tirto.id - Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mempersilakan kepada masyarakat pesisir Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bermata pencaharian sebagai nelayan untuk bisa kembali melaut. Hal itu disampaikan setelah BMKG mengumumkan berakhirnya peringatan dini tsunami akibat dampak dari gempa bumi yang melanda NTT.
“Ya terima kasih tadi sudah kita sampaikan ya, jadi peringatan ini sudah berakhir berarti bahaya tsunaminya sendiri sudah kita akhiri, sudah tidak berbahaya. Mungkin masyarakat untuk aktivitas di nelayan dan sebagainya sudah bisa beraktivitas normal," kata Wijayanto dalam keterangan pers secara virtual pada Sabtu (15/8/2026).
Kepada masyarakat yang ada di darat atau jauh dari lautan, Wijayanto mengimbau untuk terlebih dahulu menjauhi seluruh bangunan terutama yang mengalami kerusakan secara infrastruktur. Dikhawatirkan bangunan tersebut berpotensi roboh dan menimbulkan korban jiwa susulan.
"Tadi sudah disampaikan bagi masyarakat yang rumahnya ada kerusakan ada retak tentunya harus tetap waspada jangan kembali ke lokasi dulu. Jadi ini masih ada terus nanti sambil memonitor informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG," ujarnya.
Wijayanto mengingatkan kepada masyarakat meski status peringatan tsunami sudah berakhir, namun masyarakat tetap diimbau untuk waspada mengingat masih adanya gempa susulan yang terus terjadi di NTT.
"Baik terima kasih jadi menambahkan kita terus monitor aktivitas gempa susulan ya tadi ya," ujarnya.
Ia menambahkan, BMKG mencatat setidaknya telah terjadi 37 gempa susulan selama kurun waktu dua jam setelah sebelumnya pada Sabtu pagi, NTT diguncang gempa dengan kekuatan 7,7 magnitudo.
“Jadi tadi dengan data 2 jam saja kita sudah memonitor sekitar 37 gempa susulan tentunya ini masih data sangat awal sekali," ungkapnya.
Dia menambahkan, gempa susulan tersebut berpotensi terjadi selama berhari-hari bahkan lebih dari sepekan yang akan terus dipantau oleh BMKG.
“Dengan gempa 7,7 tentunya nanti masih banyak sekali aktivitas gempa susulan bisa berlangsung berhari-hari bahkan mungkin berminggu-minggu gitu ya tapi tentunya bukan berarti kita berminggu-minggu itu harus khawatir harus apa namanya bingung, namun kita terus tetap waspada,” kata dia.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Abdul Aziz
Masuk tirto.id






























