Menuju konten utama
Gempa Bumi NTT

BMKG: Nelayan Boleh Melaut Lagi Usai Peringatan Tsunami Berakhir

Wijayanto mengingatkan meski status peringatan tsunami sudah berakhir, namun masyarakat tetap diimbau waspada.

BMKG: Nelayan Boleh Melaut Lagi Usai Peringatan Tsunami Berakhir
Warga melintas di depan gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedalaman 10 km di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo itu terjadi pada pukul 06.13 WITA setelah sebelumnya gempa berkekuatan M 7,7 juga terjadi di timur laut Mbay Nagekeo, NTT. ANTARA FOTO/Gecio Viana/sth/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mempersilakan kepada masyarakat pesisir Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bermata pencaharian sebagai nelayan untuk bisa kembali melaut. Hal itu disampaikan setelah BMKG mengumumkan berakhirnya peringatan dini tsunami akibat dampak dari gempa bumi yang melanda NTT.

“Ya terima kasih tadi sudah kita sampaikan ya, jadi peringatan ini sudah berakhir berarti bahaya tsunaminya sendiri sudah kita akhiri, sudah tidak berbahaya. Mungkin masyarakat untuk aktivitas di nelayan dan sebagainya sudah bisa beraktivitas normal," kata Wijayanto dalam keterangan pers secara virtual pada Sabtu (15/8/2026).

Kepada masyarakat yang ada di darat atau jauh dari lautan, Wijayanto mengimbau untuk terlebih dahulu menjauhi seluruh bangunan terutama yang mengalami kerusakan secara infrastruktur. Dikhawatirkan bangunan tersebut berpotensi roboh dan menimbulkan korban jiwa susulan.

"Tadi sudah disampaikan bagi masyarakat yang rumahnya ada kerusakan ada retak tentunya harus tetap waspada jangan kembali ke lokasi dulu. Jadi ini masih ada terus nanti sambil memonitor informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG," ujarnya.

Wijayanto mengingatkan kepada masyarakat meski status peringatan tsunami sudah berakhir, namun masyarakat tetap diimbau untuk waspada mengingat masih adanya gempa susulan yang terus terjadi di NTT.

"Baik terima kasih jadi menambahkan kita terus monitor aktivitas gempa susulan ya tadi ya," ujarnya.

Ia menambahkan, BMKG mencatat setidaknya telah terjadi 37 gempa susulan selama kurun waktu dua jam setelah sebelumnya pada Sabtu pagi, NTT diguncang gempa dengan kekuatan 7,7 magnitudo.

“Jadi tadi dengan data 2 jam saja kita sudah memonitor sekitar 37 gempa susulan tentunya ini masih data sangat awal sekali," ungkapnya.

Dia menambahkan, gempa susulan tersebut berpotensi terjadi selama berhari-hari bahkan lebih dari sepekan yang akan terus dipantau oleh BMKG.

“Dengan gempa 7,7 tentunya nanti masih banyak sekali aktivitas gempa susulan bisa berlangsung berhari-hari bahkan mungkin berminggu-minggu gitu ya tapi tentunya bukan berarti kita berminggu-minggu itu harus khawatir harus apa namanya bingung, namun kita terus tetap waspada,” kata dia.

Baca juga artikel terkait GEMPA BUMI atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Abdul Aziz