Menuju konten utama

Kementan Tengah Fokus pada Pembibitan & Peremajaan Pohon Kelapa

Kementan akan segera mengecek produksi guna memastikan penyebab kenaikan harga kelapa parut.

Kementan Tengah Fokus pada Pembibitan & Peremajaan Pohon Kelapa
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan paparannya saat menghadiri rapat kordinasi Perluasan Areal Tanam (PAT), pompanisasi dan pembinaan penyuluh pertanian Provinsi Sumatera Selatan di Kodam II/Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (22/8/2024). Realisasi program PAT melalui optimasi lahan rawa di Sumatera Selatan telah mencapai 36.652 hektare dari target yang ditetapkan Kementan sebesar 72.993 hektare. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/Spt.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, mengatakan bahwa kementeriannya tengah berfokus pada pembibitan serta peremajaan pohon kelapa. Dengan begitu, Kementan diharapkan bisa menstabilkan antara produksi dan permintaan kelapa.

Hal itu dia sampaikan untuk merespons meroketnya harga kelapa parut di pasaran.

“Kalau memang demand-nya tinggi, kami harus tanam lebih banyak. Tanggung jawab kami di [Kementerian] Pertanian itu. Ini peremajaan kelapa menjadi salah satu program yang prioritas di Kementan,” ujar Sudaryono di Kantor Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Sudaryono mengatakan bahwa Kementan akan segera mengecek produksi guna memastikan penyebab kenaikan harga kelapa parut. Menurutnya, produksi kepala memang dipengaruhi usia pohon kelapa.

“Saya harus cek ya dari sisi produksi. Kalau [pohon] kelapanya sudah tua, produksi mungkin saja [terpengaruh]. Tapi, yang jelas, fokus kami adalah di bibit dan menanam kelapa dan kelapanya tumbuh tinggi,” ungkapnya.

Sebelumnya, kelapa parut terpantau mengalami kelangkaan hingga membuat harganya melonjak tinggi di pasaran. Hal ini dikeluhkan oleh Maman (40), salah satu pedagang kelapa parut di Pasar Sipon, Cipondoh, Tangerang.

Maman mengaku dirinya biasa memasok kelapa dari Lampung. Namun, dia mengaku petani-petani kelapa dari Lampung justru banyak yang mengekspor kelapa mereka ketimbang menjual hasil kelapanya ke pedagang lokal. Sehingga, pedagang seperti Maman sulit mendapatkan kelapa.

“Iya sekarang [harganya] Rp18, Rp20, Rp25 ribu. Kalo biasanya mah Rp8 ribu kalo normal. Sekarang lagi susah [langka] makanya mahal,” ujar Maman saat ditemui Tirto di lokasi, Senin (21/4/2025).

Maman menjelaskan, kelapa berukuran kecil yang dijualnya dikenakan harga Rp18 ribu per butir, kelapa berukuran sedang di harga Rp20 ribu, dan Rp25 ribu untuk kelapa parut berukuran besar.

Baca juga artikel terkait HARGA BAHAN PANGAN atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Insider
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fadrik Aziz Firdausi