tirto.id - Kepala Pusat Industri Halal Kementerian Perindustrian, Kris Sasono Ngudi Wibowo, menyebut, produk halal kini semakin dilirik konsumen di negara-negara non-Muslim seperti Jepang, Cina, dan negara Eropa seperti Rusia.
Ia mengatakan, daya tarik utamanya bukan hanya pada aspek kehalalan, melainkan pada jaminan kualitas, higienitas, dan standar produksi yang tinggi yang melekat pada standar halal tersebut.
"Di dalam halal, kalau kita lihat kembali lagi ke syariat sebenarnya ada halalan dan thoyyiban. Kalau thoyyib itu harusnya baik. Baik itu dari sisi produksi industri. Kalau kami di Kementerian Perindustrian melihatnya kualitas. Kemudian ada di sana sanitasinya bagus, higienitasnya bagus, kualitasnya bagus," katanya dalam acara Halal Indo 2025, di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (27/9/2025).
Menurutnya, konsumen global mulai menyadari bahwa produk halal menjamin standar kualitas yang lebih tinggi. Standar ini yang membuat anak-anak muda di Jepang menggemari produk halal tersebut.
"Anak-anak muda Jepang itu sudah mulai melirik produk halal bukan karena halalnya, tapi karena yang di depan itu (kualitas). Jadi kalau teman-teman lihat produk halal, sudah pasti dia akan ngikutin yang di depan itu," ujarnya.
Fenomena ini mendorong percepatan perkembangan industri halal global. Kris mengakui bahwa saat ini Indonesia masih berada di peringkat tiga dalam pengembangan industri halal, di bawah Malaysia dan Arab Saudi.
Namun, dalam 10 tahun pemerintah menargetkan dapat menduduki posisi satu sebagai produsen produk halal dunia. Apalagi, Indonesia memiliki bekal yang cukup untuk memuncaki kelasemen dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.
"Harapannya lima tahun ke depan kita geser satu, lima tahun lagi geser satu lagi," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, menjelaskan bahwa konsumsi produk halal dunia mencapai 2,43 triliun dolar AS pada 2023. Diprediksi pada 2028, konsumsi komoditas halal ini meningkat menjadi 3,36 triliun dolar AS di 2028.
Menyadari market produk halal yang kian berkembang itu, Agus menargetkan Indonesia dapat menjadi pemain kunci. Ia ingin Indonesia tidak hanya menjadi pasar, namun juga produsen utama dari berbagai produk halal ini di pasar global.
“Saya akan banyak menyampaikan statistik karena memang statistik ini bisa kita jadikan dasar untuk kita bisa meraih peluang-peluang market baik itu domestik maupun global,” ujarnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





































