tirto.id - Harga minyak mentah dunia kembali melonjak pada perdagangan Kamis (9/4/2026) menyusul terhambatnya jalur pelayaran tanker di Selat Hormuz. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dan Brent merangkak naik ke level 97 dolar AS per barel di tengah ketegangan geopolitik dan spekulasi pasar mengenai pembukaan kembali jalur vital pasokan energi dunia tersebut.
Mengutip Bloomberg, harga minyak mentah acuan Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran 97 dolar AS per barel setelah kemarin merosot hingga 14 persen, sedangkan Brent ditutup di harga 95 dolar AS.
Sementara itu, berdasarkan catatan Reuters, harga minyak Brent pada perdagangan hari ini mengalami kenaikan 2,6 dolar AS atau 2,74 persen ke 97,35 dolar AS per barel pada pukul 00.48 GMT. Pada saat yang sama minyak mentah WTI naik 3,02 dolar atau 3,2 persen menjadi 97,43 dolar AS per barel.
Kenaikan harga minyak mentah dunia ini didorong oleh masih terhambatnya pelayaran kapal-kapal tanker di Selat Hormuz.
Kantor berita semi-pemerintah Iran, Fars, melaporkan bahwa perlintasan kapal tanker di selat tersebut terhenti akibat serangan Israel. Namun, Wakil Presiden AS JD Vance membantah klaim tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya telah melihat tanda-tanda akan dibukanya Selat yang menjadi jalur strategis perdagangan minyak dunia tersebut.
“Kami melihat tanda-tanda bahwa selat tersebut mulai dibuka kembali," ujarnya, dikutip Bloomberg.
Hampir terhentinya lalu lintas di jalur perairan vital ini—yang mengangkut seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia—telah memicu gangguan pasar minyak terbesar dalam sejarah. Untuk meredakan ketegangan, JD Vance dijadwalkan memimpin delegasi AS ke Islamabad untuk berbicara langsung dengan Iran pada Sabtu pagi waktu setempat.
Namun, Senior Vice President perdagangan di BOK Financial Securities Inc, Dennis Kissler, menilai kabar bakal dibukanya kembali Selat Hormuz bukan berarti semuanya benar-benar telah berakhir.
“Kami perlu melihat pembukaan penuh selat tanpa hambatan sebelum harga WTI kembali ke level rendah US$80-an. Dan saya tidak melihat hal itu terjadi dalam dua minggu ke depan," kata dia.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































