tirto.id - Orang pintar minum Tolak Angin! Siapa, sih, yang enggak kenal sama slogan yang satu ini? Hampir semua orang Indonesia pasti sudah akrab dengan nama Tolak Angin. Dengan rasa pedas yang menyegarkan, apa minuman herbal ini benar-benar ampuh “menolak angin”?
Indonesia dikenal kaya akan herbal yang sejak lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Berbagai rempah seperti jahe dan kunyit sering digunakan dalam ramuan jamu untuk membantu meredakan keluhan kesehatan ringan.
Dahulu, ramuan tersebut biasanya harus diracik sendiri di rumah dengan proses yang cukup merepotkan. Kini, masyarakat bisa lebih praktis menikmati manfaat herbal melalui produk siap minum seperti Tolak Angin.
Tercipta sejak puluhan tahun silam, obat herbal yang satu ini lahir dari racikan jamu yang dibuat oleh Ibu Rakhmat Sulistio dari Ambarawa, Jawa tengah. Di tahun 1940, Tolak Angin mulai dipasarkan dalam bentuk jamu godokan dan terus berkembang sampai akhirnya menjadi Tolak Angin yang kita kenal sekarang.
Banyak orang mengaku merasakan manfaat Tolak Angin, terutama dalam mengatasi keluhan masuk angin. Dalam budaya masyarakat Indonesia, masuk angin mengacu pada kumpulan gejala seperti perut kembung, mual, pusing, meriang, atau tubuh terasa tidak enak.
Begitu banyak orang yang mengandalkan Tolak Angin untuk mengatasi keluhan tersebut. Namun, benarkah produk seperti Tolak Angin benar-benar berkhasiat meredakan gejala masuk angin?
Tolak Angin Obat Apa?

Tolak Angin merupakan obat herbal tradisional yang diproduksi oleh PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Manfaat Tolak Angin adalah membantu berbagai keluhan gejala masuk angin seperti mual, kembung, sakit perut, meriang, pusing, hingga tenggorokan kering.
Produk ini diformulasikan sejak sekitar tahun 1930 dan masuk kategori Obat Herbal Terstandar (OHT), yaitu obat tradisional yang bahan dan proses produksinya telah memenuhi berbagai standar mutu.
Standar mutu yang dimaksud meliputi Good Manufacturing Product (GMP), International Organization of Standardization (ISO), serta Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) untuk menjaga kualitas dan keamanan produk.
Secara komposisi, Tolak Angin dibuat dari berbagai bahan herbal alami seperti jahe, daun mint, buah adas, kayu ules, daun cengkeh, serta madu. Kombinasi bahan-bahan tersebut dapat memberikan efek hangat dan membantu meredakan berbagai keluhan ringan pada tubuh.
Tak hanya mengatasi gejala masuk angin, Tolak Angin juga dapat membantu menjaga daya tahan tubuh sehingga baik dikonsumsi ketika tubuh terasa kurang fit, seperti saat kelelahan, kurang tidur, hingga capek akibat perjalanan jauh.
Manfaat Tolak Angin, Apakah Beneran Tolak Angin?

Tolak Angin dipasarkan dengan klaim bisa mengatasi masuk angin yang punya berbagai gejala seperti mual, perut kembung, meriang, hingga kepala pusing. Untuk mengetahui apakah produk ini benar-benar ampuh atau tidak, maka harus diteliti dari segi bahan pembuatannya.
Berikut beberapa bahan utama Tolak Angin dan manfaatnya bagi kesehatan:
1. Jahe
Jahe dikenal memiliki sifat menghangatkan tubuh dan membantu meredakan mual. Senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada lambung. Jahe juga mampu memberikan efek hangat pada tubuh, bahkan mampu mengatasi rasa mual.Dalam jurnal berjudul Penggunaan Wedang Jahe terhadap Mual Muntah pada Kehamilan Trimester 1, ditemukan bahwa kandungan jahe bisa menghambat neurotransmiter yang memicu rasa mual di sistem saraf pusat dan saluran pencernaan.
2. Daun Mint
Manfaat Tolak Angin juga berasal dari daun mint yang memiliki efek menenangkan pada saluran pencernaan. Kandungan minyak atsirinya dapat membantu merelaksasi otot-otot saluran cerna sehingga bermanfaat untuk meredakan kembung, mual, dan rasa tidak nyaman pada perut.Jurnal Effect of Peppermint Tea on Morning Sickness: Narrative Review juga membuktikan bahwa senyawa menthol bisa bertindak sebagai anti-mual. Selain dengan merelaksasi otot saluran cerna, zat ini mampu memberikan sensasi dingin pada dinding lambung sehingga mengurangi rasa mual.
