tirto.id - PT Bank Danamon Indonesia Tbk atau Bank Danamon berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,6 triliun pada semester I 2025. Laba bersih konsolidasian setelah pajak ini tumbuh 12 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,5 triliun.
“Laba operasional tercatat sebesar Rp9,4 triliun, stabil dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Chief Financial Officer (CFO) Bank Danamon, Theresia Adriana Widjaja, dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Semester I 2025 Bank Danamon secara virtual, Rabu (30/7/2025).
Pertumbuhan laba bersih Bank Danamon terutama didukung perbaikan biaya kredit atau cost of credit sebesar 16 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Jika dirinci, per 30 Juni 2025, Bank Danamon membukukan total kredit dan trade finance consolidation sebesar Rp195,7 triliun, tumbuh 6 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan kredit ini, menurut Theresia, ditopang oleh pertumbuhan lini bisnis perbankan internasional dan lembaga finansial, serta kredit konsumsi dan UKM yang tumbuh hingga dua digit.
“Penyaluran kredit manufaktur di Danamon trennya sangat positif untuk beberapa tahun terakhir ini sejak MUFG menjadi controlling shareholders. Itu kita bisa tumbuh double digit. Juga untuk semester I di tahun ini. Dan trennya kita expect akan berlanjut,” jelas Wakil Direktur Utama Bank Danamon, Honggo Widjojo Kangmasto, dalam kesempatan yang sama.
Bahkan, menurutnya penyaluran kredit Perseroan tak terpengaruh kebijakan tarif resiprokal sebesar 19 persen yang ditetapkan Amerika Serikat (AS) kepada Indonesia. Meski begitu, Bank Danamon akan terus melakukan asesmen terhadap calon nasabah yang mengajukan kredit kepada Perseroan.
“Terkait tarif resiprokal ini, memang ada klien-klien kita yang punya ekspor ke Amerika. Tetapi tidak begitu besar porsi eksportnya. Dan juga saingan ekspor untuk negara-negaranya itu pun juga terkena tarif. Malah ada tarif yang lebih tinggi. Dan kita terus support existing clients kita,” tambahnya.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) Bank Danamon tumbuh 10 persen, mencapai Rp160,1 triliun. Selain itu, total pendanaan granular mencapai Rp93,1 triliun, tumbuh 2 persen (yoy)
“Danamon juga membukukan pertumbuhan rekening giro dan tabungan atau kasar sebesar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata CFO Bank Danamon, Theresia Adriana.
Di sisi lain, Bank Danamon telah membukukan margin bunga bersih atau NIM (net interest margin) konsolidasian sebesar 7 persen. Sedangkan, kualitas aset Bank Danamon tetap terjaga baik pada semester pertama tahun 2025, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang lebih baik 210 basis poin (bps) dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 9,9 persen.
“Rasio NPL Bruto pada waktu yang sama adalah sebesar 1,8 persen, 40 basis point lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, rasio cakupan NPL atau NPL coverage ratio adalah sebesar 279,2 persen, meningkat 16 persen dari tahun sebelumnya sebesar 263,2 persen,” lanjut Theresia.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































