Menuju konten utama

LPDP Perluas Pendaftaran di 14 Universitas Unggulan Bidang STEM

Beasiswa LPDP 2026 Tahap 2 resmi dibuka. Ada pelonggaran syarat bahasa Inggris bagi pemilik LoA & penambahan 14 kampus STEM dunia.

LPDP Perluas Pendaftaran di 14 Universitas Unggulan Bidang STEM
Beasiswa LPDP. foto/https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/index.php/site/login
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Tahap II Tahun 2026 mulai 30 Juni hingga 31 Juli 2026. Pada tahap ini, pemerintah berfokus pada pemenuhan sumber daya manusia (SDM) untuk industri strategis nasional serta menghadirkan berbagai kebijakan baru yang lebih memudahkan para pendaftar.

Untuk mendukung kebutuhan sektor strategis, pemerintah menambah 14 universitas top dunia khusus bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Langkah ini melengkapi daftar 17 kampus utama yang sudah ada sebelumnya.

Kepala Sub Divisi Komunikasi LPDP, Risqi Sita Novanti, menjelaskan bahwa penambahan ini bertujuan agar pengembangan SDM berjalan selaras dengan delapan sektor industri strategis nasional (seperti ketahanan pangan, ekonomi kreatif, dan industrialisasi).

"Kalau dulu cuma ada 17 universitas unggul. Sekarang ditambahkan lagi 14 universitas lainnya untuk bidang STEM," kata Risqi dalam diskusi di Jakarta Kreatif Festival di Jakarta, Minggu (5/7/2026) seperti dikutip dari Antara.

"Sekarang untuk prioritas kita harus mendukung program prioritas nasional supaya selaras untuk mendukung delapan industri strategis seperti ketahanan pangan, ekonomi kreatif, industrialisasi," ujarnya.

Cakupan ini juga diperluas ke bidang yang berkaitan langsung dengan STEM (STEM-related).

Risqi menambahkan, "Mayoritas kita prioritaskan untuk bidang STEM, yaitu science, technology, engineering, mathematics. Dan juga STEM related seperti law, economics, public policy, dan public administration."

17 Kampus Utama (Semua Bidang) tersebut yakni Oxford, Cambridge, Imperial College London, TUM, PSL, LSE, MIT, Stanford, Harvard, Princeton, UC Berkeley, Babson College, Caltech, Cornell, Johns Hopkins, University of Tokyo, dan Tsinghua University.

Sementara 14 Kampus Tambahan (Khusus STEM) adalah Peking University, HKU, NUS, NTU, Paris-Saclay, EPFL, ETH Zurich, University of Toronto, Yale, University of Chicago, University of Michigan, Columbia, UPenn, dan UCLA.

Pada Tahap II ini, terdapat dua program utama yang dibuka, yaitu Beasiswa STEM Industri Strategis dan Beasiswa SHARE (sosial, humaniora, seni, ekonomi, dan agama). Kendati demikian, porsi pendanaan kali ini sangat berpihak pada sektor sains dan teknologi.

Direktur Utama LPDP, Yon Arsal, menyatakan bahwa sedikitnya 80% alokasi beasiswa difokuskan untuk bidang STEM dan STEM-related, sementara bidang SHARE mendapatkan porsi maksimal 20%.

“Kita peningkatan STEM bergerak terus pada 2025 itu 66 sampai 69 persen, 2026 di 74 persen. Kita akan coba sampai minimal 80 persen ke STEM dan STEM related” ujar Yon Arsal.

Pelonggaran Syarat Bahasa Inggris dan Afirmasi

Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, memaparkan sejumlah perubahan kebijakan pada Tahap II 2026 yang dinilai lebih menguntungkan pendaftar, khususnya terkait pelonggaran syarat kemampuan bahasa Inggris:

  • Pendaftar yang Memiliki LoA Unconditional: Dibebaskan dari kewajiban melampirkan sertifikat bahasa Inggris (berlaku untuk kategori afirmasi, non-afirmasi, dan jalur Doctor by Research).
  • Pendaftar Tanpa LoA Unconditional: * Kategori Afirmasi: Untuk tujuan luar negeri, kini bisa menggunakan sertifikat bahasa dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri. Khusus afirmasi Putra-Putri Papua, tetap dibebaskan dari syarat minimal IPK dan sertifikat bahasa.
    • Kategori Non-Afirmasi: Untuk dalam negeri, ditambahkan opsi sertifikat dari pusat bahasa kampus domestik dan TOEP. Untuk luar negeri, sertifikat Duolingo kini resmi diterima sebagai opsi.
    • Jalur Doctor by Research (Talenta Riset & Inovasi Nasional): Mendapatkan penurunan skor minimal bahasa Inggris dibanding tahap sebelumnya serta opsi sertifikat dari pusat bahasa kampus dalam negeri.
Hingga 31 Mei 2026, LPDP mengelola Dana Abadi Bidang Pendidikan sebesar Rp180,81 triliun. Sejak 2013, lembaga ini telah mendanai 58.749 penerima beasiswa degree (magister, doktor, spesialis), dengan 34.334 di antaranya telah menjadi alumni.

Antusiasme masyarakat juga terus melonjak. Pada Tahap I Tahun 2026, tercatat ada 32.794 pendaftar, di mana 2.753 peserta berhasil lolos seleksi substansi. Angka peminat ini naik sebesar 33,22% dibandingkan tahun 2025. Seluruh penerima beasiswa diharapkan kembali ke tanah air untuk berkontribusi, mengingat program ini didanai oleh dana publik.

Baca juga artikel terkait LPDP atau tulisan lainnya dari Rina Nurjanah

tirto.id - Flash News
Reporter: Antara
Penulis: Rina Nurjanah
Editor: Rina Nurjanah