Menuju konten utama

Bahlil Klaim Stok BBM hingga LPG Aman Jelang Lebaran 2026

Bahlil menilai, kesiapan stok menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas selama periode hari raya Lebaran 2026.

Bahlil Klaim Stok BBM hingga LPG Aman Jelang Lebaran 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers terkait perjanjian perdagangan timbal balik (ART) Indonesia-AS di bidang ESDM di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026). Dalam ART itu pemerintah Indonesia sepakat untuk mengimpor migas hingga 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 253,47 triliun per tahun dari Amerika Serikat untuk ketahanan energi dalam negeri. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memastikan stok energi nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Stok energi yang disebut dalam kondisi aman, yakni cadangan crude, bahan bakar minyak (BBM), dan liquefied petroleum gas (LPG).

Bahlil menilai, kesiapan stok menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas selama periode hari raya.

“Khusus untuk menyangkut dengan persiapan hari raya, ya Hari Raya Idul Fitri, bulan puasa, alhamdulillah teman-teman, saya menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita, crude, BBM, LPG, itu semua rata-rata di atas standar minimum nasional," ujarnya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026).

Bahlil mengatakan, standar minimum ketahanan energi nasional yang ditetapkan berlangsung selama 21 hari. Posisi cadangan energi saat ini diklaim melampaui batas minimal tersebut.

Di satu sisi, kata Bahlil, kapasitas penyimpanan nasional memang masih terbatas pada kisaran kurang dari satu bulan. Namun, ia menilai, kondisi tersebut masih cukup aman untuk menghadapi lonjakan konsumsi.

“Kita tahu bahwa standar minimum nasional adalah 21 hari. Ini semuanya di atas 21 hari," klaimnya.

Pria yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini menyatakan, pembangunan fasilitas penyimpanan baru menjadi agenda strategis. Targetnya, kata Bahlil, yakni meningkatkan kapasitas cadangan hingga mampu bertahan selama tiga bulan.

Bahlil mengklaim, langkah itu penting untuk dilakukan menghadapi ketidakpastian pasokan global. Upaya penguatan kapasitas disebut dilakukan bersamaan dengan pengawasan distribusi di lapangan.

Kata dia, pemerintah ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar selama Ramadan dan Lebaran.

"Memang secara faktanya ketahanan energi kita, storage kita itu maksimal di angka 25-26 hari, enggak lebih dari itu. Makanya. sekarang pemerintah lagi sedang berusaha untuk membangun storage yang kapasitasnya bisa sampai dengan tiga bulan, karena itu standar internasional," urai dia.

Baca juga artikel terkait LEBARAN 2026 atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher