Menuju konten utama

Genggam Saham GoTo, Danantara Berharap Bisa Cuan

Danantara berpotensi menambah kepemilikan saham di GoTo asalkan investasi tersebut mampu menghasilkan keuntungan yang baik.

Genggam Saham GoTo, Danantara Berharap Bisa Cuan
Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir (tengah), Pj Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi (kanan), dan Pj Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik (kiri) menyampaikan keterangan terkait hasil pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, mulai memasang target profit setelah pihaknya resmi mencaplok saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Meski porsi kepemilikan saat ini masih di bawah satu persen, Danantara berpotensi menambah kepemilikan saham, asalkan investasi tersebut mampu menghasilkan keuntungan yang baik.

“Kita lihat aja itu tidak hanya investasi. Namun kita melihatnya memang seharusnya bisa menghasilkan profit yang baik," kata Pandu di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Pandu bilang bahwa pihaknya terus memantau perkembangan investasi di emiten ride hailing itu sebelum mengambil langkah berikutnya. Menurutnya, Danantara belum memiliki angka pasti terkait berapa besar porsi saham yang akan ditambah.

Berdasarkan pengalamannya, keputusan strategis baru akan diumumkan setelah perusahaan memiliki rencana bisnis yang lebih matang. "Belum mikirin sampai sejauh mana. Kita nanti lihat aja. Kalau udah ada gameplan nanti kita komunikasikan ke publik," katanya.

Sebelumnya, manajemen GoTo mengonfirmasi bahwa Danantara telah masuk melalui pasar modal dengan kepemilikan kurang dari 1 persen dari total saham yang beredar.

Namun, Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, menekankan bahwa investasi ini tidak semata-mata mengejar profit. Langkah tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi ojek online.

Rosan menyebut sejumlah kebijakan yang mulai didorong, seperti perlindungan sosial mitra pengemudi melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, serta peningkatan bonus hari raya (BHR).

"Yang penting kan buat kita ini adalah kesejahteraan ojol. Bagaimana kita bisa meningkatkan kesejahteraan ojol," ujar Rosan dikutip dari Antara Selasa, (5/5/2026).

Ia juga menyoroti praktik kompetisi agresif antarplatform digital yang selama ini banyak menghabiskan dana untuk promosi dan subsidi. Menurut Rosan, dana tersebut seharusnya dialihkan untuk mendukung kesejahteraan pengemudi.

“Tadinya kan perusahaan ojol ini mereka saling marketing, saling burning cash sampai ratusan juta dolar hanya untuk marketing. Ya udah, kita ajak ngomong aja yang lain, 'udah nggak usah kita burning cash seperti ini, mendingan dana ini kita pakai untuk kepentingan ojol'," katanya.

Rosan memberi sinyal bahwa investasi Danantara di GoTo masih akan berlanjut, meski belum merinci potensi aksi korporasi berikutnya maupun besaran tambahan saham. "Nanti ya, masih berlanjut," tutupnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana