Menuju konten utama

Siapa Therensisus Lazakar, Diduga Intimidasi dr. Icha Pakaenoni?

Therensius Lazakar adalah anggota DPRD TTU yang diduga terlibat dalam aksi intimidasi dr. Icha Pakaenoni. Simak profil dan harta kekayaannya.

Siapa Therensisus Lazakar, Diduga Intimidasi dr. Icha Pakaenoni?
Therensius Lazakar, anggota DPRD TTU. x/chaaaaww
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Therensisus Lazakar merupakan anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) yang terkait dalam kasus intimidasi mendiang dr. Icha di Nusa Tenggara Timur (NTT). Therensius diduga telah melakukan intimidasi yang memicu dr. Icha melakukan bunuh diri. Namun, bagaimana rekam jejak anggota DPRD TTU itu?

Sebelumnya, kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Icha menjadi perhatian publik secara luas. Hal itu dikarenakan dr. Icha ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya tak lama setelah mengalami intimidasi ketika bekerja.

Jasad dr. Icha ditemukan oleh anggota keluarganya di rumah mereka di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang pada Jumat (26/6/2026). Saat itu, pihak keluarga menemukan dr. Icha telah tergantung tak bernyawa di lantai dua rumah mereka.

Sang dokter kemudian disebut keluarga melakukan bunuh diri di tengah depresi akibat trauma yang ia alami. Kondisi kesehatan dr. Icha disebut menurun drastis setelah peristiwa di tempat kerjanya pada sepekan sebelum kematiannya.

Sepekan sebelum meninggal, dr. Icha disebut sedang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona Kefamenanu, NTT. Saat itu mendiang menerima pasien anak korban gigitan ular.

Namun, meski sudah melakukan penanganan sesuai prosedur medis, pihak keluarga pasien justru memprotes dr. Icha. Protes itu kemudian berujung pada intimidasi yang dialami sang dokter muda. Pihak keluarga pasien yang memprotes dan diduga melakukan intimidasi itu adalah Therensius Lazakar, anggota DPRD TTU.

Setelah peristiwa itu, kesehatan mental dr. Icha terus memburuk hingga ditemukan tewas bunuh diri pada 26 Juni. Nama Therensius Lazakar lalu turut jadi perhatian publik setelah itu karena intimidasi bukan satu-satunya dugaan yang memicu kontroversi dalam kasus ini.

Profil Therensius Lazakar dan Kekayaannya

Therensius Lazakar merupakan salah satu tokoh politik di Kabupaten TTU. Ia merupakan kader Partai Golkar yang kini menjabat sebagai anggota DPRD di kabupaten tersebut.

Therensius dikenal sebagai politikus asli TTU. Ia lahir dari kabupaten tersebut, tepatnya di Kiupukan.pada 1970, 56 tahun yang lalu.

Riwayat pendidikan Therensius menyebut kader Partai Golkar itu merupakan lulusan SMA Budya Wacana II. Ia mengenyam pendidikan menengah atas itu pada 1988 hingga 1991.

Namun, sebelum dikenal sebagai politikus seperti sekarang, Therensius lebih dulu dikenal sebagai pebisnis. Ia tercatat pernah menjabat sebagai direktur perusahaan Mutiara Bangunan pada awal milenium 2000.

Therensius juga punya rekam jejak dalam bisnis transportasi lantaran pernah menjabat sebagai Ketua Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) wilayah TTU. Jabatan sebagai ketua asosiasi diemban pada 2010 hingga 2013.

Kemudian, pada 2024 lalu, Therensius mencalonkan diri sebagai calon anggota DPRD dalam pemilu. Ia lalu berhasil meraih cukup suara untuk mengamankan satu kursi legislatif di tingkat kabupaten itu.

Seharusnya, jabatan itu ia emban hingga 2029 mendatang. Namun, kini jabatan itu terancam akibat tindakannya sendiri.

Pada 18 Juni 2026 lalu, Therensius diduga telah melakukan intimidasi kepada dr. Icha selaku dokter pada IGD Rumah Sakit Leona Kefamenanu, NTT.

Seturut keterangan pihak keluarga mendiang dr. Icha, Therensius merupakan keluarga pasien anak yang ditangani mendiang dokter muda itu. Namun, ketika ditangani dr. Icha, Therensius disebut memprotes sang dokter.

Therensius disebut menginginkan agar pasien anak tersebut diberikan vaksin khusus. Namun, dr. Icha menolak karena vaksin tidak tersedia dan tidak ada rekomendasi medis yang dapat dirujuk untuk memberikannya pada pasien.

Perdebatan itu kemudian jadi memanas dan Therensius diduga melakukan intimidasi yang memicu trauma dr. Icha. Therensius sendiri telah membantah melakukan intimidasi, namun pihaknya tak membantah telah berdebat tentang penanganan pasien anak tersebut.

Pihak keluarga mendiang dr. Icha juga belakangan memberikan pernyataan baru. Mereka menyatakan telah menerima keterangan saksi mata bahwa mulut Therensius berbau alkohol ketika peristiwa dugaan intimidasi terjadi.

Setelah kematian dr. Icha menjadi perhatian publik, kasus ini kemudian merembet ke kepolisian. Polres TTU menyatakan tengah mendalami potensi penanganan kasus ini ke ranah pidana. Therensius kemudian diperiksa polisi pada Senin (29/6).

Sementara itu, seturut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Therensius untuk tahun 2025, kader Golkar ini melaporkan memiliki total kekayaan senilai Rp2,8 miliar. Kekayaan ini dilaporkan Therensius sebagai harta yang ia miliki sepanjang 2024.

Total kekayaan senilai Rp2,8 miliar itu dimiliki Therensius dari beberapa pos kekayaan. Terbesar adalah empat aset kendaraan bermotor dengan total nilai Rp1,3 miliar.

Setelah kendaraan, pos kekayaan terbesar Therensius berikutnya adalah aset berupa kas dan setara kas senilai Rp878 juta. Kemudian ia melaporkan kepemilikan satu aset tanah dan bangunan senilai Rp500 juta dan harta bergerak lainnya senilai Rp42,5 juta.

Baca juga artikel terkait INTIMIDASI atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar