tirto.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penggerebekan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok pada Kamis (13/8/2026) pagi. Penggerebekan ini disebut dilakukan setelah penangkapan salah satu gembong narkoba di sana, yakni MR alias Bos Gendut. Berikut sejumlah fakta terkait operasi tersebut.
Kampung Bahari merupakan salah satu kampung yang terletak di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pada Kamis pagi, warga kampung tersebut dihebohkan dengan operasi penggerebekan oleh personel BNN.
Personel Brigade Mobil (Brimob) Polri turut dikerahkan dalam operasi penggerebekan ini. Selama jalannya penggerebekan para personel Brimob dikabarkan mengantisipasi perlawanan dari pihak gembong narkoba yang digerebek.
5 Fakta Penggerebekan Kampung Bahari Tanjung Priok Jadi Sarang Narkoba
Kasus penggerebekan Kampung Bahari di Tanjung Priok masih diproses pihak BNN dan kepolisian hingga kini. Oleh karenanya, fakta terkait perkara ini masih terus berkembang.
Berikut merupakan sejumlah fakta yang telah beredar mengenai penggerebekan gembong narkoba di Kampung Bahari.
1. Penggerebekan Dilakukan Usai Penangkapan Bos Gendut
Penggerebekan Kampung Bahari dilakukan BNN dalam kurun waktu tak sampai 24 jam dari penangkapan gembong narkoba MR alias Bos Gendut. Ia disebut merupakan pentolan pengedar narkoba yang menjadikan Kampung Bahari sebagai basis operasionalnya.Bos Gendut ditangkap pada Rabu (12/8) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Pihak kepolisian menyebut bahwa gembong itu ditangkap di sebuah salon kecantikan di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat.
Bos Gendut sudah lama menjadi buronan BNN. Pencariannya telah diumumkan sejak 7 November 2025 lalu.
Setelah ditangkap, interogasi Bos Gendut kemudian mengarahkan BNN ke sejumlah orang yang berada di lingkaran bisnis narkobanya. BNN juga mendapatkan informasi tentang letak sejumlah barang bukti dari keterangan gembong tersebut.
2. Bos Gendut Diduga Terlibat Kepemilikan Sabu
Penangkapan Bos Gendut tersebut dilaporkan terkait dengan kepemilikan sabu. Gembong itu disebut telah menyimpan puluhan kilogram sabu yang siap diperjualbelikan secara ilegal.BNN turut mengamankan sejumlah barang bukti ketika menangkap gembong tersebut. Beberapa di antaranya adalah senjata api dan emas batangan. Selain itu, terdapat pula dua unit mobil dan uang tunai.
Setelah ditangkap, Bos Gendut kemudian diinterogasi oleh BNN. Informasi ini lalu digunakan sebagai basis operasi penggerebekan Kampung Bahari.
3. Penggerebekan Kampung Bahari Dilakukan Esoknya dan Temukan Banyak Barang Bukti
Penangkapan Bos Gendut pada Rabu malam tersebut kemudian berujung pada penggerebekan Kampung Bahari pada keesokan harinya. Informasi yang didapat BNN dari Bos Gendut membuat mereka mengerahkan 350 personel menuju kampung tersebut pada Kamis pagi.BNN kemudian menangkap dua orang terduga pelaku pengedaran narkoba dalam operasi tersebut. Selain itu, berbagai barang bukti juga ditemukan dan diamankan.
Ganja jenis gorila disebut merupakan salah satu narkotika yang ditemukan di Kampung Bahari. Kini, narkotika itu telah disita pihak berwenang lewat penggerebekan.
Selain narkotika, BNN juga menyita sejumlah barang bukti non-narkotika. Beberapa di antaranya adalah senjata api, aset kendaraan, dan uang tunai.
4. Petugas Sempat Mendapatkan Perlawanan
Selama menjalankan penggerebekan, pihak BNN dan Brimob dilaporkan mendapatkan perlawanan dari para loyalis MR alias Bos Gendut. Seorang polisi disebut mengalami luka pada bagian mata kirinya.Perlawanan terjadi ketika pihak berwenang berusaha untuk menangkap sejumlah orang. Massa loyalis MR lalu menembakkan mercon ke arah petugas.
Hal itu sempat membuat personel polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Massa kemudian berangsur dapat dilerai dan bubar.
5. Perjalanan KRL Tanjung Priok Sempat Terganggu
Penggerebekan Kampung Bahari pada Kamis pagi tersebut sempat membuat perjalanan KRL lintas Tanjung Priok terganggu. Akses masuk kereta menuju Stasiun Tanjung Priok disebut sempat terhalang akibat keberadaan massa di sekitaran jalur rel.Gangguan ini berlangsung lebih dari 30 menit. Laporan akses masuk kereta yang terblokir semula dilaporkan terjadi pada 06.20 WIB. Akses kemudian dinyatakan dapat kembali dilalui pada 07.01 WIB.
Pihak KAI Commuter menyebut peristiwa tersebut telah menyebabkan keterlambatan kereta selama 16 hingga 30 menit. Sementara itu, total akumulasi keterlambatan perjalanan mencapai 90 menit.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































