Menuju konten utama

KCIC Kecam Penumpang Whoosh Tahan Pintu Kereta

Selain melanggar aturan, tindakan penumpang tersebut sangat berpotensi merusak sarana serta merugikan penumpang lain akibat keterlambatan keberangkatan.

KCIC Kecam Penumpang Whoosh Tahan Pintu Kereta
Sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan kereta cepat Whoosh di peron Stasiun Whoosh Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (15/3/2026). ANTARA FOTO/Abdan Syakura/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengecam keras tindakan seorang penumpang yang menahan pintu Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Padalarang pada Selasa (7/4) lalu. Tindakan tersebut dinilai sangat berbahaya dan merugikan karena menyebabkan keberangkatan kereta mengalami keterlambatan.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menegaskan bahwa tindakan menahan pintu kereta tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

"Kami mengecam tindakan penumpang yang menahan pintu kereta, karena selain melanggar aturan, tindakan tersebut juga sangat berpotensi merusak sarana serta berdampak merugikan ratusan penumpang lain akibat keterlambatan keberangkatan," ujar Eva dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/4/2026).

Insiden ini bermula ketika seorang penumpang sengaja menahan pintu kereta yang sudah mulai menutup lantaran menyadari ada barang miliknya yang tertinggal di peron stasiun.

Aksi paksa tersebut mengganggu sensor pada sistem buka-tutup otomatis pintu kereta.

Akibatnya, jadwal pemberangkatan Whoosh yang seharusnya dilakukan tepat pada pukul 07.23 WIB terpaksa mundur menjadi pukul 07.25 WIB.

Eva membeberkan, setiap rangkaian Whoosh dilengkapi sistem pintu otomatis yang menjadi bagian vital bagi keamanan perjalanan.

Menahan pintu secara paksa membuat sistem penutupan otomatis tidak berfungsi dan berisiko menimbulkan kerusakan sarana dalam jangka panjang.

Terkait barang bawaan, Eva mengingatkan bahwa hal tersebut sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi penumpang. Seluruh penumpang diimbau untuk selalu memeriksa kembali barang bawaannya sebelum memasuki kereta.

Apabila ada barang yang tertinggal, penumpang dapat langsung berkoordinasi dengan petugas di dalam kereta agar ditangani lebih lanjut melalui sistem Lost and Found milik KCIC.

Pihak KCIC juga memastikan penumpang yang bersangkutan telah diberikan teguran tegas agar tidak mengulangi perbuatannya.

Selama ini, KCIC telah menyiagakan petugas di peron maupun di dalam kereta guna memastikan seluruh penumpang sudah berada di dalam Whoosh dengan aman sebelum pintu ditutup.

"KCIC berharap seluruh penumpang dapat mengikuti aturan dan arahan petugas serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri, mengganggu operasional, maupun merusak sarana Whoosh." jelas Eva.

Baca juga artikel terkait KERETA CEPAT atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Hendra Friana