tirto.id - Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, berharap pasar modal Indonesia tidak akan turun kelas dalam pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) Juni mendatang.
Ini menyusul keputusan final mengenai hasil peninjauan (review) konstituen, termasuk potensi penambahan saham baru, pengurangan saham, atau perubahan bobot, akan diumumkan dan diimplementasikan berdasarkan data per Juni 2026.
“Itu kan nanti bulan Juni (soal potensi penurunan kelas), moga-moga nggak, ya,” katanya kepada awak media, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).
Jika ditilik berdasarkan granularitas data pasar modal, Kiki percaya diri, keterbukaan informasi bursa saham Tanah Air merupakan salah satu yang terbaik. Berbekal hal tersebut, ia berharap pasar modal nasional akan bertahan dengan statusnya sebagai emerging market.
“Karena kalau kita lihat, misalnya kita lihat secara granularitas data, keterbukaan informasi Itu mungkin salah satu yang terbaik lah untuk hal keterbukaan integritas yang kita sampaikan. Jadi moga-moga ini juga menjadi konsideran supaya Indonesia tetap di emerging market,” tutur dia.
Soal pengumuman rebalancing index yang akan disampaikan MSCI besok, Selasa (12/5/2026), Kiki mengakui bahwa sedikit banyak pengumuman tersebut akan berdampak terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun, seiring dengan reformasi pasar modal yang kini tengah dilakukan Indonesia, rebalancing atau penyesuaian indeks hanya akan berlangsung sementara.
Setelahnya, reformasi diharapkan dapat memperbaiki kinerja pasar modal sehingga dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Segala kemungkinan bisa terjadi. Jadi, kita harus mengantisipasi, jadi saya malah minta tolong sama temen-temen media. Bahwa ini adalah, tadi saya sampaikan, mungkin bisa menjadi short term pain, tapi insya Allah menjadi long term gain, gitu ya,” jelasnya.
Karena itu, menyusul pengumuman MSCI besok, ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menjalankan keputusan investasinya. “Jadi, jangan orang terus jadi dibikin panik dan lain-lain Enggak, ini memang konsekuensi dari perbaikan yang kita lakukan Kita terus melakukan perbaikan secara fundamental tadi,” tutup Kiki.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