3. Buah Adas
Buah adas dikenal sebagai bahan herbal yang memiliki sifat karminatif, yaitu membantu mengurangi gas berlebih di dalam perut. Dalam pengobatan tradisional, adas sering digunakan untuk meredakan perut kembung dan kolik serta membantu melancarkan sistem pencernaan.Hal ini sudah dibuktikan dalam banyak penelitian, termasuk studi berjudul Analysis of Network Pharmacological Efficacy and Therapeutic Effectiveness in Animal Models for Functional Dyspepsia of Foeniculi fructus.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa buah adas mengandung beberapa senyawa penting seperti oleic acid dan β-sitosterol. Buah adas pun terbukti mengurangi gejala dispepsia seperti nyeri di perut bagian atas, kembung, mual, atau sensasi terbakar di perut bagian atas dan dada.
4. Kayu Ules
Kayu ules merupakan tanaman herbal yang sejak lama digunakan dalam ramuan jamu tradisional. Kayu ules diketahui memiliki sifat analgesik yang sangat berguna untuk mengatasi rasa sakit atau nyeri yang bisa datang sebagai salah satu gejala masuk angin.Selain itu, kayu ules juga punya khasiat lain seperti menambah nafsu makan sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh agar tetap fit.
5. Daun Cengkeh
Dikutip dari laman Jurnal STKIPMB, daun cengkeh diketahui memiliki berbagai senyawa bioaktif seperti eugenol, eugenil asetat, dan kariofilena yang memberikan berbagai manfaat kesehatan, termasuk mengurangi gas dalam perut dan meredakan kembung.Efek ini membuat daun cengkeh sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi gangguan pencernaan ringan seperti perut tidak nyaman atau dispepsia. Daun cengkeh juga diketahui bersifat karminatif sehingga mampu meredakan mual dan muntah.
6. Madu
Bahan pembuatan Tolak Angin berikutnya adalah madu yang sudah dikenal memiliki banyak khasiat kesehatan. Selain berfungsi sebagai pemanis alami, madu bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh karena kaya akan antioksidan.Dikutip dari Cleveland Clinic, madu juga bisa meredakan batuk, sakit tenggorokan, serta meredakan gejala gastroenteritis, yaitu peradangan pada saluran pencernaan yang bisa menyebabkan berbagai gejala seperti kram perut, mual, hingga muntah.
Dengan melihat komposisi utama dari Tolak Angin, produk ini diketahui bekerja melalui kombinasi berbagai bahan herbal yang terkandung di dalamnya. Mulai dari jahe hingga madu, semuanya menciptakan efek yang membantu meredakan berbagai gejala yang sering dikaitkan dengan kondisi masuk angin.
Kombinasi bahan herbal tersebut membuat banyak orang merasa tubuhnya lebih hangat, perutnya bebas mual dan lebih nyaman, serta membantu pemulihan kesehatan secara keseluruhan.
Jadi, apakah Tolak Angin ampuh untuk “menolak angin”? Jika mengacu pada bahan-bahan yang digunakan, maka jawabannya adalah iya. Namun, perlu diingat bahwa efek obat herbal ini bisa berbeda-beda pada setiap orang tergantung kondisi tubuhnya.
Aturan dan Cara Minum Tolak Angin

Tolak Angin hadir dalam berbagai varian, mulai dari Tolak Angin Cair, Tolak Angin Anak, hingga Tolak Angin Flu. Setiap varian memiliki aturan minum yang berbeda-beda sehingga perlu dicermati agar manfaat Tolak Angin bisa dirasakan secara maksimal.
1. Tolak Angin Cair
Tolak Angin Cair bisa diminum sesuai kebutuhan, mulai dari menjaga daya tahan tubuh, mengatasi masuk angin, mabuk perjalanan, hingga kelelahan. Produk ini tidak direkomendasikan untuk wanita hamil.Aturan minum:
- Menjaga daya tahan tubuh: 2 saset setiap hari selama 7 hari atau lebih
- Meredakan masuk angin atau diare: 3-4 saset per hari
- Sebelum melakukan perjalanan: 1 saset sebelum berangkat.
- Saat mabuk perjalanan: 1-3 saset sesuai kebutuhan
- Kecapekan atau kurang tidur: 1 saset
2. Tolak Angin Anak
Tolak Angin Anak merupakan minuman herbal untuk mengatasi gejala masuk angin yang diramu secara khusus untuk dikonsumsi anak-anak. Tolak Angin Anak untuk usia berapa? Minuman herbal ini bisa dikonsumsi oleh anak usia 1-6 tahun dan harus mengikuti aturan minum sebagai berikut:- Anak usia 1 tahun: ½ saset, bisa langsung diminum atau dicampur dengan ½ gelas air putih hangat.
- Anak usia 2-6 tahun: 1 saset, bisa langsung diminum atau dicampur dengan ½ gelas air putih hangat.
- Minum 3 saset sehari dan setelah makan hingga kondisi tubuh anak membaik.
3. Tolak Angin Flu
Tolak Angin Flu berkhasiat untuk meringankan gejala selesma yang meliputi pilek, hidung tersumbat, sakit kepala, serta badan pegal-pegal. Minuman herbal ini juga bisa membantu menjaga daya tahan tubuh.Aturan minum:
- 1 saset sekali minum, bisa diminum langsung atau dicampur dengan ½ gelas air putih hangat.
- Minum 3 kali dalam sehari dan setelah makan.
- Harap kocok dulu sebelum diminum.
4. Tolak Angin Batuk
Manfaat Tolak Angin Batuk adalah untuk meredakan tenggorokan yang gatal, mengencerkan dahak, sekaligus menghangatkan saluran pernapasan akibat batuk.Aturan minum:
- 1 saset sekali minum, bisa diminum langsung atau dicampur dengan ½ gelas air putih hangat.
- Minum 3 kali dalam sehari dan setelah makan.
- Harap kocok dulu sebelum diminum.
5. Tolak Angin Blend Mix
Tolak Angin juga tersedia dalam bentuk serbuk konsentrat yang bisa ditambahkan ke minuman apa saja sesuai selera. Produk ini bermanfaat untuk meredakan masuk angin beserta gejala-gejalanya, seperti meriang, pusing, mual, perut kembung, dan sakit perut.Aturan minum: Tambahkan Tolak Angin Blend Mix sebanyak 1-3 sendok makan (10-30 gram) atau sesuai selera ke dalam minuman apa saja, baik minuman panas atau dingin.
6. Tolak Angin Sugar Free
Tolak Angin Sugar Free juga dibuat dari ekstrak bahan alami yang difromulasikan secara khusus agar aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Seperti Tolak Angin Cair, minuman herbal ini juga berkhasiat untuk meredakan masuk angin.Aturan minum:
- Menjaga daya tahan tubuh: 2 saset setiap hari selama 7 hari atau lebih
- Meredakan masuk angin atau diare: 3-4 saset per hari
- Sebelum melakukan perjalanan: 1 saset sebelum berangkat.
- Saat mabuk perjalanan: 1-3 saset
- Kecapekan atau kurang tidur: 1 saset
Efek Samping Minum Tolak Angin

Secara keamanan pangan, Sido Muncul menjamin bahwa produk Tolak Angin yang terbuat dari bahan-bahan alami ini aman dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan. Tak hanya itu, produk ini juga mampu mendukung daya tahan tubuh melalui peningkatan sel T limfosit perifer yang berperan dalam sistem imun.
Dilansir dari laman resminya, hal ini sudah dibuktikan oleh penelitian dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma serta Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro yang bekerja sama dengan Sido Muncul.
Meski aman, tetap ada kemungkinan efek samping setelah meminum Tolak Angin, terutama bagi mereka yang memiliki alergi terhadap bahan-bahan pembuatan Tolak Angin. Dikutip dari situs K24Klik, beberapa efek samping ringan yang mungkin bisa terjadi meliputi:
- Mual
- Sendawa
- Sakit perut
- Heartburn
- Mulut terasa kering
- Sakit kepala
- Susah tidur
- Kegelisahan
- Penglihatan kabur
- Peningkatan denyut jantung
- Penyempitan pembuluh darah jantung
- Penurunan gerak usus
Jika memiliki kondisi tertentu (riwayat penyakit, hamil, atau menyusui), wajib untuk berkonsultasi dengan dokter dan jangan sembarangan minum obat, jamu, atau minuman herbal seperti Tolak Angin.
Tertarik dengan info menarik lain seputar dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id

































