Menuju konten utama

Kenapa Harga Minyak Goreng Hari Ini Naik? Ini Penyebabnya

Harga minyak goreng terpantau naik hari ini. Ketahui penyebab harga minyak goreng meningkat serta bagaimana mengatasinya agar tetap hemat dalam memasak.

Kenapa Harga Minyak Goreng Hari Ini Naik? Ini Penyebabnya
Ilustrasi Minyak Goreng. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Harga minyak goreng melonjak naik di berbagai daerah. Kenaikan ini bahkan terjadi dalam jangka waktu cukup cepat sehingga membuat masyarakat kaget. Lantas, apa yang membuat harga minyak goreng ini naik?

Dilansir dari Antaranews, harga minyak goreng di minggu pertama April 2026 sudah naik 0,22% di harga Rp19.081 per liter, sementara untuk minyak goreng premium naik 0,5% di rentang harga Rp21.000 - Rp22.000.

Pada pekan kedua, minyak goreng curah naik menjadi Rp19.950 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan ikut naik di kisaran harga Rp22.000 - Rp24.000 per liter.

Harga minyak masakan yang terus merangkak naik ini juga dibarengi dengan kenaikan komoditas lain, mulai dari harga beberapa bahan pangan hingga harga plastik yang juga naik hampir dua kali lipat.

Penyebab Harga Minyak Goreng Naik

Ilustrasi Minyak Goreng

Ilustrasi Minyak Goreng. tirto.id/Sabit

Harga minyak goreng mengalami kenaikan seiring melonjaknya harga crude palm oil (CPO) di pasar global. Kenaikan ini turut dipicu oleh dampak konflik di Timur Tengah yang turut mendorong harga berbagai komoditas, termasuk minyak dunia dan produk mineral.

Dikutip dari situs RRI, harga CPO tercatat sekitar 4.811 ringgit per ton, naik sekitar 20% dibandingkan akhir Februari lalu. Lonjakan harga CPO ini tentunya berdampak langsung pada harga minyak goreng di dalam negeri.

Sebagai gambaran, harga minyak goreng curah masih sekitar Rp18.000/kg, tapi saat ini harganya mulai menyentuh angka Rp20.000/kg.

Sementara itu, Antaranews juga melaporkan bahwa harga referensi CPO untuk periode April 2026 ditetapkan sebesar US$989,63 per metrik ton, naik signifikan sebesar 5,41% dibandingkan bulan Maret lalu.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana menjelaskan bahwa kenaikan ini didorong oleh tingginya permintaan pasar internasional yang tidak sebanding dengan ketersediaan pasokan. Selain itu, kenaikan harga minyak mentah akibat perang juga berpengaruh.

Header BPDPKS 2

Ilustrasi minyak kelapa sawit. FOTO/iStock

Tak hanya itu, saat ini pemerintah sedang melakukan persiapan implementasi program Biodiesel B50 yang dijadwalkan mulai 1 Juli 2026. Sebagai informasi, Biodiesel B50 juga memanfaatkan minyak kelapa sawit atau CPO sebesar 50%.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa sekitar 3,5 juta ton CPO sudah dialokasikan untuk kebutuhan biodiesel. Hal ini pun ikut memperketat pasokan bahan baku minyak goreng di dalam negeri dan secara tak langsung berkontribusi pada kenaikan harga minyak.

Dengan harga CPO yang meningkat, ditambah dengan kondisi geopolitik yang masih memanas dan harga minyak mentah dunia yang tak menentu, harga minyak goreng di Tanah Air diperkirakan sulit turun.

Meski demikian, pengamat ekonomi Gunawan Benjamin menilai bahwa pemerintah tetap bisa mengendalikan laju kenaikan harga minyak melalui langkah intervensi kepada produsen.

Langkah ini sebenarnya pernah dilakukan oleh pemerintah, salah satunya dengan pelarangan ekspor minyak dan CPO demi menjaga harga minyak goreng tetap terjangkau dan pasokannya di dalam negeri tetap stabil.

Namun, tak bisa dipungkiri bahwa langkah ini berpotensi berdampak negatif bagi pelaku industri karena tentu akan ada penurunan margin keuntungan.

Alternatif Pengganti Minyak Goreng untuk Memasak

Wajan

Ilustrasi Memasak. (Unsplash/Christian Lue)

Kenaikan harga minyak goreng dari kelapa sawit ini akan membuat sebagian masyarakat mulai mencari alternatif lain untuk memasak. Pada dasarnya, ada banyak pengganti minyak goreng, contohnya minyak kelapa, minyak alpukat, mentega, hingga lemak hewani seperti beef tallow.

Namun, di antara berbagai jenis minyak, minyak kelapa sawit memang tergolong paling murah karena ketersediaannya yang cukup melimpah, skala industrinya besar, dan biaya produksi yang relatif lebih terjangkau.

Hal ini pula yang menjadi alasan mengapa minyak goreng dari kelapa sawit lebih populer di Indonesia ketimbang jenis minyak nabati lainnya. Jadi, mencari alternatif minyak goreng dengan harga yang benar-benar lebih murah tentunya sangat sulit.

Namun, penghematan tetap bisa dilakukan dengan menerapkan cara memasak yang “lebih murah”, berikut beberapa di antaranya:

1. Manfaatkan Minyak Alami dari Bahan Hewani

Jika berbelanja bahan pangan hewani seperti daging ayam, kita bisa memanfaatkannya untuk membuat minyak sendiri. Caranya pun mudah, cukup panaskan kulit atau lemak ayam dalam wajan anti lengket hingga minyaknya keluar.

Minyak tersebut bisa dimanfaatkan sebagai pengganti minyak goreng, sehingga tetap bisa memasak dengan cita rasa gurih tanpa perlu tambahan minyak.

2. Masak dengan Wajan Anti Lengket

Memasak dengan wajan anti lengket memungkinkan kita mengurangi penggunaan minyak secara signifikan, bahkan bisa memasak tanpa minyak sama sekali. Teknik ini cocok untuk memasak telur, tumis sayur, hingga lauk sederhana tanpa khawatir makanan menempel di permukaan wajan.

3. Beralih ke Metode Kukus atau Rebus

Metode memasak seperti mengukus dan merebus bisa menjadi solusi paling hemat karena tidak memerlukan minyak sama sekali. Selain lebih ekonomis, cara ini juga dinilai lebih sehat karena dapat menjaga kandungan nutrisi dalam makanan.

4. Terapkan Teknik Memasak dengan Sedikit Minyak

Jika tetap ingin menggunakan minyak goreng, kita bisa menghemat dengan teknik seperti stir fry atau pan fry. Metode ini hanya membutuhkan sedikit minyak, tapi tetap menghasilkan masakan yang lezat, bahkan sering dianggap lebih sehat karena tidak terlalu berminyak.

Itu dia penjelasan tentang penyebab harga minyak goreng naik akhir-akhir ini yang ternyata dipengaruhi oleh meningkatnya harga CPO. Memahami hal ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur konsumsi rumah tangga.

Mengingat dinamika harga pasar global yang sulit diprediksi, pemerintah juga diharapkan terus berupaya menjaga stabilitas stok dalam negeri agar lonjakan harga ini tidak semakin membebani daya beli masyarakat.

Ikuti berita terkini dan berbagai informasi terkait minyak di kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Minyak

Baca juga artikel terkait MINYAK GORENG atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Edusains
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani