Kronik Sejarah Kecelakaan Kereta Api Listrik (KRL) 1993-2019

Oleh: Iswara N Raditya - 11 Maret 2019
Dibaca Normal 2 menit
Dalam riwayat sejarahnya sejak 1993, kecelakaan KRL Jabodetabek sering terjadi dan disebabkan oleh berbagai faktor.
tirto.id - Terjadi kecelakaan Kereta Api Listrik (KRL) atau Commuterline dalam perjalanan dari Jakarta menuju Bogor, Minggu (10/3/2019) sekitar pukul 10.15 WIB pagi. Setidaknya dua gerbong kereta terguling dan keluar jalur karena tertimpa tiang listrik. Kecelakaan KRL Jabodetabek sudah kerap terjadi sejak 1993. Berikut ini rangkaian sejarahnya disajikan dalam kronik.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan KRL kemarin selain puluhan orang yang mengalami luka-luka, namun insiden ini sempat membuat lumpuh jalur kereta rute Jakarta-Bogor dan sebaliknya. Pihak PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) langsung memberikan pernyataan melalui keterangan tertulisnya.

“PT KCI memohon maaf atas gangguan perjalanan di lintas Bogor-Jakarta Kota/Jatinegara dan sebaliknya sehubungan dengan adanya anjlokan KA 1722 relasi Jatinegara-Bogor di petak jalan antara Cilebut-Bogor yang terjadi sekitar pukul 10.15 WIB,” tulis Vice President Corporate Communication PT KCI, Eva Chairunisa.

Berikut ini kronik kecelakaan KRL Jabodetabek:

1993
Dua KRL bertabrakan pada 2 November 1993 sekitar pukul 07.30 WIB di daerah Ratu Jaya, Kota Depok. Sebanyak 20 orang tewas dan lebih dari 100 orang lainnya mengalami luka-luka akibat kecelakaan ini.


Insiden ini merupakan kecelakaan terburuk ketiga dalam sejarah kereta api di Indonesia setelah tragedi Bintaro yang terjadi tahun 1987 serta tabrakan antara kereta Empu Jaya dengan Gaya Baru Malam Selatan pada akhir 2001.
____________________________

2006
Enam orang meninggal dunia akibat kecelakaan yang dialami KRL Pakuan jurusan Jakarta-Bogor pada 18 April 2006 yang menabrak angkutan Metromini jurusan Pasar Minggu-Cililitan. Insiden ini terjadi di perlintasan kereta api Duren Kalibata, Jakarta Selatan.

____________________________

2007
Hampir setahun berselang, terjadi lagi musibah yang menimpa KRL. Tanggal 2 Januari 2007, gerbong Commuter Line Nomor 241 jurusan Jakarta-Bojong Gede anjlok di jalur 10 Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat. Beruntung, tidak ada korban dalam insiden ini.
____________________________

2009
Tabrakan antar-kereta kembali terjadi pada 5 Juni 2009. Dua KRL saling bertumbukan di dekat Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Namun, jalur kereta mengalami hambatan karena arus listrik untuk sementara harus dipadamkan hingga situasi pulih.

____________________________

2012
Tanggal 4 Oktober 2012, gerbong KRL Commuterline Nomor 435 tujuan Jakarta Kota anjlok dan menabrak peron stasiun hingga mengalami kerusakan. Aktivitas transportasi kereta api pun terganggu akibat insiden yang tidak memakan korban ini. Jadwal pelayanan KRL untuk sementara hanya sampai Stasiun Bojong Gede dan Stasiun Bogor sampai situasi normal kembali.
____________________________

2013
Terjadi tabrakan antara KRL jurusan Serpong-Tanah Abang dengan nomor 1131 dengan sebuah truk tangki Pertamina yang memuat bahan bakar jenis premium sebanyak 24 ribu liter.


