tirto.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta warga tak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM) di SPBU.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan, pemerintah menjamin harga BBM bersubsidi tak naik dan stok masih aman di tengah dinamika konflik Timur Tengah, yang disebabkan oleh perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
“Perlu kami sampaikan agar masyarakat tetap tenang, karena pemerintah memastikan ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan energi, terutama jelang Idul Fitri,” ujarnya ketika dihubungi Antara dari Jakarta, Jumat.
Anggia menegaskan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pun telah menyampaikan pesan serupa, bahwasa harga BBM bersubsidi, seperti Pertalite, tak akan mengalami kenaikan di tengah dinamika harga minyak dunia saat ini.
Sebagai informasi, harga minyak melonjak tajam di tengah kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah, Brent naik 4,93 persen ke 85,41 dolar AS per barel, sementara US WTI melonjak 8,51 persen ke 81,01 dolar AS per barel.
Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying, tidak melakukan penimbunan yang nantinya justru bisa menyebabkan kelangkaan,” ucap Anggia.
Selain memastikan keamanan stok BBM, pemerintah juga memastikan agar distribusi BBM ke daerah berjalan dengan lancar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































