Menuju konten utama

Kumpulan Soal Tes TKA Antropologi SMA/SMK dan Jawabannya

Simak contoh soal Tes Kemampuan Akademik SMA/SMK 2025 mata pelajaran Antropologi yang dilengkapi dengan kunci jawabannya.

Kumpulan Soal Tes TKA Antropologi SMA/SMK dan Jawabannya
Ilustrasi Latihan Soal TKA SMA/SMK Antropologi. foto/Freepik

tirto.id - Kumpulan contoh soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2025 untuk jenjang SMA/SMK dengan mata pelajaran pilihan Antropologi kini tersedia sebagai bahan belajar. Referensi soal ini dapat dimanfaatkan peserta didik untuk menghadapi ujian TKA yang dijadwalkan berlangsung sekitar bulan November mendatang.

Mata pelajaran Antropologi menjadi salah satu pilihan dalam TKA SMA/SMK sederajat. Kehadiran mapel ini diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kemampuan peserta didik dalam memahami, menganalisis, sekaligus mengaplikasikan konsep-konsep antropologi sebagai bagian dari disiplin ilmu sosial.

Dalam pelaksanaan ujiannya, peserta didik tidak hanya diuji pada aspek konseptual, tetapi juga aspek praktis. Soal-soal yang diberikan menuntut kemampuan menerapkan metode dan pola pikir antropologis dalam menganalisis problematika sosial dan budaya yang terjadi di masyarakat.

Kumpulan Contoh Soal Tes Kemampuan Akademik Antropologi dan Jawabannya

Pada jenjang pendidikan menengah atas, pembelajaran antropologi berorientasi pada pengembangan kemampuan mengidentifikasi, menelusuri, dan mengungkap makna di balik fenomena sosial budaya.

Dalam konteks masyarakat yang semakin digital dan multikultural, pendekatan antropologi membekali peserta didik dengan kerangka ilmiah untuk memahami dinamika sosial budaya secara komprehensif.

1) Manakah pernyataan yang mencerminkan penerapan antropologi sosial budaya dalam sistem sosial masyarakat?

Tentukan Sesuai atau Tidak Sesuai pada setiap pernyataan yang mencerminkan penerapan antropologi sosial budaya dalam sistem sosial masyarakat berikut!

A. Seorang tenaga kesehatan mempelajari kepercayaan masyarakat tentang penyakit sebelum menyusun program penyuluhan.

B. Tim pengembangan desa mengidentifikasi struktur sosial dan adat lokal sebelum merancang program pembangunan masyarakat.

C. Peneliti menilai efektivitas program sosial hanya berdasarkan indikator ekonomi tanpa memperhatikan nilai budaya.

Jawaban:

A. Sesuai

B. Sesuai

C. Tidak Sesuai

2) Masyarakat kini mulai memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan budaya lokal. Mereka membuat konten video tentang upacara adat, membagikan resep masakan tradisional melalui media sosial, serta mengadakan pelatihan daring untuk melestarikan keterampilan seperti membatik atau membuat kerajinan tangan.

Namun, sebagian ahli antropologi mempertanyakan apakah praktik semacam itu masih mencerminkan bentuk kearifan lokal. Mengapa para ahli berpendapat seperti itu?

A. Kearifan lokal seharusnya hanya diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.

B. Penggunaan media digital dianggap mengurangi nilai tradisi budaya secara otomatis.

C. Kearifan lokal biasanya berkembang dari praktik dan nilai dalam masyarakat dalam waktu lama.

D. Budaya digital berasal dari luar dan tidak memiliki unsur budaya sama sekali.

E. Kearifan lokal hanya berlaku jika dilakukan secara langsung tanpa media teknologi.

Jawaban: C

3) Dalam sepuluh tahun terakhir, sebuah desa di daerah terpencil mulai terhubung dengan dunia luar melalui internet dan pembangunan jalan baru. Anak-anak mulai mengenal teknologi digital, orang tua mulai mendorong pendidikan anak hingga ke kota, dan masyarakat perlahan meninggalkan kebiasaan adat yang dianggap menghambat kemajuan. Di sisi lain, anak muda mulai jarang berbicara dalam bahasa daerah, dan beberapa tradisi mulai ditinggalkan karena dianggap tidak relevan.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, manakah yang merupakan dampak positif dari perubahan sosial budaya bagi masyarakat? (Jawaban benar lebih dari satu)

A. Meningkatnya ketertarikan generasi muda terhadap budaya populer dari luar negeri.

B. Masyarakat mulai terbuka terhadap pentingnya pendidikan formal.

C. Meningkatnya akses terhadap teknologi komunikasi dan informasi.

D. Anak-anak menjadi lebih akrab dengan budaya digital dan gaya hidup global.

E. Adanya pergeseran nilai ke arah pemikiran yang lebih rasional dan modern.

Jawaban:

B, C, dan E

4) Globalisasi membawa arus informasi, teknologi, dan budaya yang melintasi batas-batas geografis dan budaya dengan sangat cepat. Dalam masyarakat multikultural, globalisasi berdampak pada pergeseran nilai, perubahan pola konsumsi budaya, serta gaya hidup global yang terkadang mengaburkan identitas budaya lokal. Di satu sisi, globalisasi mendorong toleransi, kolaborasi, dan keterbukaan antarbudaya. Namun di sisi lain, ia juga dapat memicu homogenisasi budaya, konflik identitas, dan ketimpangan akses sumberdaya global.

Manakah pernyataan yang mendeskripsikan dampak globalisasi pada ilustrasi tersebut?

A. Keberagaman dalam masyarakat global dapat terhubung tanpa batas wilayah sehingga membentuk keterhubungan.

B. Masyarakat multikultural sulit untuk disatukan karena perbedaan warna dan karakteristik yang terlalu banyak.

C. Masyarakat multikultural dapat hidup rukun jika ada kesediaan untuk bersatu dan saling menghargai.

Jawaban:

A. Tepat

B. Tidak Tepat

C. Tepat

5) Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan etnografi sebagai metode penelitian dalam antropologi?

A. Etnografi adalah metode eksperimen yang menguji perilaku manusia secara kuantitatif di laboratorium.

B. Etnografi adalah metode yang digunakan untuk menganalisis dokumen sejarah secara statistik.

C. Etnografi adalah metode yang melibatkan peneliti secara langsung dalam kehidupan masyarakat untuk memahami budaya mereka secara mendalam.

D. Etnografi adalah metode pengumpulan data yang hanya dilakukan melalui kuesioner dan survei daring.

E. Etnografi adalah pendekatan untuk membandingkan data genetik dalam kajian antropologi ragawi.

Jawaban: C

6) Ilustrasi: Di Desa Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur, masyarakat masih mempertahankan bentuk rumah adat Mbaru Niang dan sistem gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menghadapi arus pariwisata dan modernisasi, pemerintah daerah bekerja sama dengan antropolog untuk menjaga nilai-nilai budaya lokal sambil mengembangkan potensi ekonomi masyarakat

Berdasarkan ilustrasi di atas, manakah yang merupakan bentuk penerapan Antropologi Sosial dan Antropologi Budaya sebagai Antropologi Terapan?

(Jawaban benar lebih dari satu)

A. Mengkaji struktur sosial dan sistem gotong royong masyarakat Wae Rebo untuk merancang kebijakan pembangunan yang sesuai.

B. Meneliti makna simbolik rumah adat Mbaru Niang dan menjadikannya dasar pengembangan ekowisata berbasis budaya.

C. Mengganti tradisi lokal dengan budaya global agar masyarakat dapat lebih cepat beradaptasi dengan pariwisata modern.

D. Memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang bagaimana mempertahankan identitas budaya di tengah arus wisatawan.

E. Menstandarkan budaya lokal agar seragam dan mudah dipromosikan secara nasional.

jawaban: A, B, D

7) Di sebuah desa adat di Bali, masyarakat secara turun-temurun menjalankan tradisi Subak, yaitu sistem irigasi berbasis komunitas yang mengatur pembagian air untuk sawah secara adil. Sistem ini juga mengandung nilai spiritual karena melibatkan upacara dan koordinasi antar kelompok petani.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul tantangan: lahan pertanian banyak dijual untuk pembangunan vila, anak muda tidak lagi tertarik bertani, dan sistem teknologi irigasi modern perlahan menggantikan peran tradisional Subak.

Berdasarkan cerita tersebut, tentukan Sesuai atau Tidak Sesuai untuk setiap pernyataan berikut yang menggambarkan fungsi kearifan lokal dalam masyarakat!

A. Alih fungsi lahan dan pembangunan vila menunjukkan tantangan kearifan lokal sebagai dampak pariwisata.

B. Resistensi anak muda terhadap sistem Subak merupakan bentuk pelestarian budaya sebagai bagian kearifan lokal.

C. Penggantian sistem Subak dengan irigasi modern dapat mengikis nilai-nilai kolektivitas dalam masyarakat.

Jawaban:

A.Sesuai

B.Tidak Sesuai

C.Sesuai

8) Masyarakat multikultural terdiri atas beragam suku, ras, agama, dan budaya, seperti masyarakat Indonesia yang dikenal kaya akan keberagaman.

Manakah contoh penerapan keberagaman masyarakat multikultural yang tepat dalam kehidupan sehari-hari?

A. Tokoh masyarakat menjalankan tradisi lokal sesuai dengan budaya daerahnya.

B. Masyarakat adat mengadakan upacara adat sesuai dengan kebiasaan nenek moyang.

C. Masyarakat mengenakan pakaian batik dalam peringatan Hari Batik Nasional.

D. Warga melakukan kegiatan jual beli di pasar tradisional setiap hari.

E. Umat dari agama lain ikut membantu saat perayaan hari besar keagamaan suatu agama.

Jawaban: E

9) Seorang murid melakukan observasi terhadap komunitas adat yang masih melakukan ritual panen secara turun-temurun. Komunitas tersebut juga menolak teknologi pertanian modern karena dianggap mengganggu keseimbangan alam dan leluhur.

Manakah dari pernyataan berikut yang mencerminkan penerapan prinsip-prinsip dasar Antropologi yang dapat diterapkan oleh murid tersebut?

A. Menghargai sistem kepercayaan komunitas sebagai bagian dari pandangan dunia mereka.

B. Menilai bahwa komunitas tersebut bersifat tradisional karena tidak mengikuti kemajuan zaman.

C. Menggunakan pendekatan holistik untuk memahami hubungan antara ritual dan sistem kepercayaan mereka.

Jawaban:

A.Tepat

B.Tidak Tepat

C.Tepat

10) Globalisasi membawa pengaruh besar terhadap pola pikir dan gaya hidup masyarakat. Namun, dalam konteks antropologi, penting untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal agar identitas budaya tidak hilang.

Manakah contoh upaya menjaga kearifan lokal di tengah arus globalisasi?

A. Remaja lebih memilih menggunakan produk luar negeri karena dianggap lebih modern.

B. Pemerintah daerah mengajarkan tarian tradisional di sekolah-sekolah.

C. Masyarakat desa beralih ke pertanian modern dan meninggalkan semua teknik tradisional.

D. Warga kota lebih bangga menggunakan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari.

E. Anak muda lebih senang mengonsumsi makanan cepat saji dibanding makanan khas daerah.

Jawaban: B

Link Akses Kumpulan Contoh Soal TKA 2025

Selain mempelajari materi yang tercakup dalam Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, peserta didik juga dianjurkan untuk mengeksplorasi kumpulan contoh soal TKA 2025.

Melalui latihan soal, murid dapat memahami variasi bentuk pertanyaan sekaligus pola soal yang kerap muncul dalam ujian. Cara ini dinilai efektif untuk melatih kemampuan analisis, memperkuat ingatan konsep, serta mengasah keterampilan dalam menjawab soal secara tepat dan cepat.

Kumpulan Contoh Soal TKA-2025

Tirto telah merangkum sejumlah informasi penting mengenai Kumpulan Soal TKA. Yuk, cek artikel selengkapnya dengan klik tautan di bawah ini!

Kumpulan Artikel TKA

Baca juga artikel terkait CONTOH SOAL atau tulisan lainnya dari Wulan AE

tirto.id - Edusains
Kontributor: Wulan AE
Penulis: Wulan AE
Editor: Indyra Yasmin