doa dan restunya dalam proses evakuasi ini.

“Kita berharap, mohon doa restunya dari masyarakat Indonesia bahwa kita akan melakukan yang terbaik untuk menemukan korban dari kecelakaan ini. Informasi terakhir dari Basarnas akan memperpanjang tiga hari sementara untuk pencarian korban kecelakaan,” tambahnya.

Sementara itu, sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, operasi pencarian dan pertolongan dilakukan selama tujuh hari. Dus, seharusnya pencarian sudah selesai pada Selasa (8/7/2025) karena tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya terjadi pada Selasa (2/7/2025).

Namun, dengan perpanjangan waktu ini, proses pencarian dan pertolongan akan dilanjutkan sampai Jumat (11/7/2025).

Di sisi lain, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan, dugaan awal tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya disebabkan oleh pintu menuju ruang mesin yang terbuka. Sehingga, air laut masuk dalam kapal ketika ada gelombang tinggi yang menghantam.

“Jadi di geladak dari kapal ini ada akses untuk turun ke kamar mesin. Pada saat itu (kejadian), pintu dalam kondisi terbuka sehingga air masuk melalui pintu itu dan menyebabkan kapal miring ke kanan,” tutur Plt. Ketua Sub Komite Keselamatan Pelayaran KNKT, Anggiat PTP Pandiangan, dalam rapat kerja bersama Komisi V Dewan perwakilan Rakyat, di Komplek Parlemen, Selasa (8/7/2025).

Baca juga artikel terkait BASARNAS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra