tirto.id - Nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level Rp16.860 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Kamis (15/1/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah naik sebesar 5,00 poin atau 0,03 persen dari level Rp16.865 per dolar AS pada penutupan hari sebelumnya, Rabu (14/1/2026).
Sementara itu, pergerakan mata uang kawasan Asia terpantau bervariasi pada perdagangan pagi ini. Pada pukul 09.30 WIB, yen Jepang (JPY) terpantau melemah 0,03 persen, dolar Hong Kong (HKD) menguat 0,02 persen, dolar Singapura (SGD) menguat 0,01 persen, dolar Taiwan (TWD) menguat 0,03 persen, dan won Korea (KRW) melemah 0,47 persen.
Adapun peso Filipina (PHP) melemah 0,02 persen, rupee India (INR) melemah 0,12 persen, yuan Tiongkok (CNY) menguat 0,06 persen, ringgit Malaysia (MYR) menguat 0,05 persen, dan baht Thailand (THB) melemah 0,20 persen.
Di sisi lain, mata uang negara-negara Eropa juga terpantau bervariasi terhadap dolar AS. Euro (EUR) tercatat melemah 0,06 persen, pound sterling (GBP) melemah 0,11 persen, franc Swiss (CHF) menguat 0,04 persen, krona Swedia (SEK) melemah 0,04 persen, dan krone Denmark (DKK) melemah 0,07 persen.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat dalam dua pekan ke depan.
Purbaya mengatakan, jika dikendalikan dengan langkah yang tepat, rupiah tidak akan terlalu sulit untuk distabilkan. Karena itu, ia meminta para pelaku pasar untuk tidak panik dalam menghadapi pelemahan ini.
“Kalau dikendalikan dengan benar, tidak terlalu sulit untuk mengembalikan rupiah. Jadi teman-teman di pasar, ibu-ibu, dan lain-lain tidak usah panik. Rupiah akan segera menguat dalam waktu dua minggu ke depan,” kata Purbaya di sela-sela acara Semangat Awal Tahun 2026 di IDN HQ, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































