Menuju konten utama

Pemerintah Setop Ekspor Ingot Timah demi Terserap Industri Lokal

Selain timah utama, kandungan lain dalam bijih timah diharapkan bisa dioptimalkan untuk mendukung pengembangan industri domestik.

Pemerintah Setop Ekspor Ingot Timah demi Terserap Industri Lokal
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (24/10/2025). tirto.id/Natania Longdong

tirto.id - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, berujar pihaknya akan mendorong produksi dalam negeri dengan bahan baku berupa timah batangan murni (ingot). Hal ini ia nyatakan merespons komitmen penghentian ekspor timah.

Katanya, terdapat salah satu produksi dalam negeri berbahan baku timah yang akan didukung pemerintah, yakni solar panel.

"Sudah ada beberapa industri solar panel yang ada di dalam negeri dan juga ini akan memanfaatkan timah juga sebagai salah satu faktor penunjang produksinya," ucap Yuliot di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2026).

"Jadi, harapannya ke depan yang untuk timah itu, justru ini bisa dimanfaatkan secara maksimal di industri dalam negeri," lanjutnya.

Menurut dia, selain untuk solar panel, timah juga akan diproduksi oleh industri elektronik semikonduktor. Lalu, Kementerian ESDM juga mendorong penguatan hilirisasi timah melalui ekstraksi mineral ikutan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal dalam rantai produksi nasional.

Yuliot menyebutkan dalam penataan sektor pertambangan, mineral ikutan tersebut dinilai memiliki nilai tambah strategis jika diolah dan dikembangkan di dalam negeri.

Selain timah utama, kandungan logam tanah jarang dan mineral kritikal lain yang terdapat dalam bijih timah diharapkan bisa dioptimalkan untuk mendukung pengembangan industri domestik.

Langkah ini disebut akan memperkuat struktur industri nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam melalui kebijakan hilirisasi yang lebih terintegrasi.

"Kami mengharapkan itu nanti juga bagian yang bisa logam tanah jarang yang ada di situ ya kemudian kritikal mineral itu juga ada di situ bisa dimanfaatkan untuk pengembangan industri di dalam negeri," tutur Yuliot.

Baca juga artikel terkait PERTAMBANGAN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto