tirto.id - Soda merupakan salah satu jenis minuman yang cukup umum dikonsumsi, tapi banyak orang yang justru merasakan perut kembung setelah meminumnya. Kenapa ini bisa terjadi? Apakah ada efek samping lain setelah minum soda?
Soda adalah jenis minuman yang mengandung karbonasi, yaitu gas karbon dioksida (CO2) yang dilarutkan dalam air sehingga menghasilkan sensasi bergelembung atau “fizzy” saat diminum.
Minuman ini biasanya juga ditambahkan gula atau pemanis buatan, perisa (seperti cola atau lemon), serta kadang kafein. Karena kombinasi rasa manis dan sensasi segarnya, soda menjadi minuman yang sangat populer di dunia.
Akan tetapi, para ahli sering menyarankan untuk membatasi konsumsi minuman soda karena memiliki dampak negatif tersendiri bagi kesehatan, salah satunya adalah memicu perut kembung pada sebagian orang.
Kenapa Perut Kembung setelah Minum Soda?

Minum soda memang terasa menyegarkan, tapi di balik sensasi sparkling-nya, minuman ini bisa membuat perut terasa kembung dan tak nyaman. Hal ini ternyata disebabkan oleh kandungan karbonasi dalam soda yang membawa gas langsung ke dalam sistem pencernaan.
Salah satu penyebab utama kembung adalah gas CO2 yang terdapat dalam minuman bersoda. Saat meneguk soda, sebenarnya kita juga menelan gas.
“Karbonasi, yang menambahkan rasa dan tekstur unik pada minuman, adalah proses memerangkap dan melarutkan gas CO2 dalam air,” kata Amanda Blake, RDN, seorang ahli gizi di Pacific Nutrition Partners di Los Angeles seperti dikutip dari Everyday Health.
“Menelan minuman berkarbonasi berarti memasukkan udara ke dalam perut, mirip dengan makan atau minum terlalu cepat,” tambahnya.
Setelah minum soda, seseorang kadang langsung bersendawa, dan itu adalah cara tubuh melepaskan gas yang berlebih. Sementara itu, sebagian gas yang tertelan bisa terkumpul di dalam lambung sehingga menimbulkan sensasi penuh, kembung, begah, bahkan nyeri perut.
Namun, respons setiap orang bisa berbeda-beda. Ada yang merasa kembung dan tidak nyaman, tapi ada juga yang hampir tidak merasakan efek apa pun selain sendawa.
Selain karbonasi, kandungan gula atau pemanis seperti fruktosa dalam soda juga bisa menjadi penyebab kembung. Pada sebagian orang, terutama yang memiliki gangguan pencernaan seperti irritable bowel syndrome (IBS), fruktosa tidak terserap dengan baik di usus.
Dalam jurnal bertajuk Is Fructose Malabsorption a Cause of Irritable Bowel Syndrome? disebutkan bahwa fruktosa yang tidak terserap ini akan difermentasi oleh bakteri usus. Proses ini akan menghasilkan gas tambahan yang menyebabkan rasa kembung.
Adakah Manfaat Minum Soda?

Pada dasarnya, minuman soda nyaris tidak memiliki manfaat berarti kecuali menghidrasi tubuh. Namun, mengingat bahan campurannya kurang ideal (termasuk gula), soda tidak dianjurkan untuk dijadikan minuman rutin dengan tujuan hidrasi.
Menurut situs WebMD, satu kaleng soda berukuran 12 ons (sekitar 355 ml) umumnya mengandung sekitar 125-180 kalori, dan hampir seluruh kalori tersebut berasal dari gula atau setara dengan kurang lebih 8-11 sendok teh dalam satu sajian.
Inilah yang membuat soda sering dianggap sebagai minuman yang kurang baik dari sisi nutrisi. Apalagi sudah banyak studi ilmiah yang membuktikan bahwa soda berdampak buruk pada kesehatan jika diminum berlebihan.
Salah satunya studi berjudul Effects of Soft Drink Consumption on Nutrition and Health: A Systematic Review and Meta-Analysis. Penelitian menyimpulkan bahwa minum soda akan meningkatkan kalori, berkontribusi pada kenaikan berat badan, serta meningkatkan risiko diabetes.
Manfaat Minuman Berkarbonasi Lainnya

Peru diketahui bahwa soda (soft drink) bukan satu-satunya jenis air soda atau minuman berkarbonasi. Dilansir dari Healthline, ada pula jenis minuman berupa club soda, seltzer, sparkling water, hingga tonic water.
Ketiganya sama-sama termasuk minuman berkarbonasi, tapi ada perbedaan dari segi kandungan mineralnya. Club soda umumnya ditambah mineral buatan seperti sodium bicarbonate, sodium chloride, atau potassium sulfate.
Seltzer adalah minuman berkarbonasi yang tidak diberi tambahan mineral, sedangkan sparkling water memiliki karbonasi dan kandungan mineral yang lebih alami. Lalu, ada tonic water yang juga berkarbonasi dan biasanya ditambahkan gula tambahan, mirip dengan minuman soda.
Di antara semuanya, club soda, seltzer, dan sparkling water memiliki kemiripan dari segi nutrisi dan dianggap lebih sehat, terutama karena tidak ada tambahan gula. Ketiganya juga bisa dijadikan alternatif untuk menghidrasi tubuh jika merasa bosan dengan air putih biasa.
Jadi, jika soda tidak memberikan manfaat kesehatan, minuman berkarbonasi seperti club soda, seltzer, dan sparkling water bisa memberikan manfaat dalam hal menghidrasi tubuh layaknya air putih pada umumnya.
Selain hidrasi, minuman berkarbonasi atau air soda seperti seltzer juga berpotensi mengurangi rasa lapar sehingga bisa membantu mengontrol berat badan.
“Karbonasi menciptakan peregangan lembut di perut yang membantu Anda merasa kenyang sedikit lebih cepat,” kata ahli gizi Keri Gans, RDN, seperti dikutip dari situs Eating Well. “Bagi sebagian orang, ini dapat mengurangi rasa lapar di antara waktu makan."
Efek Samping Minum Minuman Soda

Selain membuat perut kembung, minuman soda juga bisa menimbulkan efek samping lain. Berdasarkan informasi dari Verywell Health, berikut efek samping soda bagi tubuh yang perlu diwaspadai:
1. Bisa Menyebabkan Diare
Kandungan gula dalam soda, terutama dalam bentuk fruktosa, dapat menarik lebih banyak air ke dalam usus sehingga membuat tekstur feses menjadi lebih cair. Hal ini bisa memicu diare, terutama pada orang yang sensitif terhadap fruktosa atau memiliki gangguan IBS.Selain itu, kafein dalam soda juga dapat mempercepat kerja sistem pencernaan. Hal ini dapat memperbesar kemungkinan terjadinya buang air besar yang lebih sering dan encer.
2. Memicu Asam Lambung Naik (GERD)
Soda dapat memicu gastroesophageal reflux disease (GERD) atau asam lambung. Hal ini diungkap dalam studi berjudul Dietary Intake in Relation to the Risk of Reflux Disease: A Systematic Review yang menyebut bahwa minuman berkarbonasi berkaitan dengan risiko GERD.3. Mengganggu Keseimbangan Bakteri Usus
Konsumsi soda yang tinggi gula dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma usus, yaitu kumpulan mikroorganisme di dalam saluran pencernaan. Ketidakseimbangan ini dikenal sebagai dysbiosis.Pada kondisi ini, bakteri baik berkurang dan bakteri jahat berkembang lebih banyak. Akibatnya, lapisan usus bisa melemah, peradangan meningkat, dan risiko berbagai penyakit metabolik maupun sistem imun ikut naik.
4. Berpotensi Meningkatkan Risiko Depresi
Menariknya, gangguan pada mikrobioma usus juga dikaitkan dengan kesehatan mental. Sering mengonsumsi minuman ultra-proses, termasuk soda (soft drink), diketahui dapat meningkatkan risiko depresi.Sebuah jurnal berjudul Soft Drink Consumption and Depression Mediated by Gut Microbiome Alterations menunjukkan bahwa soft drink berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan seperti major depressive disorder.
5. Meningkatkan Risiko Gigi Berlubang dan Penyakit Gusi
Soda juga berdampak langsung pada kesehatan mulut karena kandungan gula dan asam dalam minuman ini dapat merusak enamel gigi.Minuman soda diketahui memiliki tingkat keasaman atau pH sekitar 2-3. Padahal, enamel bisa mengalami erosi ketika pH mulut turun di bawah 5,5. Selain itu, sering minum soda yang tinggi gula juga dapat memicu peradangan gusi (periodontitis).
Demikian penjelasan tentang kenapa perut kembung setelah minum soda serta efek samping lainnya. Dengan memahami dampaknya, kita harus lebih bijak dalam mengonsumsi minuman bersoda, terutama jika memiliki pencernaan yang sensitif.
Membatasi asupan soda, memilih alternatif yang lebih sehat seperti air putih atau minuman berkarbonasi tanpa gula, serta memperhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsinya dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan tubuh secara keseluruhan.
Tertarik dengan info menarik lain seputar dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id


































