Menuju konten utama

Bolehkah Ibu Hamil Mengonsumsi Minuman Soda?

Pemanis buatan yang dikonsumsi selama masa kehamilan dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak dua kali lebih besar diusia satu tahun. 

Bolehkah Ibu Hamil Mengonsumsi Minuman Soda?
Ilustrasi Ibu Hamil. foto.istockphoto

tirto.id - Minuman dengan pemanis buatan (Artificially sweetened) dan pemanis gula (sugar-sweetened) memang sudah biasa ditemui dan dikonsumsi sehari-hari.

Namun, penelitian terkini menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman dengan kandungan pemanis buatan seperti soda selama kehamilan dapat membahayakan janin.

Hasil studi Institut Penelitian Rumah Sakit Anak Manitoba, Canada memaparkan bahwa pemanis buatan yang dikonsumsi selama masa kehamilan dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak dua kali lebih besar diusia satu tahun.

Seperti yang dilansir Healthline, berdasarkan data dari 2.413 ibu hamil, penelitian ini menyebutkan hampir 30 persen dari ibu hamil tersebut minum minuman dengan pemanis buatan dan sekitar lima persen mengonsumsinya setiap hari.

Peneliti menemukan anak-anak lahir dari ibu yang meminum minuman dengan pemanis buatan memiliki risiko dua kali lipat mengalami kelebihan berat badan pada usia satu tahun.

Efek ini, kata para peneliti, tidak dijelaskan oleh indeks massa tubuh (BMI) ibu, kualitas dietnya, asupan energi total, atau faktor risiko obesitas lainnya.

Sementara itu, penelitian lainnya menunjukkan bahwa ketika ibu hamil mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan lebih banyak, maka semakin banyak pula risiko bayi akan terlahir prematur.

Penelitian lain yang dipublikasikan di PLOS ONE menyebutkan bahwa konsumsi minuman ringan dengan pemanis buatan selama masa kehamilan memiliki peran dalam perkembangan penyakit alergi dan asma pada bayi.

Sebuah penelitian baru di American Journal of Preventive Medicine menyatakan bahwa konsumsi gula dalam jumlah yang banyak selama masa kehamilan dapat mengakibatkan masalah pengetahuan pada anak, terutama yang berkaitan dengan daya ingat dan pembelajaran.

Penelitian tersebut mengumpulkan data dari 1000 ibu hamil dari 1999-2002 yang berpartisipasi dalam Proyek Viva.

Peneliti juga menilai asupan makanan dan kognisi atau pengetahuan keturunan mereka pada sekitar umur tiga dan tujuh tahun.

Hasil penelitian menunjukkan beberapa penemuan, di antaranya:

- Konsumsi gula dari ibu terutama dari minuman dengan pemanis gula dikaitkan dengan kemampuan pemahaman masa kanak-kanak yang lebih buruk.

Hal ini termasuk kemampuan non-verbal untuk memecahkan masalah baru dan memori verbal yang buruk.

- Konsumsi minuman dengan pemanis gula oleh ibu mengakibatkan kecerdasan global yang lebih rendah terkait dengan pengetahuan verbal dan keterampilan non-verbal.

- Konsumsi soda diet ibu dikaitkan dengan kemampuan motorik halus, visual spasial, dan visual yang buruk pada anak usia dini serta kemampuan verbal yang buruk pada usia pertengahan.

- Konsumsi minuman dengan pemanis gula pada masa kanak-kanak mengakibatkan buruknya kecerdasan verbal pada usia pertengahan masa kanak-kanak.

Dr. Juliana Cohen, seorang Asisten Profesor di Merrimack College in North Andover, Mass memaparkan bahwa teori tentang bagaimana soda diet memengaruhi pola pikir dan daya ingat anak masih belum jelas.

Dilansir Webmd.com, terdapat riset hewan yang menjelaskan bagaimana soda diet memengaruhi neurotransmitter yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari satu sel saraf ke sel saraf yang lainnya.

Namun, penting untuk dicatat bahwa penelitian ini hanya menemukan hubungan antara konsumsi soda dan kemunduran kemampuan berpikir pada anak-anak, tetapi tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat.

Di sisi lain, American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan untuk membatasi kafein selama kehamilan hingga 200 miligram (mg) sehari.

Walaupun minuman soda hanya mengandung 35 hingga 55 mg kafein, ibu hamil juga harus tetap memperhitungkan kandungan kafein di makanan lain yang dikonsumsi (seperti kopi, teh, coklat, minuman berenergi).

Mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup memang dianjurkan untuk ibu hamil.

Namun, hingga terdapat penelitian yang menyediakan lebih banyak bukti terpercaya, ibu hamil disarankan untuk lebih bijak lagi dalam mengonsumsi minuman soda.

Guna memenuhi nutrisi dan menghindari dehidrasi, para peneliti lebih menganjurkan ibu hamil untuk mengonsumsi susu atau jus dengan 100 persen buah.

Baca juga artikel terkait IBU HAMIL atau tulisan lainnya dari Frizka Amalia Purnama

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Frizka Amalia Purnama
Penulis: Frizka Amalia Purnama
Editor: Nur Hidayah Perwitasari