Menuju konten utama

Menguat Tiga Hari Beruntun, Rupiah Finis Rp16.820 di Akhir Pekan

Jika dilihat selama sepekan, penguatan rupiah telah terjadi tiga hari berturut-turut sejak Rabu (21/1/2026).

Menguat Tiga Hari Beruntun, Rupiah Finis Rp16.820 di Akhir Pekan
Petugas menghitung uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025). Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Senin (15/9) di Jakarta melemah sebesar 33,50 poin atau 0,20 persen menjadi Rp16.408 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.375 per dolar AS. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/sgd

tirto.id - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan sore ini, Jumat (23/1/2026).

Mata uang domestik ditutup pada level Rp16.820 per dolar AS, naik 76 poin atau 0,45 persen dari penutupan sebelumnya di level Rp16.896. Rupiah bahkan sempat menguat hingga 80 poin, semakin menjauh dari Rp17.000.

Jika dilihat selama sepekan, penguatan rupiah telah terjadi tiga hari berturut-turut, dengan apresiasi masing-masing 0,12 persen pada Rabu dan Kamis (21-22/1/2026), serta 0,45 persen pada hari ini.

Pengamat Ekonomi dan Mata Uang, Ibrahim Assuaibi, menilai penguatan ini turut didorong oleh pelemahan indeks dolar AS di pasar global. Ia menjelaskan bahwa pasar saat ini masih memantau keputusan penting dari Presiden AS Donald Trump.

"Pasar saat ini menunggu pilihan Presiden AS Donald Trump untuk Ketua Fed berikutnya yang menggantikan Jerome Powell. Ketua The Fed yang lebih lunak akan meningkatkan spekulasi tentang penurunan suku bunga lebih lanjut tahun ini," katanya dalam keterangannya.

Namun, ia juga menyoroti data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan, seperti Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga dan pasar tenaga kerja yang stabil. Kondisi ini mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dalam pertemuan akhir Januari.

Faktor eksternal lain yang mempengaruhi adalah meredanya ketegangan geopolitik. Ibrahim mencatat, Trump telah melunakkan ancaman terkait Greenland dan menyatakan harapan agar tidak ada tindakan militer lebih lanjut di Iran, meski dengan catatan.

Di sisi internal, stabilitas Rupiah juga mendapat perhatian dari Dana Moneter Internasional (IMF). Lembaga tersebut meminta Bank Indonesia (BI) untuk bijaksana dalam melakukan intervensi di pasar valuta asing.

IMF menegaskan bahwa nilai tukar Rupiah harus tetap berfungsi sebagai peredam guncangan utama. "IMF menekankan intervensi harus dilakukan secara bijaksana dan terukur," ujar Ibrahim.

Menurut Ibrahim, IMF juga menyambut baik langkah BI dalam mengelola cadangan devisa dan menilai arah kebijakan moneter bank sentral sudah tepat. BI telah menurunkan suku bunga acuan secara bertahap, dengan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate terkini berada di level 4,75 persen.

Baca juga artikel terkait RUPIAH atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana