Menuju konten utama

Pramono Percepat Bangun SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Usai Viral

Pramono percepat pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 usai viral serta membentuk tim pengawas agar kasus serupa tak terulang.

Pramono Percepat Bangun SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Usai Viral
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Meninjau SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Untuk Melakukan Renovasi, Jumat (24/07/26). FOTO/Putri Az zahra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memutuskan mempercepat pembangunan kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi yang roboh sejak 2024. Keputusan itu diambil setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengetahui kondisi sekolah tersebut yang viral di media sosial.

Pramono menyampaikan keputusan tersebut usai meninjau langsung kondisi bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).

"Saya baru pertama kali tahu dan saya minta maaf untuk itu. Tetapi dalam mengambil keputusan pasti keputusan itu kita ambil dengan cepat," kata Pramono saat meninjau sekolah tersebut.

SDN Kebayoran Lama Selatan 09

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Meninjau SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Untuk Melakukan Renovasi, Jumat (24/07/26). FOTO/Putri Az zahra

Saat meninjau lokasi, Pramono mengenakan helm proyek dan menyusuri ruang-ruang kelas yang dipenuhi puing. Ia mengamati kondisi bangunan yang roboh dan menilai kerusakan dipengaruhi konstruksi bangunan yang tidak lagi layak.

"Bangunan ini sebenarnya direnovasinya terakhir pada 2011. Tadi kalau melihat kerangkanya kelihatan dengan gampang bahwa ada yang masih utuh, ada yang berkarat yang kemudian menyebabkan kerusakan yang ada," ujarnya.

Pramono menjelaskan, hasil rapat bersama jajarannya pada Kamis (23/7/2026) memutuskan pembangunan kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi akan segera dimulai. Selain sekolah tersebut, Pemprov DKI Jakarta juga memprioritaskan pembangunan tiga sekolah lain pada tahun ini karena kondisinya dinilai sama-sama memprihatinkan.

Ketiga sekolah itu ialah SMA Negeri 102 Jakarta dengan anggaran Rp67,5 miliar, SD Negeri Cempaka Putih Barat 03 sebesar Rp48,4 miliar, serta SD Negeri Papanggo 01 dan TKN Papanggo 01 dengan anggaran Rp74,1 miliar. Sementara itu, pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi dialokasikan anggaran sebesar Rp48,1 miliar.

"Sehingga total anggaran adalah kurang lebih Rp249 miliar. Empat sekolah ini yang kita akan mulai pembangunannya," kata Pramono.

SDN Kebayoran Lama Selatan 09

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Meninjau SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Untuk Melakukan Renovasi, Jumat (24/07/26). FOTO/Putri Az zahra

Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi tetap dilaksanakan di SDN Kebayoran Lama Selatan 11.

Pramono mengungkapkan, semula terdapat 22 sekolah yang direncanakan dibangun pada 2026. Namun, akibat pemotongan anggaran, hanya tujuh sekolah yang telah memperoleh alokasi dana. Dari jumlah tersebut, ia memutuskan empat sekolah diprioritaskan untuk segera dibangun dengan total anggaran sekitar Rp249 miliar.

Ia menargetkan pembangunan dapat dimulai paling lambat pada September 2026. Untuk mencegah persoalan serupa terulang, Pramono juga membentuk tim investigasi dan inventarisasi yang bertugas mengawasi pelaksanaan proyek pembangunan sekolah.

Menurut dia, kerusakan bangunan diduga berkaitan dengan konstruksi saat renovasi pada 2011 yang tidak dipersiapkan secara memadai.

"Kerangkanya itu tidak dipersiapkan secara proper pada waktu itu. Di tahun 2011 dulu. Dan itulah yang saya minta untuk tidak diulangin kembali. Maka dengan demikian harus ada pengawas untuk itu," ujarnya.

SDN Kebayoran Lama Selatan 09

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Meninjau SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Untuk Melakukan Renovasi, Jumat (24/07/26). FOTO/Putri Az zahra

Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani menyatakan DPRD mendukung pembentukan tim tersebut. Ia mengatakan DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

"Kalau memang Pak Pram membuat tim investigasi dan inventarisasi ya pasti kita support," kata Rani.

Baca juga artikel terkait PENDIDIKAN atau tulisan lainnya dari Putri Az Zahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Putri Az Zahra
Penulis: Putri Az Zahra
Editor: Alfitra Akbar