Musibah yang terjadi pada 9 Desember 2013 ini berlangsung di perlintasan kereta api Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, sekitar pukul 11.00 WIB. Terdengar tiga kali ledakan dari lokasi kecelakaan, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
____________________________

2015
Di dekat Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, pada 23 September 2015 pukul 15.25 WIB, terjadi kecelakaan antar-kereta. KRL dengan nomor 1156 menabrak kereta api di depannya bernomor 1154 pada sekitar jam 15.30 WIB.

Insiden ini menyebabkan kedua rangkaian kereta mengalami kerusakan yang cukup berat. Sebanyak 42 orang luka-luka, termasuk salah satu masinis yang terluka parah dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto.


Tanggal 6 Desember 2015, kecelakaan di jalur kereta Jabodetabek lagi-lagi terjadi. KRL yang melintas di kawasan Angke, Tambora, Jakarta Barat, menghantam bus Metromini yang nekat menerobos perlintasan kereta. Korban tewas sebanyak 18 orang seluruhnya merupakan penumpang Metromini.
____________________________

2016
Seorang pengendara motor tewas ditubruk KRL yang sedang melintas pada 23 April 2016. Peristiwa berujung maut ini terjadi setelah pengengara motor nekat menerobos pintu perlintasan kereta di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.


Kereta api pengangkut barang milik PT KAI Commuter Jabodetabek menabrak lori crane di jalur lintas Bojong Gede-Cilebut pada 9 September 2016 sekitar pukul 03.40 WIB dini hari. Tidak ada korban jiwa, namun jalur kereta api Jabodetabek sempat terganggu akibat kecelakaan ini.
____________________________

2017

Tanggal 29 November 2017 pukul 21.30 WIB malam, seorang perempuan tewas tersambar KRL di kolong fly over Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Saat kejadian, korban tidak membawa identitas apapun dan jenazahnya langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Fatmawati.


Kejadian serupa terjadi lagi pada 21 Desember 2017. Seorang perempuan tewas tertabrak KRL Commuterline di perlintasan kereta Kayu Manis Barat, Matraman, Jakarta Timur. Diduga, korban tidak mendengar bunyi peringatan saat KRL akan melintas karena sedang mendengarkan musik melalui earphone.
____________________________

2018
Seorang ibu dan anaknya yang baru berusia 10 tahun tewas tertabrak KRL Commuterline jurusan Jakarta-Cikarang di perlintasan Bulak Lapak, Bekasi Timu, pada 3 Januari 2018.

Tanggal 17 Juni 2018, KRL Commuter Line jurusan Duri-Tangerang menghantam mobil berjenis Avanza yang membawa satu keluarga di perlintasan kereta api dekat Stasiun Batu Ceper, Kota Tangerang. Mobil sempat terseret kereta sejauh 500 meter, tiga orang penumpangnya meninggal dunia.


KRL jurusan Duri-Tangerang kembali mengalami insiden. Sebuah mobil rusak parah setelah ditabrak KRL di Cengkareng, Jakarta Barat, pada 12 Desember 2018. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, namun mobil berjenis Nissan X-Trail itu ringsek dan rusak parah.

Berikutnya, anjloknya kereta angkutan barang atau peti kemas di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, pada 15 Desember 2018, membuat jalur KRL lintas Bekasi-Jakarta Kota mengalami hambatan karena antrean panjang.
____________________________

2019
Yang terbaru, KRL relasi Jatinegara-Bogor yang berangkat dari Jakarta anjlok dan keluar rel pada 10 Maret 2019 kemarin lantaran tertimpa tiang listrik. Belasan orang dilaporkan mengalami luka-luka dan langsung diberikan perawatan medis. Akibat kecelakaan ini, perjalanan kereta dari Jakarta menuju Bogor lumpuh.


Baca juga artikel terkait KRL ANJLOK atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Sosial Budaya)


Penulis: Iswara N Raditya
Editor: Ivan Aulia Ahsan