tirto.id - Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, merespons terkait pernyataan dari pidato Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang menyebut bahwa tokoh yang keluar dari partai politik tidak akan pernah menjadi orang besar.
Ali menilai pernyataan tersebut terlalu liberal dan mengabaikan peran Tuhan dalam garis hidup seseorang.
Menurut Ali, kesuksesan atau kebesaran seseorang tidak bisa ditentukan hanya oleh manusia atau sebuah organisasi politik. Ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki hak untuk menentukan langkah politiknya sendiri.
"Itu pernyataan terlalu liberal menurut saya. Bahwa kesuksesan orang itu tidak ditentukan oleh manusia atau satu partai. Ada yang mengatur (Tuhan), itu dulu yang harus dipahami," kata Ali saat dihubungi Tirto, Kamis (23/7/2026).
Jika sindiran tersebut dialamatkan kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, menurut Ali tidak tepat. Ali menyebut status Jokowi bukan keluar dari PDIP atas kemauan sendiri, tetapi dipecat.
"Kalau konteks itu ditujukan kepada Pak Jokowi, coba mereka ingat-ingat lagi pernyataan mereka bahwa mereka telah memecat Pak Jokowi kan. Jadi kenapa harus sensi?" tegasnya.
Ali menambahkan, bagi PSI narasi yang dibangun tersebut terkesan menunjukkan sikap arogan. Dia menyayangkan jika ada pihak yang merasa dirinya atau kelompoknya paling besar dan paling menentukan keberhasilan seseorang.
"Mari kita tidak menghabiskan waktu untuk merasa diri kita lebih besar sendiri. Mari kita saling menghargai dan bangun Indonesia bersama-sama. Setiap orang punya hak menentukan langkahnya, apalagi kalau itu dituju kepada Pak Jokowi dan keluarganya, orang-orang yang sudah dibuang oleh partainya," harap Ali.
Dirinya juga berpesan agar dalam berpolitik, semua pihak tetap mengedepankan kerendahan hati dan melibatkan nilai-nilai spiritual, bukan sekadar hitung-hitungan kekuatan partai.
"Di setiap keberhasilan, mari kita letakkan Tuhan di dalamnya. Jangan sampai kita berpikir terlalu takabur, merasa paling sukses karena partainya atau karena ininya. Itu pemikiran tersesat menurut saya," kata Ali mengingatkan.
Sebelumnya, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa orang-orang yang meninggalkan partai politiknya tidaklah akan menjadi orang besar.
Ungkapan tersebut disampaikan secara bisik-bisik dari lisan Pramono ke telinga Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, lalu disebarluaskan saat politikus senior PDIP tersebut berpidato di hadapan pengurus dan kader PKB di Museum Fatahilah, Jakarta Barat.
"Tadi saya bisik-bisik sama beliau, "Cak, hafal enggak? Semua orang yang meninggalkan partainya, enggak pernah ada yang menjadi besar," kata Pramono dalam pidato di rangkaian Harlah PKB ke- 28, Rabu (22/7/2026) malam.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































