tirto.id - Warga di sejumlah desa di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terisolasi setelah jembatan penghubung ambruk akibat ditabrak ponton pengangkut pasir. Insiden ini merupakan kali ketiga dalam beberapa tahun terakhir.
Jembatan yang berada di Desa Merah Mata, Kecamatan Banyuasin I, itu menjadi satu-satunya akses utama bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Jembatan ambruk saat ponton pengangkut pasir melintas pada Rabu (22/7/2026) malam. Ponton menghantam tiang jembatan dengan keras hingga badan jembatan roboh ke sungai.
Usai kejadian, warga mendatangi lokasi dan mengamankan ponton tersebut. Berdasarkan hasil kesepakatan, pemilik ponton menyatakan siap bertanggung jawab. Namun, mereka belum dapat memastikan kapan pembangunan kembali jembatan dimulai. Sebagai solusi sementara, pemilik ponton hanya menyediakan perahu getek bagi warga yang hendak menyeberang tanpa membawa kendaraan.
Kepala Desa Merah Mata, Septian, mengatakan jembatan itu menghubungkan antardusun dan desa di wilayah tersebut. Ambruknya jembatan menyebabkan akses masyarakat terputus total serta menghambat petani mengangkut hasil kebun ke Palembang untuk dijual.
"Warga kesulitan menyeberang karena aktivitas kendaraan lumpuh total akibat jembatan ambrol, kecuali lewat sungai," ungkap Kades Merah Mata Septian, Sabtu (25/7/2026).
Septian menjelaskan, sungai di Desa Merah Mata merupakan jalur utama lalu lintas ponton pengangkut pasir. Frekuensi angkutan yang tinggi dinilai menjadi ancaman bagi keberadaan jembatan yang menghubungkan permukiman warga.
Pemerintah desa telah mengadu kepada pemerintah kabupaten dan DPRD Banyuasin agar dicarikan solusi sehingga aktivitas pengangkutan pasir tidak lagi mengganggu akses masyarakat maupun membahayakan keselamatan warga. Pasalnya, jembatan tersebut berulang kali mengalami kerusakan akibat ditabrak ponton.
"Sudah tiga kali terjadi seperti ini. Sudah diperbaiki kena lagi. Kami minta pemerintah mengatasi persoalan ini agar tidak lagi terulang," kata Septian.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banyuasin M. Ryan Aditya Saputra mengatakan pembangunan infrastruktur terus dipercepat untuk meningkatkan konektivitas masyarakat. Perbaikan dan pembangunan jembatan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah sebagai penghubung antarwilayah.
"Jembatan di Desa Merah Mata masuk dalam rencana dibangun kembali menggunakan APBD karena sering rusak ditabrak," kata Ryan.
Pemkab Banyuasin juga telah meresmikan pembangunan jembatan penghubung di Desa Margo Mulyo dengan panjang 60 meter dan lebar 4 meter. Selain itu, pemerintah memulai pembangunan duplikasi Jembatan Tanah Kering yang menjadi jalur poros vital penghubung Kecamatan Pulau Rimau dan Kecamatan Selat Penuguan.
Masuk tirto.id
































