Menuju konten utama

Selundupkan 1 Kg Hasis ke Bali, Perempuan Kazakhstan Ditangkap

BNN Provinsi Bali bongkar penyelundupan 1.079 gram hasis asal Kazakhstan. Pelaku dikendalikan sindikat luar negeri yang jejaknya kini diburu petugas.

Selundupkan 1 Kg Hasis ke Bali, Perempuan Kazakhstan Ditangkap
Proses penindakan terhadap VM (25), seorang warga negara Kazakhstan yang tertangkap membawa 1 kg hasis ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Foto: BNN Provinsi Bali.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Jaringan narkotika internasional asal Asia Tengah kembali mencoba menembus pintu masuk Pulau Dewata. Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali berkolaborasi dengan pihak Bea Cukai menciduk seorang perempuan muda berkewarganegaraan Kazakhstan berinisial VM (25) yang nekat menyelundupkan narkoba jenis hasis seberat lebih dari 1 kilogram.

Aksi nekat perempuan muda ini berhasil digagalkan sesaat setelah dirinya mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Selasa (4/8/2026). Pelaku diketahui menumpang pesawat komersial dengan rute penerbangan langsung dari Bangkok, Thailand.

Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol. Putu Putera Sadana, mengatakan petugas BNN Provinsi Bali bersama dengan Bea Cukai Ngurah Rai melakukan pemeriksaan mendalam terhadap barang bawaan VM yang telah dicurigai sebelumnya. Hasilnya, barang bukti narkotika tersebut ditemukan tersembunyi di dalam koper.

“Penumpang tersebut kedapatan membawa satu buah kemasan plastik jar berwarna hitam yang di dalamnya berisi gel yang diduga narkotika jenis hasis seberat 1.079 gram bruto. Paket tersebut disamarkan pelaku dalam koper yang berisi pakaian dan aksesoris wanita,” sebut Putera dalam keterangannya pada Rabu (12/08/2026).

Dikendalikan Jaringan Misterius dari Luar Negeri

Penangkapan WN Kazakhstan

Proses penindakan terhadap VM (25), seorang warga negara Kazakhstan yang tertangkap membawa 1 kg hasis ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Foto: BNN Provinsi Bali.

Guna mengusut tuntas asal-usul barang haram tersebut, VM beserta seluruh barang bukti langsung digiring ke Kantor BNN Provinsi Bali. Berdasarkan pengakuan sementara dari mulut pelaku dan diperkuat oleh hasil pelacakan digital pada alat komunikasinya, VM ternyata tidak bergerak sendirian.

Perempuan berusia 25 tahun itu mengaku dikendalikan oleh seorang wanita misterius yang juga berasal dari Kazakhstan. Jaringan ini memanfaatkan VM sebagai kurir internasional murni dengan imbalan tertentu.

“Wanita tersebut menyuruh pelaku untuk pergi ke Bali dan menyerahkan koper tersebut kepada seseorang yang belum diketahui identitasnya,” jelas Putera.

Jejak Pengendali Narkoba Diduga Fiktif

Berbekal pengakuan tersebut, Tim Pemberantasan BNN Provinsi Bali langsung bergerak cepat melakukan pengembangan kasus. Petugas mencoba memancing sang pemesan dengan memanfaatkan jalur komunikasi aktif di ponsel genggam milik VM.

Selain kontrol komunikasi tersebut, Tim Pemberantasan BNN Provinsi Bali juga melakukan profiling terhadap pengendali dari Kazakhstan yang menurut VM saat ini tinggal di Bali. Namun, dari data perlintasan, diketahui bahwa pengendali tersebut sudah keluar Indonesia pada tahun 2020.

Putera juga mengungkap hasis merupakan narkotika golongan I yang peredarannya cukup marak di kalangan warga negara asing. Saat ini, proses penyidikan yang lebih mendalam masih berlangsung untuk membongkar jaringan dari peredaran narkotika tersebut.

Baca juga artikel terkait SINDIKAT NARKOBA INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Reporter: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Siti Fatimah