Menuju konten utama

Bos ADCP Curhat Tak Mampu Refund Dana Konsumen LRT City

ADCP mengaku belum mampu mengembalikan dana ribuan konsumen Apartemen LRT City karena cash flow negatif. Sekitar 2.400 pembeli belum terima unit.

Bos ADCP Curhat Tak Mampu Refund Dana Konsumen LRT City
Direktur Utama ADCP Indra Syahruzza dalam mediasi antara konsumen, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Doc: Kementerian PKP
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) mengakui belum dapat mengembalikan dana (refund) ribuan konsumen proyek Apartemen LRT City yang hingga kini belum menerima unit yang dijanjikan. Direktur Utama ADCP Indra Syahruzza mengatakan, perseroan saat ini menghadapi tekanan keuangan yang berat dengan kondisi arus kas (cash flow) negatif sehingga menyulitkan proses pengembalian dana kepada konsumen.

"Dari sisi Performance keuangan untuk di ADCP saat ini kan likuiditasnya sudah sangat jeblok, Pak. Jadi, kalau mau refund kayaknya agak susah. Kondisi cash flow juga negatif," kata Indra dalam mediasi antara konsumen, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), dan manajemen ADCP di Jakarta, dikutip Sabtu (25/7/2026).

Selain persoalan likuiditas, ADCP juga sedang menjalani proses restrukturisasi internal serta pergantian manajemen yang berdampak pada penyelesaian proyek-proyek apartemen.

"Kemarin terkait dengan refund ... (cash flow) negatifnya 900. Per Juni 900. Ya, per bulan nambah. Sebelumnya (saya) di sister company sudah memahami si. Sudah lama ini sebetulnya terjadinya. Tapi detilnya saya tidak tahu," ungkap Indra kepada Menteri PKP.

Dalam mediasi tersebut, mayoritas konsumen menyampaikan tuntutan yang sama, yakni pengembalian dana secara penuh (full refund) atas pembelian unit apartemen yang tak kunjung diserahterimakan meski telah dibayar sejak bertahun-tahun lalu.

Salah seorang konsumen LRT City Ciracas, Pande, mengatakan dirinya telah menunggu selama tujuh tahun tanpa kepastian serah terima unit. Menurutnya, para pembeli tidak lagi berharap proyek dilanjutkan, melainkan meminta seluruh dana yang telah dibayarkan dikembalikan.

"Maka langkah yang pasti adalah kami meminta full refund atas semua biaya yang telah kami keluarkan untuk pembelian unit yang masing-masing kami beli. Tujuh tahun bukan waktu yang sebentar," ujarnya.

Manajemen ADCP mencatat sekitar 2.400 konsumen hingga kini belum menerima unit apartemen yang telah mereka beli. Sebagian besar pembeli sebelumnya dijanjikan serah terima pada 2023 hingga 2024. Namun, hingga pertengahan 2026, penyelesaian proyek masih belum memberikan kepastian bagi ribuan konsumen tersebut.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana