Menuju konten utama

Wamen ESDM Sebut Aturan Importasi Migas Berpeluang Diubah

Peluang untuk mengubah perjanjian itu terjadi setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif resiprokal.

Wamen ESDM Sebut Aturan Importasi Migas Berpeluang Diubah
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jumat (24/10/2025). tirto.id/Natania Longdong

tirto.id - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, berujar, perjanjian soal importasi minyak dan gas (migas) dalam perjanjian dagang (Agreement on Reciprocal Trade/ART) RI-Amerika Serikat (AS) dengan komitmen senilai 15 miliar dolar AS masih berpeluang diubah.

Menurut Yuliot, peluang untuk mengubah perjanjian itu terjadi setelah Mahkamah Agung (MA) AS membatalkan kebijakan tarif resiprokal gagasan Presiden AS Donald Trump. Pemerintah RI disebut memiliki waktu 90 hari untuk meninjau perjanjian itu kembali.

"Dengan adanya keputusan Mahkamah Agung Amerika, seharusnya kita juga ada kesempatan 90 hari untuk melakukan review. Kalau ada yang urgen, itu nanti kita lakukan pembahasan," tutur Yuliot di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2026).

Yuliot berujar poin perjanjian soal migas dapat diubah dalam waktu 90 hari tersebut. Dalam kesempatan tersebut, dia belum mengungkapkan poin apa yang kemungkinan diubah.

"Ada yang mungkin itu nanti ada perubahan, nanti dalam jangka waktu 90 hari, kami akan lakukan pembahasan dalam rangka implementasi," sebut dia.

Diberitakan sebelumnya, Indonesia dipastikan akan membeli gas dan minyak mentah (crude oil) dari AS senilai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp253,32 triliun per tahun.

Kata CEO Badan pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, komitmen ini merupakan salah satu bagian dalam kesepakatan ART yang diteken pemerintah Indonesia dan AS pada Kamis (19/2/2026) pagi waktu AS.

“Ada kesepakatan untuk melakukan impor gas dan crude oil, nilainya 15 miliar dollar AS per tahunnya,” ungkapnya dalam konferensi pers ART Indonesia-AS secara daring, Jumat.

Tidak hanya itu, seiring dengan telah ditandatanganinya RAT oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, Indonesia juga akan segera mengakuisisi 50 pesawat dari produsen pesawat terbang asal Washington, The Boeing Company.

Kendati pembicaraan awal sudah dijajaki oleh pemerintah Indonesia, namun sebagai tindak lanjut atas pembelian ini Danantara akan kembali menemui Boeing.

Baca juga artikel terkait TARIF TRUMP atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi