Menuju konten utama

Polri Ramal 2 Gelombang Puncak Mudik, Kerahkan 161.243 Personel

Puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 diprediksi terbagi ke dalam dua gelombang lantaran beririsan dengan libur Hari Raya Nyepi.

Polri Ramal 2 Gelombang Puncak Mudik, Kerahkan 161.243 Personel
Konferensi pers Polri bersama kementerian dan lembaga terkait dalam kesiapan pengamanan hari libur lebaran, di PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026). tirto.id/Ayu Mumpuni

tirto.id - Kepolisian RI (Polri) memperkirakan puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 akan terbagi ke dalam dua gelombang lantaran beririsan dengan libur Hari Raya Nyepi.

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Dedi Prasetyo mengatakan, puncak arus mudik gelombang pertama diprediksi jatuh pada 14-15 Maret, sementara gelombang kedua diramalkan jatuh pada 18-19 Maret 2026.

"Sedangkan puncak arus balik juga diprediksi, diperkirakan pada tanggal 25 sampai 26 Maret. Ini gelombang pertama dan gelombang kedua diperkirakan tanggal 28 sampai tanggal 29 Maret 2026," ujar Dedi dalam konferensi pers di PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Ia menjelaskan, pada libur Idulfitri 1447 Hijriah tahun ini diperkirakan sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun 2025, yakni sebesar 2,57 juta orang atau turun sekitar 1,75 persen.

"Ya, dibandingkan tahun 2025 yang lalu, dari hasil survei Kementerian Perhubungan, sebanyak 146,4 juta orang. Namun demikian, kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realita pergerakan," ungkap Dedi.

Dalam rangka pengamanan, Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari dengan melibatkan 161.243 personel gabungan. Pengamanan akan difokuskan pada 185.608 objek, meliputi masjid, lokasi salat Id, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga objek wisata.

Selain itu, Polri juga akan mendirikan 2.746 posko yang terdiri dari 1.624 posko pengamanan, 779 posko pelayanan, dan 343 posko terpadu. Polri turut menyediakan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian terdekat bagi masyarakat yang melaksanakan mudik.

"Nanti ada beberapa kegiatan-kegiatan manajemen rekayasa arus lalin di jalur tol antara lain nanti berupa ganjil genap akan juga dilaksanakan, kemudian one way, contraflow, delaying system, juga ada buffer zone di pelabuhan," tutur Dedi.

Dedi menambahkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, ketersediaan bahan pokok selama masa libur Lebaran dipastikan aman. Pasokan bahan bakar minyak (BBM) juga telah dipastikan aman oleh Pertamina.

Di sisi lain, faktor cuaca tetap menjadi perhatian utama. BMKG dan BNPB telah memetakan sejumlah wilayah rawan bencana yang perlu diantisipasi selama periode mudik dan balik Lebaran.

"Demikian juga kesiapan dari Basarnas, kemudian dari Jasa Marga, dan dari Bina Marga semuanya siap ya dalam melaksanakan kegiatan Operasi Ketupat yang akan digelar pada tahun ini," kata Dedi.

Baca juga artikel terkait POLRI atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Hendra Friana