Menuju konten utama

Menperin Tak Puas Produk Mamin Halal RI Berada di Posisi 4 Dunia

Padahal, Indonesia memiliki populasi muslim terbesar di dunia dan potensi pasar domestik yang juga sama besarnya.

Menperin Tak Puas Produk Mamin Halal RI Berada di Posisi 4 Dunia
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan pemaparan terkait kinerja industri nasional pada acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2022 dan Seminar Outlook Industri 2023 di Jakarta, Selasa (27/12). (FOTO/Dok. Humas Kementerian Perindustrian)

tirto.id - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, heran kenapa posisi industri makanan dan minuman halal Indonesia berada di peringkat keempat dunia. Padahal, Indonesia memiliki populasi muslim terbesar di dunia dan potensi pasar domestik yang juga sama besarnya.

“Makanan halal peringkat keempat lho, bu. Mana GAPMMI (Gabungan Produsen Makanan Minuman Indones)? Enggak ada? Peringkat keempat, bayangin,” katanya saat membuka Indo Halal 20205, di ICE BSD, Tangerang, Kamis (25/9/2025).

Agus memaparkan, industri makanan halal Indonesia berada di bawah Malaysia, Singapura, dan Uni Emirat Arab (UEA). Sedangkan, untuk industri modest fashion menduduki peringkat satu, serta posisi kedua dalam farmasi dan kosmetik halal.

Peringkat ini didasarkan pada laporan State of the Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025. Meskipun demikian, Indonesia menempati posisi ketiga dalam ekosistem industri halal global.

Meski skor nasional meningkat signifikan, Agus menyatakan bahwa peringkat ini masih jauh dari potensi besar yang dimiliki. Skor Indonesia sendiri mengalami kenaikan tertinggi dibanding negara lain, yakni melonjak 19,8 poin menjadi 99,9.

Dia memaparkan, konsumsi rumah tangga mencapai Rp3.226 triliun pada semester I-2025, dan jumlah penduduk muslim sebanyak 245 juta jiwa.

“Catatan kita Indonesia populasi terbesar, populasi muslim terbesar di dunia, tetapi hanya peringkat ketiga dalam pengembangan ekosistem industri halal di bawah Malaysia dan Saudi Arabia,” ujarnya.

Dalam laporan tersebut, penilaian dilakukan melalui lima komponen utama: keuangan, regulasi halal, kesadaran masyarakat, sosial, dan inovasi.

Baca juga artikel terkait MENPERIN AGUS GUMIWANG atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra