tirto.id - Dugaan praktik diskriminasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) mencuat di media sosial setelah sebuah komunitas lari di Bali, Entourage Bali, dituding lebih memprioritaskan peserta warga negara asing (WNA) dibandingkan warga lokal. Polemik ini turut mengundang komentar dari anggota DPD Bali, Niluh Djelantik.
Tuduhan diskriminasi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah sejumlah pengguna membagikan pengalaman mereka yang mengaku kesulitan bergabung dengan komunitas tersebut, sedangkan pendaftar berkewarganegaraan asing disebut lebih mudah diterima.
Kontroversi semakin meluas setelah beberapa unggahan di Threads dan Instagram viral, termasuk kritik dari anggota DPD RI asal Bali, Niluh Djelantik, yang meminta aparat berwenang menyelidiki dugaan diskriminasi tersebut.
Kronologi Event Lari WNA Bali Viral karena Diduga Diskriminatif
Kontroversi komunitas lari Entourage Bali mulai muncul sejak awal pekan ini di beberapa platform media sosial, salah satunya Threads. Seorang pengguna Threads dengan akun @jesycaangel_ mengunggah pengalamannya terkait dugaan diskriminasi terhadap dirinya yang berstatus WNI.
Dalam unggahannya pada 20 Juli 2026, ia mengaku awalnya melihat cerita dari seorang kreator lain yang mengatakan permohonannya untuk bergabung dengan salah satu komunitas di Bali ditolak karena merupakan warga lokal.
Penasaran dengan tuduhan tersebut, Jesyca kemudian mencoba melakukan percobaan bersama kekasihnya yang merupakan warga negara asing. Hasilnya, menurut pengakuannya, permohonan sang kekasih diterima, sedangkan dirinya yang menggunakan identitas Indonesia tidak mendapatkan perlakuan yang sama.
“oh woww….. HAHAHAH apakah komunitas Bali sekarang hanya menerima yang disebut "ekspatriat" dan "orang asing"? Apakah penduduk lokal dianggap tidak membawa uang/manfaat apa pun bagi mereka?” tulis @jesycaangel_.
Kontroversi tidak redup dan semakin membesar. Pada 23 Juli 2026 pengguna Threads lainnya dengan akun @channisaraa membagikan pengalaman serupa.
Ia mengaku pengajuan keanggotaannya ditunda karena menggunakan nama dan nomor telepon Indonesia. Sebaliknya, aplikasi milik suaminya yang menggunakan nama dan nomor telepon luar negeri justru langsung diterima.
Dalam unggahannya, ia menyebut Entourage Bali sebagai komunitas yang bersikap rasis terhadap warga Indonesia dan meminta Direktorat Jenderal Imigrasi serta Kantor Imigrasi Bali untuk memeriksa legalitas kegiatan komunitas tersebut.
“Dear Entourage Bali! Kamu menunda permohonanku karena aku punya nama dan nomor telepon Indonesia, tapi kamu langsung menerima lamaran suamiku karena dia punya nama dan nomor barat! Sh*me on you! Silakan @ditjen_imigrasi @imigrasibali Saya yakin orang-orang ini tidak mempunyai dokumen resmi untuk melakukan apa yang mereka lakukan! Komunitas rasis.” ujarnya kesal.
“*Ini setelah mereka membuat permohonan maaf di sosmed ya yang artinya ya permohonan maafnya palsu,” tambahnya.
Isu tersebut kemudian mendapat perhatian dari anggota DPD RI asal Bali, Niluh Djelantik, yang turut mengkritik keras komunitas tersebut melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, Niluh membagikan ulang video promosi kegiatan silent disco run milik Entourage Bali yang digelar di kawasan Canggu pada dini hari.
Ia mengecam dugaan tindakan diskriminatif terhadap warga Indonesia dan menegaskan bahwa Bali bukanlah tempat bagi wisatawan asing yang bersikap rasis terhadap masyarakat lokal.
Niluh juga meminta Imigrasi Bali, Kantor Imigrasi Ngurah Rai, dan Polda Bali untuk memeriksa izin kegiatan serta izin tinggal warga negara asing yang terlibat dalam komunitas tersebut.
“Kepada Imigrasi Bali @imigrasibali @imngurahrai @poldabali Mohon cek izin kegiatan dan juga izin tinggal WNA- WNA yang ada di video ini. Kami akan kirimkan surat resmi terkait dugaan tindakan diskriminatif yang di lakukan oleh komunitas yang terdiri dari WNA terhadap warga WNI. Kami menunggu update dari pemeriksaan yang kami minta. Terimakasih dan selamat bertugas,” tulisnya di akun @niluhdjelantik.
“BALI BUKAN RUMAHMU! ORANG ASING RASIS SEPERTI KAMU ADALAH AIB BAGI NEGARA KAMI!!!!” tambah Niluh di unggahan yang lain.
Banyaknya warganet yang speak up tentang hal ini semakin memperbesar perhatian publik terhadap Entourage Bali dan memicu desakan agar aparat mengusut dugaan diskriminasi yang dilakukan komunitas tersebut.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































