tirto.id - Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan, menyatakan mundur pada Sabtu (25/7/2026) usai gelombang demonstrasi mahasiswa yang meluas ke berbagai penjuru negeri dalam sepekan terakhir.
Ini adalah pertama kalinya seorang menteri inti kabinet harus rela lengser karena desakan publik, usai 12 tahun kekuasaan Partai Bharatiya Janata (BJP).
Kejatuhan Pradhan menjadi kemenangan telak bagi gerakan politik pemuda yang baru lahir, bernama Cockroach Janata Party (CJP), atau Partai Rakyat Kecoa. Kelompok ini secara terbuka menantang pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui media sosial, Pradhan mengonfirmasi bahwa dirinya telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada sang perdana menteri. Ia menyebut langkah ini diambil setelah melihat situasi di lokasi protes Jantar Mantar dan berbagai daerah lain di tanah air.
"Mempertimbangkan situasi yang terjadi di Jantar Mantar dan di seluruh negeri, agar kekuatan anti-nasional tidak memanfaatkan situasi ini … saya telah mengirimkan surat pengunduran diri saya kepada perdana menteri,” tulis Pradhan dikutip dari The Guardian, Sabtu (25/7/2026).
Ia juga menambahkan, dirinya menghormati aspirasi dan harapan sah dari generasi muda India.
Apa yang bermula sebagai unjuk rasa kecil pada Mei lalu berubah menjadi badai politik nasional setelah skandal kebocoran soal ujian mencuat. Kasus ini disebut merusak masa depan jutaan pelajar dan memicu lebih dari belasan siswa melakukan bunuh diri.
Sejumlah pemimpin aksi bahkan menjalani mogok makan berhari-hari sebagai bentuk perlawanan. Puncaknya terjadi pada Senin lalu, ketika ratusan ribu pemuda dan mahasiswa membanjiri jalan-jalan Delhi.
Aksi massa ini menjadi demonstrasi terbesar yang dipimpin generasi muda dalam kurun waktu bertahun-tahun. Aparat kepolisian pun merespons dengan gas air mata dan pentungan, sehingga melukai ratusan peserta aksi damai.
Namun, tindakan represif aparat itu justru membakar semangat perlawanan. Sepanjang pekan ini, ribuan orang terus berbondong-bondong ke aksi duduk CJP di Delhi, sementara gelombang solidaritas serupa muncul di Kolkata dan Mumbai.
Selama berminggu-minggu, pemerintahan Modi terlihat mengabaikan tuntutan CJP. Namun, ketika gerakan ini menjelma menjadi kekuatan yang lebih besar, pemerintah akhirnya setuju duduk berdialog.
Meskipun Modi menyetujui percepatan proses hukum atas kebocoran ujian, ia sama sekali tidak menyinggung tuntutan utama CJP, yaitu pemecatan Pradhan. Padahal, Pradhan dikenal sebagai salah satu menteri paling setia dan berpengaruh di jajaran kabinet.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id

































