Menuju konten utama

Dolar Mendekati Rp17 Ribu, Warga Serbu Money Changer

Penguatan dolar AS mendorong warga menukarkan tabungan valas demi meraih untung. Beberapa waktu lalu rupiah sempat sentuh level terlemah sepanjang sejarah.

Dolar Mendekati Rp17 Ribu, Warga Serbu Money Changer
Petugas menghitung uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9/2025). Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Senin (15/9) di Jakarta melemah sebesar 33,50 poin atau 0,20 persen menjadi Rp16.408 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.375 per dolar AS. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Vena Widiyawati (27) bergegas ke gerai penukaran uang asing (money changer). Bukan karena butuh dana segar dalam waktu cepat, keputusan ini dia ambil setelah melihat tren kenaikan nilai tukar dolar ke rupiah yang kian tinggi. Hampir Rp17 ribu.

"Melihat di Google, di berita juga, harga tukar uang dolar [AS] itu naik, hampir Rp17 ribu. Jadi ini mau tukar [ke rupiah]," ceritanya kepada Tirto, ditemui di money changer di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).

Vena mengakui, naiknya nilai tukar dolar AS merupakan keuntungan tersendiri. Meskipun, Vena tak mengingat berapa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ia mengantongi mata uang asing tersebut. Total uang yang ia tukarkan mencapai 300 dolar AS.

"Enggak semua mau ditukar, sebagian saja, yang mau saya tukar sekarang 300 dolar dulu. Sisanya mau disimpan saja," lanjut dia.

Akan tetapi, ia mengaku tak terlalu memahami mengapa nilai tukar dolar AS meningkat. Dia hanya berharap perekonomian Indonesia tetap stabil.

"Sebenarnya bagi pemilik dolar ini menguntungkan sih karena memang keuntungannya lebih banyak. Saya enggak tahu kenapa ini naik, tapi ya semoga baik-baik saja [perekonomian Tanah Air]," ucap Vena.

Gerai Money Changer di Jakarta

Suasana salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026). tirto.id/Muhammad Naufal

Berdasar pantauan Tirto, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS senilai Rp16.896 pada perdagangan Kamis (22/1/2026). Rupiah naik 40 poin atau 0,24 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.936 per dolar AS.

Pada Selasa (20/1/2026) nilai tukar rupiah juga sempat terpuruk ke level paling lemah sepanjang masa. Kurs rupiah menyentuh Rp16.956 per dolar AS, depresiasi terburuk sejak 1998.

Upaya mengeruk untung dari nilai dolar AS yang kian kuat juga dilakukan oleh Aqila Zika (33). Ia mengaku masih memiliki sejumlah tabungan uang dolar AS. Melihat tren, dia berniat menukar uang dolar AS yang dia simpan itu.

Aqila mengaku disarankan oleh orangtuanya untuk menukarkan uang tersebut saat momen nilai tukarnya mencapai sekitar Rp17 ribu.

"Kebetulan masih ada tabungan [uang dolar AS] di rumah. Orangtua ngasih kabar kalau [nilai tukar] Rp17 ribu. Jadi, saya ke sini buat menukarkan uangnya," sebut dia di lokasi yang sama.

Menurut Aqila, nilai tukar rupiah per dolar AS bisa bergerak terus. Dia mempertimbangkan kemungkinan nilai tukar itu menurun.

Karena itu, ia mengaku menukarkan sebagian besar tabungan dolar AS miliknya. Namun, Aqila enggan mengungkapkan dengan detail total uang dolar AS yang ditukarkan.

"Kalau disimpan kelamaan juga sayang, bisa jadi nilainya turun, makanya saya tukarnya sekarang. Yang saya tukar di bawah 500 [dolar AS], enggak terlalu banyak," urai Aqila.

Sebagai informasi, gerai penukaran uang menjual dolar dengan rentang yang variatif. Ada gerai yang menjual di atas Rp17 ribu, ada juga yang di bawahnya. Pantauan Tirto, Kamis (22/1/2026) sore, PT Able Exchange menjual dolar mencapai Rp17.080. Lalu, PT Valuta Inti Prima menjual dolar mencapai Rp16.960.

Baca juga artikel terkait RUPIAH atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Alfons Yoshio Hartanto