tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat 38 poin atau 0,23 persen ke level Rp16.780 pada perdagangan spot hari ini, Senin (26/1/2026). Sejalan dengan itu, kurs rupiah Jisdor juga ditutup naik 59 poin atau 0,35 persen ke posisi Rp16.779 per dolar AS.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan, apresiasi mata uang Garuda ini terjadi seiring dengan lesunya dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutu NATO terkait isu Greenland. Menurut Ibrahim, retorika Presiden AS Donald Trump tentang kepentingan strategis AS di wilayah Arktik telah memperketat hubungan transatlantik, memicu kekhawatiran tentang dampak diplomatik dan ekonomi yang lebih luas.
“Memperparah ketegangan geopolitik tersebut, Trump meningkatkan gesekan perdagangan dengan Kanada akhir pekan ini, berjanji untuk mengenakan tarif 100 persen pada barang-barang Kanada jika Ottawa melanjutkan kesepakatan perdagangan dengan China,” jelas Ibrahim, dalam keterangan resminya, dikutip Senin (26/1/2026).
Selain itu, ekspektasi pasar juga sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter AS di mana Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), dijadwalkan untuk mengakhiri pertemuan kebijakannya pada Rabu (28/1/2026). Pertemuan ini dan pasar secara luas dalam mengantisipasi bahwa para pembuat kebijakan akan mempertahankan suku bunga tetap. Meskipun jeda kenaikan suku bunga sebagian besar sudah diperhitungkan, investor akan mencermati pernyataan The Fed dan komentar Ketua Jerome Powell untuk mencari petunjuk tentang waktu dan laju potensi penurunan suku bunga di akhir tahun ini.
“Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia telah menyelesaikan wawancara untuk Ketua Fed berikutnya dan mengkonfirmasi bahwa ia telah membuat pilihannya, menambahkan bahwa pengumuman resmi kemungkinan akan dilakukan sebelum akhir Januari. Pasar tetap waspada bahwa pilihan Presiden Trump untuk Ketua Fed berikutnya dapat mendorong bank sentral menuju jalur kebijakan yang lebih longgar,” tambah Ibrahim.
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari dukungan pasar terhadap komitmen Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas rupiah, dengan melakukan intervensi dalam jumlah besar melalui pasar offshore NDF, DNDF (domestic non-delivery forward), serta pasar spot. Dalam upaya stabilisasi mata uang Garuda ini, Bank Indonesia yakin ke depan rupiah akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat berkat dukungan imbal hasil yang menarik, inflasi rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi.
Penguatan rupiah juga akan didukung cadangan devisa (cadev) yang dinilai lebih dari cukup untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar.
“Selain itu, pasar merespon positif terhadap Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Thomas Djiwandono, akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) di Komisi XI DPR RI sore ini. Thomas dijadwalkan mengikuti fit and proper test pada pukul 16.00-17.00 WIB,” tutup Ibrahim.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id



































