Menuju konten utama

OJK Waspadai Gejolak Pasar Modal Jelang Pengumuman MSCI Besok

OJK mewaspadai akan ada saham-saham yang mengalami penyesuaian portofolio usai Morgan Stanley Capital Index.

OJK Waspadai Gejolak Pasar Modal Jelang Pengumuman MSCI Besok
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (1/4/2026). Rapat tersebut membahas program kerja dan rencana anggaran tahun 2026 Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.

tirto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewaspadai risiko gejolak yang akan terjadi di pasar modal usai pengumuman Morgan Stanley Capital Index (MSCI) pada Selasa (12/5/2026) besok.

Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, menilai dengan pengumuman dari lembaga tersebut, bisa jadi akan ada saham-saham yang mengalami penyesuaian portofolio (rebalancing index).

Namun, proses ini menurutnya sangat wajar terjadi, apalagi Indonesia baru saja memulai proses reformasi pasar modal.

“Besok ya kita tunggu, tapi kan sudah saya selalu sampaikan. Namanya kita melakukan perbaikan, kemungkinan ada saham yang akan disesuaikan ya Ini namanya rebalancing index kan, jadi ya kalaupun besok pengumumannya kita tunggu,” ujar Kiki, sapaan Friderica, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).

MSCI, lanjut dia, sudah melakukan proses pembekuan (freeze) terhadap sejumlah saham emiten lokal. Namun, dengan pengumuman besok, tidak menutup kemungkinan ada saham-saham yang keluar dari indeks global tersebut.

“Kan mereka udah bilang freeze kan, jadi enggak ada yang baru yang masuk. Tapi yang lama mungkin akan keluar,” ujar dia.

Namun, kemungkinan keluarnya saham-saham dari indeks MSCI sudah diantisipasi sebelumnya, baik oleh OJK, BEI, maupun pemerintah. Sehingga, diharapkan tidak terlalu berdampak pada gejolak harga saham pada perdagangan esok hari.

“Tapi ya kami lihat semoga ini bisa kami antisipasi dengan baik lah, gitu ya,” kata Kiki.

Dia pun menilai, reformasi pasar modal memang dalam jangka waktu pendek akan membuat kinerja pasar saham mengalami penurunan. Namun, dalam jangka panjang perbaikan diharapkan akan membuat kinerja pasar modal Indonesia tumbuh signifikan dan berkelanjutan.

“Karena kan saya udah beberapa kali bilang bahwa dengan perbaikan, reformasi integritas yang kami lakukan pasti ada Dampaknya. Dan kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kami melihat ini sebagai short term pain lah. Tapi insyaAllah long term gain, gitu ya,” tutup Kiki.

Baca juga artikel terkait PERDAGANGAN SAHAM atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto