Menuju konten utama

Purbaya soal Alasan TNI di Pembekalan LPDP: Perkuat Nasionalisme

Purbaya tegaskan kehadiran TNI dalam program tersebut bukan untuk tujuan militerisasi, melainkan untuk memperkuat rasa kebangsaan para penerima beasiswa.

Purbaya soal Alasan TNI di Pembekalan LPDP: Perkuat Nasionalisme
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) dan Juda Agung (kanan) menyampaikan konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Jakarta, Rabu (11/3/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/agr

tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan latar belakang keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam program Persiapan Keberangkatan (PK) bagi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Ia menegaskan, kehadiran TNI dalam program tersebut bukan untuk tujuan militerisasi, melainkan untuk memperkuat rasa kebangsaan para penerima beasiswa.

“LPDP itu ada pembekalan lebih lanjut, dalam hal ini dari TNI, bukan untuk perang, tapi untuk melatih memperkuat rasa nasionalisme mereka,” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, seperti dikutip Antara, Senin (4/5/2026).

Purbaya juga menyoroti pentingnya menanamkan rasa cinta Tanah Air dalam proses pembekalan tersebut. Hal ini dinilai krusial mengingat negara telah menggelontorkan investasi besar melalui program beasiswa, sehingga penerima diharapkan kembali dan berkontribusi di dalam negeri.

“Jadi, utamanya itu, biar mentalnya kuat, cinta negara, dan bisa balik lagi ke sini dan menyumbang ilmunya di sini,” ujar Purbaya.

Selain penguatan aspek nasionalisme, pemerintah berencana mengarahkan penerima LPDP untuk lebih banyak mengambil bidang studi sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Kebijakan ini diambil karena kebutuhan terhadap penguasaan teknologi dinilai semakin mendesak di masa depan.

Purbaya menuturkan, saat melakukan kunjungan ke Washington DC, ia sempat berdialog dengan sekitar 50 mahasiswa—baik penerima LPDP maupun non-LPDP—yang sebagian besar tidak berasal dari jurusan STEM.

“Kami akan ubah itu karena kita harus meningkatkan pemakaian teknologi ke depan. Kalau nggak, kita ketinggalan,” tambahnya.

Mengenai potensi tambahan anggaran untuk program pembekalan tersebut, Purbaya menilai hal itu masih dapat dibenarkan karena merupakan bagian dari investasi negara. Apalagi, biaya pembekalan relatif kecil dibandingkan dengan biaya pendidikan penerima beasiswa di luar negeri.

Meski demikian, ia belum memperinci kebutuhan tambahan anggaran tersebut. Ia hanya menyebut bahwa kerja sama dengan TNI umumnya tidak menggunakan skema komersial seperti pihak swasta, sehingga kebutuhan dananya diperkirakan tidak terlalu besar.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana