Materi IPA: Perbedaan Materi Unsur, Senyawa, Campuran dan Contohnya

Kontributor: Marhamah Ika Putri - 9 Okt 2021 14:43 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Materi terdiri dari beberapa susunan, dan dibagi menjadi dua jenis yaitu zat tunggal (unsur dan senyawa) dan campuran.
tirto.id - Materi didefinisikan sebagai sesuatu yang memiliki massa dan bertempat di ruang kosong. Contoh materi yang berada di lingkungan sekitar seperti tanah, air, batuan, dan udara.

Bumi sebagai tempat manusia tinggal terdiri dari susunan material. Material-material tersebut seperti tanah, air, batuan, dan udara. Materi terdiri dari beberapa susunan, dan dibagi menjadi dua jenis yaitu zat tunggal (unsur dan senyawa) dan campuran.

Pengertian Unsur


Unsur merupakan salah satu jenis zat murni yang bermakna zat tersebut tidak dapat terurai menjadi lebih sederhana menggunakan reaksi kimia.


Dikutip dari modul Ilmu Pengetahuan Alam (2017), unsur terbagi menjadi 3 bagian, yaitu unsur logam, unsur non logam, dan unsur semi logam (metalloid).

1. Unsur Logam

Unsur logam merupakan bagian dari zat padat yang memiliki satu unsur logam berwujud cair, yaitu air raksa.

Unsur logam memiliki ciri khas berwarna putih mengkilap, memiliki titik lebur yang rendah, dapat menghantarkan arus listrik, dapat ditempa, serta dapat menghantar kalor atau panas.

Beberapa jenis dari unsur logam di kehidupan sehari-hari, seperti:
  • Khrom (Cr), merupakan jenis logam digunakan untuk bumper mobil, dan campuran dengan baja menjadi stainless steel
  • Besi (Fe), merupakan jenis logam paling murah sebagai campuran karbon untuk menghasilkan baja
  • Nikel (Ni), merupakan jenis logam sangat tahan terhadap udara dan air pada suhu biasa, biasanya digunakan untuk lapisan pelindung
  • Tembaga (Cu), merupakan jenis logam banyak digunakan pada kabel listrik, perhiasan dan uang logam
  • Seng (Zn), merupakan jenis logam untuk membuat atap rumah
  • Platina (Pt), merupakan jenis logam digunakan pada knalpot mobil, kontak listrik
  • Emas (Au), merupakan jenis logam sangat tidak reaktif, dan ditemukan dalam bentuk murni. Biasanya digunakan untuk membuat perhiasan dan komponen listrik berkualitas tinggi.

2. Unsur Non Logam

Unsur logam memiliki sifat tidak mengkilat, tidak dapat digunakan sebagai penghantar listrik, dan tidak dapat ditempa. Beberapa jenis unsur logam yaitu:
  • Flour (F), senyawa flourid yang dicampur dengan pasta gigi untuk menguatkan gigi, Freon-12 sebagai pendingin kulkas dan AC
  • Brom (Br), digunakan sebagai obat penenang saraf dan sebagai campuran zat pemadam kebakaran
  • Yodium (I), digunakan sebagai antiseptic luka dan campuran garam dapur.

3. Unsur Semi Logam

Metalloid merupakan jenis unsur logam yang memiliki sifat antara unsur logam dan logam, dengan contoh sebagai berikut:
  • Silicon (Si), biasa digunakan dalam peralatan pemotong, pengamplasan, sebagai bahan untuk membuat semikonduktor, gelas, dan keramik
  • Germanium (Ge), ditemukan di batu bara dan batuan seng pekat. Germanium merupakan termasuk jenis bahan semi konduktor, yaitu befungsi sebagai isolator di suhu rendah dan sebagai konduktor pada suhu tinggi.

Pengertian Senyawa


Mengutip Modul Pembelajaran Jarak Jauh (2020), senyawa termasuk sebagai zat murni yang terbentuk dari dua atau lebih unsur bersifat berbeda. Senyawa terbentuk melalui proses pencampuran unsur secara kimia.

Beberapa contoh senyawa di kehidupan sehari-hari seperti air, gula, garam, asam cuka, dan lain sebagainya.

Pengertian Campuran


Campuran didefinisikan sebagai sebuah materi yang tersusun oleh beberapa jenis zat berbeda dengan perbandingan antara satu dan lainnya melalui proses kimia.

Campuran terdiri dari dua bagian, meliputi campuran homogen dan campuran heterogen.

1. Campuran Homogen

Campuran homogen merupakan jenis campuran yang terdiri dari dua atau lebih zat sehingga disaat tercampur susunan zat-zat tersebut tidak dapat dibedakan lagi.

Campuran homogen juga disebut sebagai larutan, dan larutan terdiri dari tiga jenis, yaitu asam, basa, serta garam.

Contoh dari campuran homogen seperti sirup yang terdiri dari beberapa jenis zat berbeda. Selain itu, juga ada campuran homogen membentuk sebuah alat keperluan masak atau kesehatan menggunakan zat-zat logam.

2. Campuran Heterogen

Campuran heterogen merupakan jenis campuran dengan susunan zat campurannya masih dapat dibedakan. Contoh dari campuran heterogen seperti campuran minyak dan air, campuran pasir dan air.

Perbedaan Unsur, Senyawa, dan Campuran


Apabila disimpulkan, antara unsur, senyawa, dan campuran memiliki karakteristik berbeda. Unsur merupakan jenis materi yang sudah dalam bentuk paling kecil, sehingga tidak dapat diurakan kembali.

Kemudian senyawa merupakan jenis materi yang terbentuk dari gabungan beberapa unsur dengan perbandingan yang tidak sama melalui proses kimia.

Sedangkan campuran merupakan jenis materi yang terbentuk dari dua atau lebih zat dengan sifat berbeda melalui proses kimia.


Baca juga artikel terkait SENYAWA KIMIA atau tulisan menarik lainnya Marhamah Ika Putri
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Marhamah Ika Putri
Penulis: Marhamah Ika Putri
Editor: Maria Ulfa

DarkLight