Menuju konten utama

Ini Dugaan Intimidasi Anggota DPRD TTU di Kasus dr. Icha Paenoni

Kasus dr. Icha Pakaenoni diduga berawal dari adanya intimidasi beberapa anggota DPRD TTU. Kini oknum wakil rakyat tersebut mulai diperiksa kepolisian.

Ini Dugaan Intimidasi Anggota DPRD TTU di Kasus dr. Icha Paenoni
Ilustrasi kekerasan verbal dalam hubungan. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dua anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) diduga terlibat dalam kasus bunuh diri Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha). Anggota DPRD itu diduga telah melakukan intimidasi kepada dr. Icha ketika bertugas hingga menyebabkan guncangan jiwa kepada korban. Bentuk dugaan intimidasi belakangan mulai terungkap.

Kasus dr. Icha bunuh diri menggemparkan perhatian publik pada Jumat (26/6/2026). Dokter Rumah Sakit Leona Kefamenanu, NTT, tersebut ditemukan tewas tergantung di lantai dua rumah orang tuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang.

Menurut keterangan pihak keluarga, mendiang dr. Icha ditemukan meninggal dunia oleh adiknya. Kala itu, sang adik tengah berada di rumah dan hendak pergi ke lantai dua. Namun, setiba di lantai dua, ia menemukan dr. Icha yang telah tewas tergantung.

Peristiwa itu terjadi di tengah kondisi psikologis korban yang tidak stabil. Mendiang dokter berusia 27 tahun itu disebut pihak keluarga tengah mengalami depresi.

Akan tetapi, belakangan, bunuh diri yang dilakukan dr. Icha diduga terkait dengan intimidasi yang ia terima ketika bertugas di rumah sakit. Kondisi psikologis sang dokter disebut menurun setelah bertemu dengan dua anggota DPRD TTU, Therensius Lazakar dari Golkar dan Norbertus Tubani dari PKB.

Dugaan Bentuk Intimidasi yang Diterima dr. Icha dari Anggota DPRD TTU

Sebelum dr. Icha memilih bunuh diri pada 26 Juni 2026, kondisi kesehatan psikologis mendiang disebut menurun sejak sepekan sebelumnya. Kesehatan jiwa sang dokter disebut terguncang ketika diduga mengalami intimidasi saat bertugas di rumah sakit pada 13 Juni.

Menurut keterangan pihak keluarga mendiang, dr. Icha tengah bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu. Intimidasi diduga terjadi saat mendiang mendapatkan tugas menangani seorang pasien anak yang dirawat karena digigit ular.

Mendiang kemudian menangani pasien anak tersebut sesuai prosedur rumah sakit dan arahan dokter spesialis anak. Namun, situasi jadi rumit karena keluarga pasien meminta pemberian vaksin tertentu, padahal pertimbangan medis tidak merekomendasikan vaksin yang dimaksud.

Keluarga pasien tersebut rupanya anggota DPRD TTU Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani. Keduanya disebut sempat memprotes dengan nada tinggi kepada dr. Icha. Hal ini diduga menjadi pemicu bagi guncangan jiwa yang dialami sang dokter.

Kondisi kesehatan mental dr. Icha disebut keluarga memburuk setelah peristiwa itu. Hingga akhirnya, ia ditemukan tewas gantung diri di rumahnya.

Sementara, Therensius Lazakar yang merupakan anggota DPRD TTU dari Partai Golkar membantah telah mengintimidasi korban. Namun, ia mengaku dirinya sempat berujar dengan nada tinggi saat berbicara dengan mendiang dr. Icha.

Menurut Therensius, nada tinggi diucapkannya karena kepanikan melihat kondisi pasien yang merupakan sanak keluarganya. Pun, ia menyebut dirinya hanya meminta kejelasan mengenai kondisi pasien kepada sang dokter, bukan mengintimidasinya.

Ia juga mengeklaim “tidak ada niat untuk mengintimidasi dokter” ketika berbicara dengan dr. Icha. Sementara itu, Norbertus mengeklaim ia dan Therensius juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada Direktur RS Leona pasca-peristiwa itu.

Akan tetapi, pihak keluarga menuturkan, saksi peristiwa itu menyebut ada bau alkohol dari mulut anggota DPRD. Norbertus dan Therensius tak mengklarifikasi perihal hal ini.

Pihak Polres TTU menjadwalkan pemeriksaan kepada Theresius Lazakar dan Norbertus Tubani hari ini, Senin (29/6/2026). Selain itu, polisi juga memeriksa Veronika Lake dari PDI Perjuangan. Surat panggilan telah dilayangkan kepada masing-masing pihak beberapa hari sebelumnya.

PKB Akan Panggil Anggotanya yang Diduga Intimidasi dr. Icha

Sementara itu, PKB telah menyatakan secara publik bahwa partai berlogo bola dunia itu akan memanggil Norbertus Tubani selaku kader terkait kasus ini. Pihak partai menyatakan akan mengklarifikasi dugaan intimidasi kepada Norbertus.

“Kami akan segera memanggil yang bersangkutan untuk tabayun,” kata kader PKB sekaligus Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa Nihayatul Wafiroh pada Minggu (28/6), dikutip dari Antara.

Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu, intimidasi kepada tenaga kesehatan telah mencederai etika pejabat publik dan juga melanggar disiplin partai. Oleh karenanya, partai disebutnya akan memberikan sanksi jika Norbertus terbukti melakukan intimidasi.

“Kami pastikan yang bersangkutan akan mendapat sanksi disiplin dari partai jika memang terbukti terlibat,” kata Nihayatul.

Baca juga artikel terkait INTIMIDASI atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar