Menuju konten utama

Mandiri Waspadai Suku Bunga-Nilai Tukar di Semester II 2026

Bank Mandiri mewaspadai dinamika suku bunga BI, likuiditas, nilai tukar, dan gejolak global pada semester II 2026 sambil menjaga pertumbuhan kredit.

Mandiri Waspadai Suku Bunga-Nilai Tukar di Semester II 2026
Logo Bank Mandiri . FOTO/dok.Bank Mandiri
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Riduan mengungkapkan, ada sejumlah tantangan yang menjadi perhatian Perseroan sepanjang Juli-Desember 2026. Salah satu persoalan selama paruh kedua 2026 ialah terkait dinamika suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Menurut Riduan, arah suku bunga acuan akan terus menjadi fokus Perseroan seiring dengan besarnya pengaruh kebijakan moneter tersebut terhadap kondisi likuiditas, penyaluran kredit perbankan, biaya pendanaan, hingga aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

"Arah suku bunga akan tetap menjadi fokus kami karena akan mempengaruhi dinamika pendanaan untuk penyaluran kredit serta aktivitas ekonomi secara keseluruhan,” kata dia dalam konferensi pers secara daring, dikutip Jumat (24/7/2026).

Masih berkaitan erat dengan suku bunga, persoalan lain yang dicermati Bank Mandiri adalah terkait kondisi likuiditas industri perbankan. Selanjutnya, ada tantangan yang datang dari dinamika nilai tukar yang disebabkan oleh ketidakpastian kondisi geopolitik dan ekonomi global.

"Di sisa enam bulan ke depan di tahun 2026 ini akan banyak hal yang terkait dengan dinamika suku bunga. Jadi, karena likuiditas tentunya akan terkait dengan kenaikkan suku bunga, kemudian stabilitas nilai tukar, serta ketidakpastian global dan domestik," ujarnya.

Karenanya, sebagai mitigasi risiko, Riduan menjelaskan bahwa ke depan Bank Mandiri akan selalu mengedepankan pengelolaan risiko yang prudent untuk menjaga ketahanan fundamental dan mendukung stabilitas perekonomian nasional. Pada saat yang sama, bank dengan kode saham BMRI tersebut juga akan terus mencermati perkembangan global maupun domestik.

"Hal ini termasuk dinamika geopolitik dan ekonomi, serta akan mengantisipasi dampaknya terhadap pergerakan harga komoditas dan pasar keuangan," jelas dia.

Namun, di tengah tantangan yang mengadang, Bank Mandiri berkomitmen untuk menjalankan fungsi intermediasi secara optimal, melalui optimalisasi strategi pertumbuhan berbasis ekosistem, akselerasi transaksi dan transformasi digital yang berkelanjutan, serta peningkatan kualitas layanan yang semakin baik.

"Dengan fundamental yang kuat, Bank Mandiri akan terus bertumbuh secara berkelanjutan, memperluas pembiayaan kepada sektor-sektor produktif termasuk UMKM serta terus mendukung agenda pembangunan nasional sebagai agent of development," pungkas Riduan.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana