Menuju konten utama

Basarnas Setop Sementara Operasi Pencarian Korban KM Nurul Salsa

Tersisa 14 korban KM Nurul Salsa yang belum ditemukan hingga saat ini.

Basarnas Setop Sementara Operasi Pencarian Korban KM Nurul Salsa
Tim SAR gabungan mengangkut kantong berisi jenazah yang diduga korban KM Nurul Salsa saat tiba di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/7/2026). Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua jenazah diduga korban KM Nurul Salsa yang tenggelam pada Rabu (15/7) di perairan Kepulauan Selayar dan selanjutnya diserahkan kepada tim DVI Polda Sulsel untuk diidentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar sementara 16 korban lainnya masih dalam pencarian. ANTARA FOTO/Arnas Padda/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) menutup sementara operasi SAR pencarian terhadap 14 orang korban kecelakaan KM Nurul Salsa yang tenggelam di Perairan Selayar, sebelah barat Pulau Polasi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Rabu, 15 Juli 2026.

"Untuk penutupannya direncanakan sore hari ini, penutupan sementara. Karena operasi SAR sesuai dengan SOP atau Surat Edaran Nomor 5 Kabasarnas, itu batas pencarian tujuh hari. Namun, kemarin ada perpanjangan (tiga hari), karena adanya evaluasi tim di lapangan," ujar Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar di Kantor Biddokes Polda Sulsel di Makassar, Jumat (24/7/2026) dilansir dari Antara.

Untuk Operasi SAR pencarian terhadap korban telah berlangsung tujuh hari dan diperpanjang selama tiga hari dengan total 10 hari. Kendati demikian, keputusan tersebut akan dipastikan setelah hasil evaluasi hari ini.

"Sore hari ini, kita akan melaksanakan evaluasi kedua terkait dengan perpanjangan atau tidak. Namun, instruksi dari pimpinan pusat hari ke-10 ditutup sementara," tuturnya.

Meski operasi ditutup, apabila nanti ada laporan terkait temuan korban, maka operasi SAR dimungkinkan dibuka kembali, tapi hanya dilaksanakan operasi evakuasi terhadap korban, selanjutnya diserahkan ke tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk diidentifikasi.

Mengenai 14 korban yang masih dalam pencarian, kata Arif, Tim SAR Gabungan masih melaksanakan tugas pencarian di hari ke-10 atau hari terakhir. Selanjutnya, dilakukan evaluasi, termasuk jumlah seluruh penumpang di kapal itu.

Dari informasi tujuh korban yang selamat sebelumnya, lima orang pada hari keempat dan menyusul dua orang lainnya, kata dia, itu awalnnya satu rakit dengan 19 orang korban. Namun, mereka membaginya menjadi empat rakit, sehingga para korban terpisah.

"Diinformasikan kepada kami, di setiap rakit itu berjumlah ada yang lima, enam dan empat orang. Korban yang pertama lima orang semuanya selamat. Korban (rakit) kedua lima orang, tapi cuma dua yang selamat, tiganya (hilang), dan korban rakit ketiga dan keempat, itu terpisah dengan korban yang lain," tuturnya.

Dari data yang masuk, termasuk permintaan keterangan dari pihak kepolisian terkait jumlah korban yang lain, tim SAR Gabungan terus bekerja, bahkan mendapat bantuan penambahan personel dan alutsista dari TNI.

Dari hasil evaluasi, pencarian diperpanjang tiga hari, karena pada hari ketujuh ditemukan dua korban meninggal dunia di wilayah Pulau Sanana atau Sabalana. Pencarian difokuskan pada dua pulau itu dan tetap berkoordinasi himpunan nelayan di Kabupaten Pangkep menginformasikan apabila menemukan korban.

Arif menjelaskan Pulau Sabalana dan Sanana ini tidak berpenghuni, serta pulau di sekitarnya. Setelah dihitung dengan OSC di lapangan, terdapat 20-an pulau tidak berpenghuni dan kecil-kecil, dan korban terakhir ditemukan di Pulau Mattalang, juga tidak berpenghuni.

"Dari hasil evaluasinya seperti itu. Makanya, dengan memohon maaf, batasnya tujuh hari, ditambah tiga hari, itu biasanya. Makanya, kami berharap di pulau-pulau tak berpenghuni ini mereka ada di sana (terdampar), apabila ada (ditemukan) kami langsung melaksanakan evakuasi," katanya.

Berdasarkan data awal, jumlah korban di kapal tersebut sebanyak 78 orang. Setelah diverifikasi tim kepolisian di Pos SAR Benteng beserta Pemda Kabupaten Selayar terjadi pembaharuan data menjadi 76 orang. Data ini valid hingga hari ke-10 pencarian dan tidak ada laporan baru dari keluarga.

"Kami sudah mengevakuasi atau selamat 58 orang. Sampai hari ini, kita serahkan korban yang ketiga. Korban pertama tidak diserahkan ke DVI, karena korbannya meninggal bersamaan saat evakuasi yang selamat. Jadi, meninggal dunia 4 orang, dan masih dalam pencarian sampai saat ini 14 orang," ucapnya.

Baca juga artikel terkait KAPAL TENGGELAM

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto