Menuju konten utama

Kurs Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp17.394 per Dolar AS

Aktivitas manufaktur Indonesia semakin tergerus dampak perang di Timur Tengah hingga mengalami kontraksi.

Kurs Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp17.394 per Dolar AS
Warga antre untuk menukar uang pecahan rupiah di gerai penukaran uang keliling Bank Indonesia di kawasan Pasar Baru, Jakarta, Senin (12/1/2026). Layanan penukaran uang rupiah melalui kas keliling Bank Indonesia bertujuan guna mempermudah masyarakat untuk memperoleh uang rupiah layak edar dalam jumlah yang cukup dan pecahan yang sesuai. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke level Rp17.394 pada perdagangan Senin (4/4/2026). Rupiah melemah 57 poin atau 0,33 persen dari penutupan sebelumnya di level Rp17.337.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, berujar melemahnya nilai rupiah disebabkan dua faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal.

Salah satu faktor internal melemahnya rupiah adalah Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2026 surplus 3,32 miliar dolar AS. Surplus ini lebih tinggi dibanding catatan pada Februari 2026 yang senilai 1,27 miliar dolar AS.

"Kondisi surplus itu disebabkan nilai ekspor sebesar US$22,53 miliar atau turun 3,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan impor US$19,21 miliar atau tumbuh 1,51 persen. Sebagai catatan ini adalah surplus dalam 70 bulan beruntun sejak Mei 2020," sebut Ibrahim dalam keterangan resmi yang diterima Tirto, Senin.

Ibrahim menyebutkan surplus Maret 2026 ditopang oleh komoditas nonmigas (surplus 5,21 miliar dolar AS). Komoditas penyumbang surplus ini terutama minyak dan lemak hewan nabati, bahan bakar mineral, besi dan baja. Sementara itu, komoditas migas mengalami defisit 1,89 miliar dolar AS dengan komoditas penyumbang defisit minyak mentah, hasil minyak, dan gas.

Neraca perdagangan kumulatif pada Januari-Maret 2026 mencapai surplus 5,55 miliar dolar AS. Surplus Januari-Maret 2026 ditopang oleh komoditas nonmigas 10,63 miliar dolar AS. Sementara itu, komoditas migas masih mengalami defisit 5,08 miliar dolar AS.

Kemudian, aktivitas manufaktur Indonesia semakin tergerus dampak perang di Timur Tengah hingga mengalami kontraksi. Sementara itu, data Purchasing Managers' Index (PMI) yang dirilis S&P Global menunjukkan PMI Indonesia berada di angka 49,1 pada April 2026.

"Angka ini adalah yang terendah sejak Juli 2025 atau sembilan bulan terakhir. Angka ini sekaligus menandai kontraksi pertama PMI sejak Juli 2025 setelah delapan bulan ekspansi," terang Ibrahim.

"PMI mengalami kontraksi karena terjadi penurunan kondisi sektor manufaktur Indonesia pada awal kuartal kedua 2026 karena sejumlah faktor. Kontraksi ini didorong oleh penurunan berkelanjutan dalam volume produksi," lanjut dia.

Ibrahim juga menyatakan penurunan tersebut terjadi selama dua bulan berturut-turut, dengan laju penurunan yang makin cepat dibandingkan Maret dan menjadi yang tercepat sejak Mei tahun lalu.

Faktor eksternal melemahnya rupiah di antaranya Presiden Donald Trump mengatakan AS akan memulai upaya untuk membebaskan kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz.

"Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka," tulis Trump dalam sebuah unggahan di situs Truth Social miliknya.

Menueut Ibrahim, Trump menjadikan kesepakatan nuklir dengan Teheran sebagai prioritas, sementara Iran mengusulkan untuk mengesampingkan masalah nuklir hingga setelah perang berakhir dan kedua pihak sepakat untuk mencabut blokade yang saling bertentangan terhadap pelayaran di kawasan Teluk.

Sementara itu di Eropa timur, Ukraina melancarkan serangkaian serangan drone terhadap target di seluruh Rusia pada hari Minggu (3/5/2026). Serangan itu menghantam Pelabuhan Primorsk di Laut Baltik dan membakarnya. Sejumlah kapal juga ikut jadi sasaran serangan, seiring dengan peningkatan serangan terhadap infrastruktur energi dan target lainnya.

"Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan serangan tersebut telah menyebabkan kerusakan signifikan pada pelabuhan terminal minyak. Serangan itu juga mengenai sebuah kapal tanker minyak, sebuah kapal rudal kecil kelas Karakurt Rusia, dan sebuah kapal patroli di Laut Baltik," tutur Ibrahim.

Baca juga artikel terkait KURS RUPIAH atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi