Menuju konten utama

Kompak dengan Mata Uang Asia, Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.726

Penguatan mata uang Garuda ini terjadi seiring kian susutnya nilai indeks dolar AS sebesar 0,27 persen ke posisi 95,962.

Kompak dengan Mata Uang Asia, Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.726
Petugas menghitung uang rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Senin (27/10/2025). Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50 persen sebagai upaya mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah yang sesuai dengan fundamental di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi serta sinergi untuk turut memperkuat pertumbuhan ekonomi. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.

tirto.id - Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,24 persen ke posisi Rp16.726 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Rabu (28/1/2026). Apresiasi nilai mata uang Garuda ini terjadi seiring kian susutnya nilai indeks dolar AS sebesar 0,27 persen ke posisi 95,962.

Ini merupakan penurunan dolar AS terdalam sejak 2022. Tak hanya rupiah, nilai tukar mata uang kawasan Asia juga mengalami penguatan.

Ringgit Malaysia menjadi mata uang yang mengalami peningkatan paling signifikan, mencapai 0,77 persen, disusul baht Thailand dengan penguatan sebesar 0,43 persen dan dolar Taiwan menguat 0,43 persen.

Kemudian, won Korea Selatan naik 0,38 persen, peso Filipina naik 0,38 persen, dan yuan China menguat 0,08 persen.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, saat ini pasar masih fokus terhadap pertemuan kebijakan dua hari Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang dijadwalkan berakhir pada hari ini. Secara luas, pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil setelah tiga kali pemotongan berturut-turut dalam pertemuan sebelumnya.

Meski begitu, perselisihan Presiden AS Donald Trump dengan Ketua Fed Jerome Powell menimbulkan kekhawatiran pasar tentang independensi bank sentral dari campur tangan politik.

Di sisi lain, pasar juga khawatir akan potensi penutupan pemerintahan AS kembali, setelah anggota Senat dari partai Demokrat berjanji memblokir RUU pendanaan besar menyusul penembakan yang terjadi di Minneapolis baru-baru ini.

“Pasar prediksi Polymarket menunjukkan peluang penutupan melonjak tajam dari sekitar 8 persen pada hari Jumat menjadi hampir 78 persen pada hari Senin,” kata Ibrahim, dalam keterangan resminya.

Dari dalam negeri, Ibrahim menyoroti kebijakan pembiayaan utang yang diprediksi akan menghadapi tantangan berat di tahun 2026. Meski target pembiayaan utang netto dalam RAPBN 2026 tercatat Rp832,21 triliun, kebutuhan untuk menarik utang baru secara bruto jauh lebih besar, yakni mencapai Rp1.650 triliun.

“Angka tersebut meliputi kebutuhan untuk menutup defisit anggaran dan, yang lebih signifikan, untuk melunasi pokok utang lama yang jatuh tempo pada tahun berjalan,” ucap Ibrahim.

Dengan berbagai sentimen tersebut, ia memperkirakan rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di kisaran Rp16.760-Rp16.790 per dolar AS.

Baca juga artikel terkait RUPIAH atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana