Menuju konten utama

Taiwan Kecam Rencana Latihan Bersama Angkatan Laut Cina & TNI AL

Pemerintah Taiwan khawatir latihan bersama tersebut menjadi manipulasi politik oleh Cina untuk mencaplok wilayah perairan Taiwan.

Taiwan Kecam Rencana Latihan Bersama Angkatan Laut Cina & TNI AL
KRI I Gusti Ngurah Rai-332 bersiap untuk bersandar di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/5/2023). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Taiwan mengecam rencana latihan Angkatan Laut Cina bersama TNI AL dengan menggunakan kapal perang di lepas pantai timur kedua wilayah negara.

Menurut Taiwan, latihan bersama Angkatan Laut Cina dan TNI AL menimbulkan kesan bahwa negara Tirai Bambu hendak mengklaim wilayah perairan yang hingga kini masih menjadi perebutan.

Dalam keterangan yang dikutip dari Reuters, Dewan Urusan Daratan (MAC) Taiwan menyatakan bahwa latihan tersebut merupakan aksi provokasi militer dan meminta Pemerintah Cina untuk menghentikan hal tersebut dalam tempo sesingkat-singkatnya.

"Segera menghentikan perilaku berbahaya yang merusak status quo ini," kata Pemerintah Taiwan dikutip dari Reuters, Selasa (11/8/2026).

Taiwan menyampaikan bahwa dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, Cina secara rutin mengadakan latihan militer dengan negara-negara di sekitar wilayah tersebut. Menurut Taiwan, hal itu menjadi manipulasi politik dan membuat seolah wilayah perairan Taiwan dicaplok oleh Cina.

"Ini sebenarnya merupakan manipulasi politik, 'berdalih latihan padahal ekspansi', yang bertujuan untuk menciptakan kesan palsu di hadapan masyarakat internasional bahwa komunis Tiongkok memiliki yurisdiksi atas perairan di timur Taiwan," dikutip dari pernyataan pemerintah Taiwan.

Asisten Wakil Kepala Staf Umum Intelijen Taiwan, Wu Tien-jen, menyatakan bahwa kapal perang Indonesia yang disebut Cina akan berpartisipasi sebenarnya sedang dalam perjalanan pulang dari Jepang, bukan datang secara khusus untuk berlatih bersama Angkatan Laut Cina.

Ia menambahkan bahwa kapal tersebut berada sekitar 70 hingga 80 mil laut di lepas pantai timur Taiwan, di Samudra Pasifik. Kementerian Luar Negeri Taiwan secara terpisah menyatakan telah meminta "klarifikasi" dari pihak Indonesia mengenai keikutsertaannya dalam latihan tersebut.

"Secara militer, hal ini tidak memberikan dampak langsung terhadap Taiwan," jelas Wu Tien-jen.

Klarifikasi TNI AL

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul, menegaskan bahwa kapal yang dimaksud oleh Taiwan adalah KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332 yang melintas dari Vladivostok, Rusia yang mengarah kembali ke Indonesia.

TNI AL akan melakukan latihan bersama dengan negara-negara yang dilintasi oleh KRI I Gusti Ngurah Rai dengan konsep passing excersie. Tunggul menyampaikan bahwa passing excersie bukanlah latihan perang namun hal lazim yang dilakukan oleh angkatan laut dunia dari negara manapun.

"Passex ini juga merupakan goodwill engagement yang umum dilakukan angkatan laut di dunia sebagai wujud naval brotherhood serta diplomasi maritim yang melekat pada kapal perang," kata Tunggul dalam keterangan pers, Rabu (12/8/2026).

Dia menyatakan bahwa Indonesia tetap mengusung politik luar negeri yang bebas aktif dalam setiap aksi kegiatan TNI AL di manapun.

"Politik luar negeri Indonesia bebas aktif memberikan peluang kerjasama menguntungkan dengan negara manapun termasuk giat Passex dengan sejumlah negara," terangnya.

Baca juga artikel terkait TNI ANGKATAN LAUT atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto