tirto.id - Vicol Harefa seorang penjaga keamanan yang bertugas membantu para penyebrang jalan, harus mengalami hal tidak mengenakkan usai menegur mobil Toyota Alphard yang menerobos lampu merah di kawasan Bundaran HI, Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 12.11 WIB.
Tepatnya di depan Halte Hotel Pullman, Vicol berinisiatif menegur pengemudi dengan cara menepuk atau memukul kaca mobil tersebut. Vicol menilai tindakan menerobos lampu merah dapat membahayakan pengguna jalan lain.
Bukannya Dibela, Vicol Malah Mengalami Intimidasi
Usai kejadian tersebut, kedua belah pihak lantas sepakat menyelesaikan persoalan di Pospol Thamrin. Setibanya, di dalam Pospol, Kepala Pospol justru menyalahkan Vicol dan menyebutnya tidak berhak memukul kaca mobil pengendara.
Pernyataan Pospol tersebut, malah membuat ketiga penumpang mobil merasa dibela dan mulai menyudutkan Vicol. Mereka mengancam akan mendatangi kantor Vicol dan meminta agar Vicol dipecat dari pekerjaannya.
Vicol juga menduga orang yang melontarkan melontarkan intimidasi kepadanya adalah aparat berjabatan, sehingga dia merasa terpojok dan sendirian.
Akhirnya, Vicol mengalah. Lantas, bersalaman, bersujud, hingga mencium tangan penumpang mobil sebanyak dua kali untuk meminta maaf. Meski sudah merendahkan diri dan mengaku belum makan sejak pagi, Vicol justru menerima umpatan kasar dari pengemudi.
Tak hanya secara verbal, pengemudi juga mobil diduga melakukan intimidasi fisik dan verbal dengan mencengkeram serta mengangkat kerah baju Vicol.
Atas perlakuan tersebut Vicol hanya berucap "Siap, siap salah". Sementara, pengemudi mobil tidak meminta maaf atas pelanggaran dan sikap arogan yang dilakukannya.
Menanggapi insiden yang ramai diperbincangkan lantaran bermula dari unggahan sosial media ini, Polsek Metro Menteng membenarkan tengah menangani perselisihan antara kedua pihak tersebut.
Penasihat hukum korban, Risman Harefa, menegaskan pihaknya mendesak pengendara arogan tersebut lekas meminta maaf secara terbuka kepada kliennya.
"Jika dalam waktu singkat ultimatum ini diabaikan, kami akan menempuh segala upaya hukum pidana maupun perdata demi melindungi hak dan martabat hukum klien kami," kata Risman, dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).

Risman menjelaskan insiden itu bermula saat lampu merah penyeberangan orang (pelican crossing) di depan Bundaran Hotel Indonesia (HI) menyala hijau. Sebagai petugas yang bertanggung jawab menjaga proyek di area tersebut, Vicol dengan sigap membantu para pejalan kaki menyeberang jalan.
Secara mengejutkan, sebuah mobil Toyota Alphard berwarna hitam dengan sengaja melesat buta menerobos lampu merah. Menyadari nyawa para pejalan kaki dalam bahaya besar, Vicol secara spontan memberikan teguran keras kepada pengendara mobil mewah tersebut.
Ia mengatakan bukannya berkaca dan meminta maaf atas pelanggaran lalu lintas yang fatal, pengendara Alphard beserta gerombolannya justru menyalakan sumbu amarah dengan arogansi.
"Mereka melakukan persekusi, menyeret VH secara paksa, dan membawanya masuk ke Pos Polisi Bundaran Hotel Indonesia," ucap Risman.
Risman mengatakan di pos polisi, pengendara mobil mewah mengaku aparat, mencaci maki, dan mengintimidasi korban.
"Di sana mereka "mengaku oknum aparat, mencaci maki, hukuman fisik yang sadis dimana FH sendiri baru selesai operasi, dan melakukan tidak terpuji berupa tekanan psikologis," tutup Risman.
Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mempersilakan pihak yang keberatan atau belum puas terhadap proses mediasi di Pospol Thamrin untuk membuat laporan resmi.
“Terkait hasil mediasi, kedua belah pihak sepakat saling memaafkan. Namun apabila ada pihak yang masih merasa keberatan atau belum puas, kami persilakan membuat laporan dan akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” ujar Braiel di Polsek Menteng. Kamis, (23/7/2026).
Meski begitu, dia mengatakan terkait dugaan intimidasi masih dalam proses pendalaman karena belum ada keterangan dan bukti yang mendukung termasuk bukti pemukulan.
Selain mendalami perselisihan antara Vicol dan pengendara mobil. Pihak kepolisian juga mendalami dugaan pelanggaran lalu lintas menerobos lampu merah serta dugaan penggunaan pelat nomor kendaraan yang tidak sesuai oleh pengendara dimaksud.
Perkara tersebut diserahkan secara khusus kepada Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas (Subdit Gakkum Ditlantas) Polda Metro Jaya.

Apresiasi untuk Vicol
Vicol merupakan penjaga keamanan yang bertugas di area Proyek Extended Concourse Bundaran HI, WIKA-RAU KSO. Pihak perusahaan memberikan apresiasi kepada Vicol yang telah berupaya untuk menjalankan tugas dan menjaga keselamatan masyarakat serta memastikan ketertiban di area proyek.
Perusahaan juga akan memastikan setiap personel yang menjalankan tugasnya secara profesional memperoleh perlindungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perusahaan juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk senantiasa mematuhi rambu, marka, dan isyarat lalu lintas demi keselamatan bersama.
"Perusahaan senantiasa mengedepankan profesionalisme, kepatuhan terhadap prosedur kerja, serta keselamatan dan kenyamanan masyarakat di sekitar area proyek. Perusahaan juga berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap kejadian sebagai bagian dari proses evaluasi guna terus meningkatkan aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelaksanaan pekerjaan di area proyek," kata Project Manager WIKA-RAU KSO, dalam keterangan pers melalui akun instagram ext.concoursemrtbhiw karau, Kamis (23/7/2026).
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id






























