tirto.id - Kecelakaan kereta cepat di Spanyol terjadi pada Senin (19/1/2026). Setidaknya, 40 orang telah dinyatakan tewas akibat insiden bertabrakannya dua kereta ini. Apa penyebabnya?
Menukil BBC, kecelakaan tersebut dilaporkan terjadi sekira pukul 18.50 waktu setempat di wilayah Adamuz, tidak jauh dari Cordoba. Sedikitnya 120 orang terluka akibat tabrakan ini, termasuk empat anak-anak, menurut layanan darurat Andalusia.
Kecelakaan ini sendiri melibatkan dua kereta cepat jenis Freccia 1000. Juru bicara perusahaan kereta Ferrovie dello Stato mengungkapkan pada Reuters, jenis kereta ini dapat mencapai kecepatan hingga 400 km/jam.
Raja Felipe VI dan Ratu Letizia menyatakan belasungkawa atas meninggalnya para korban melalui kanal X resmi mereka.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang paling tulus kepada kerabat dan orang-orang terkasih yang ditinggalkan, cinta dan harapan kami untuk pemulihan bagi yang terluka," tulis mereka.
Sementara itu, Menteri Transportasi Spanyol, Óscar Puente, dalam keterangannya menyebut kecelakaan ini sebagai insiden yang aneh. Semua ahli disebutnya "sangat bingung dengan kecelakaan ini".
Penyebab Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol
Oscar Puente menyebut kecelakaan ini membingungkan para ahli dari sisi penyebabnya. Pemicu kecelakaan masih belum bisa dikonfirmasi sampai saat ini.
Tabrakan itu terjadi pada kereta cepat rute Málaga-Madrid dan kereta cepat rute Madrid-Huelva. Keduanya seharusnya berjalan pada rel masing-masing tanpa ada masalah
Akan tetapi, ketika melintasi jalur di kawasan Adamuz, Cordoba, kereta dengan rute Málaga-Madrid tiba-tiba tergelincir dari relnya. Hal ini membuatnya keluar jalur.
Dari arah berlawanan, kereta rute Madrid-Huelva sedang melintas dari arah berlawanan. Alhasil tabrakan tak bisa dihindarkan.
A high speed train derailed and smashed into another oncoming train in southern Spain, pushing the second train off the tracks in a collision that police sources confirmed that killed at least 21 people.
— Echo (@EchoNexusX) January 18, 2026
The accident happened near Adamuz, in Cordoba province pic.twitter.com/uEJDc5Gaqs
Menurut kesaksian korban penumpang selamat, Salvador Jimenez, peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba. Ia menuturkan bahwa ia merasakan gerbong bergoyang seperti gempa bumi.
"Saya berada di gerbong pertama. Ada saat ketika terasa seperti gempa bumi dan kereta memang tergelincir" katanya.
Setelah "gempa bumi" tersebut, situasi pun berubah jadi kaos. Menurut penumpang selamat lain, José, kepada kanal radio publik Canal Sur, situasi berubah jadi penuh teriakan.
"Ada orang-orang dan berteriak, memanggil dokter," tuturnya.
Insiden ini kemudian memicu pemberhentian layanan kereta sepanjang Madrid hingga Andalusia. Diperkirakan, jalur ini akan ditutup sepanjang hari.
Kecelakaan kereta cepat ini membuka kenangan buruk bagi publik Spanyol terhadap insiden serupa yang pernah terjadi pada 2013 lalu. Kala itu, sebuah kereta cepat tergelincir. Sebanyak 80 orang tewas dan 140 lainnya mengalami luka.
Spanyol kini merupakan negara dengan jaringan kereta api cepat terbesar kedua di dunia, setelah Tiongkok. Rel yang kini terpasang di Spanyol membentang lebih dari 4.000 km dan menghubungkan lebih dari 50 kota di seluruh negeri.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































