Menuju konten utama
Gempa Bumi NTT

Pertamina Cek Fuel Terminal Reo & Maumere Usai Gempa M7,7 di NTT

Pertamina Patra Niaga memastikan seluruh lembaga penyalur aman dan terus berkomunikasi terkait kondisi terkini.

Pertamina Cek Fuel Terminal Reo & Maumere Usai Gempa M7,7 di NTT
Fuel Terminal Maumere. Instagram/fuelterminalmaumere
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Pertamina Patra Niaga mengecek kondisi Fuel Terminal Reo dan Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa magnitudo 7,7 di NTT Sabtu (15/8/2026) pagi. Fuel Terminal merupakan fasilitas industri tempat penyimpanan dan penyaluran bahan bakar minyak dalam skala besar.

“Saat ini Pertamina sedang melakukan pengecekan agar dapat memastikan operasional FT," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, kepada Tirto di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Dia mengatakan Fuel Terminal masih diinspeksi untuk dipastikan kondisinya. Meski begitu, kata Roberth, dampak terhadap bangunan akibat gempa minor. Sementara, kepastian operasional masih dalam pengecekan lantaran kondisi mati listrik.

Lebih lanjut, Roberth menyebut, PT Pertamina Patra Niaga juga memastikan seluruh lembaga penyalur aman dan terus berkomunikasi terkait kondisi terkini.

Kata Roberth, komunikasi dan pemantauan juga terus dilakukan terhadap perkembangan kondisi wilayah bersama pemerintah setempat.

“Mengimbau lembaga penyalur untuk tetap waspada dan memastikan aspek keselamatan operasional," tutur Roberth.

Diketahui, BMKG memberikan peringatan bahwa gempa 7,7 magnitudo ini berpotensi tsunami. Sejumlah bangunan juga runtuh akibat gempa ini. Meski saat ini, BMKG secara resmi mencabut status peringatan tsunami tersebut.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menuturkan, dari hasil pemantauan BMKG sudah tidak ada lagi kenaikan permukaan air laut sehingga menjadi alasan peringatan tsunami dicabut.

Baca juga artikel terkait GEMPA BUMI atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Abdul Aziz