Menuju konten utama

Kata Polisi soal Kasus Tegur Alphard Berujung Sujud di Pospol

Tegur mobil Alphard yang terobos lampu merah di Bundaran HI, Vicol Harefa malah dipaksa sujud di dalam Pospol Thamrin.

Kata Polisi soal Kasus Tegur Alphard Berujung Sujud di Pospol
Ilustrasi intimidasi. Foto/iStock
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polsek Metro Menteng usut dugaan intimidasi dan kekerasan fisik yang menimpa Vicol Harefa, pria yang dipaksa sujud usai menegur mobil Toyota Alphard yang menerobos lampu merah di kawasan Bundaran HI. Guna mengusut tuntas arogansi jalanan tersebut, polisi kini menyerahkan penanganan pelanggaran lalu lintas dan nomor pelat palsu kendaraan mewah itu ke Ditlantas Polda Metro Jaya.

Kasus ini viral lewat unggahan video, bermula saat Vicol yang berprofesi sebagai satpam menyeberang jalan di pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 12.11 WIB. Pada saat yang bersamaan, mobil Toyota Alphard menerobos lampu merah di pelican cross depan Halte Hotel Pullman.

Vicol yang bertugas membantu penyeberangan berinisiatif menegur pengemudi dengan cara menepuk atau memukul kaca mobil tersebut.

Kronologi Intimidasi dan Tekanan di Pospol Thamrin

Kedua belah pihak lantas sepakat menyelesaikan persoalan di Pospol Thamrin. Namun setibanya di dalam Pospol, Kepala Pospol justru menyalahkan Vicol dan menyebutnya tidak berhak memukul kaca mobil pengendara.

Pernyataan itu membuat ketiga penumpang mobil merasa dibela dan mulai menyudutkan Vicol.

Ketiga penumpang tersebut menanyakan identitas perusahaan penyalur (vendor) kerja Vicol dan mengancam akan mendatangi kantornya agar ia segera dipecat.

Merasa terpojok, sendirian, dan menduga para penumpang adalah aparat berjabatan tinggi, Vicol akhirnya mengalah. Ia bersalaman, bersujud, hingga mencium tangan penumpang mobil sebanyak dua kali untuk meminta maaf.

Meski sudah merendahkan diri dan mengaku belum makan sejak pagi, Vicol justru menerima umpatan kasar dari pengemudi.

Sesaat sebelum keluar dari pintu pospol, pengemudi mobil diduga melakukan intimidasi fisik dan verbal dengan mencengkeram serta mengangkat kerah baju Vicol.

Mendapat perlakuan tersebut, Vicol hanya menjawab, "Siap, siap salah." Sebaliknya, pihak pengemudi sama sekali tidak meminta maaf atas pelanggaran lalu lintas yang membahayakan pejalan kaki dan justru bersikap arogan.

Menanggapi viralnya insiden di depan Halte Hotel Pullman tersebut, Polsek Metro Menteng membenarkan tengah menangani perselisihan antara pejalan kaki berinisial F (Vicol Harefa) dan pengemudi kendaraan.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mempersilakan pihak yang keberatan atau belum puas terhadap proses mediasi di Pospol Thamrin untuk membuat laporan resmi.

“Terkait hasil mediasi, kedua belah pihak sepakat saling memaafkan. Namun apabila ada pihak yang masih merasa keberatan atau belum puas, kami persilakan membuat laporan dan akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” ujar Braiel di Polsek Menteng. Kamis, (23/7/2026).

Terkait kabar viral mengenai adanya intimidasi, ancaman pemecatan, hingga pemaksaan bersujud di Pospol, Kapolsek menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman karena hingga kini belum ditemukan keterangan spesifik maupun bukti pendukung, termasuk bukti adanya pemukulan atau kekerasan fisik selama mediasi.

“Kami masih mendalami informasi yang beredar. Sejauh ini belum ada bukti adanya pemukulan maupun kekerasan. Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau memiliki bukti lain, kami persilakan membuat laporan agar dapat kami proses sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Braiel.

Pendalaman Pelanggaran Lalu Lintas dan Pelat Nomor Palsu

Kepolisian masih mendalami terkait dugaan pelanggaran lalu lintas menerobos lampu merah serta dugaan penggunaan pelat nomor kendaraan yang tidak sesuai.

Perkara tersebut diserahkan secara khusus kepada Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas (Subdit Gakkum Ditlantas) Polda Metro Jaya.

Kemudian, Kepolisian juga sedang melakukan pendalaman untuk mengumpulkan seluruh informasi dan bukti tambahan terkait rangkaian insiden tersebut.

Baca juga artikel terkait INTIMIDASI atau tulisan lainnya dari Hanang Septioyudho

tirto.id - Flash News
Reporter: Hanang Septioyudho
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Siti Fatimah